Tarik Ulur Trump dan Jinping, Kini Mau Kerja Sama Atas Nama Vaksin Covid-19

Rendy Adrikni Sadikin | Rima Suliastini | Suara.com

Rabu, 22 Juli 2020 | 18:06 WIB
Tarik Ulur Trump dan Jinping, Kini Mau Kerja Sama Atas Nama Vaksin Covid-19
Presiden AS, Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Cina, Xi Jinping di Beijing, Cina pada November 2017 silam. [AFP/Fred Dufour]

Suara.com - Presiden AS Donald Trump membuka kesempatan untuk kerja sama dengan negara lain termasuk China agar vaksin Covid-19 cepat tersedia di negaranya. Menyadur Gulf News pada Selasa (22/7/2020), Trump mengungkapkan hal ini kala hubunganny dengana China menegang.

"Kami bersedia bekerja dengan siapa pun yang akan memberi kami hasil yang baik," kata Trump, ketika ditanya apakah pemerintah akan berkolaborasi dengan China untuk vaksin Covid-19.

Pernyataan ini muncul sehari setelah peneliti mengumumkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan CanSino Biologics Inc China aman dan memberikan respons kekebalan pada sebagianbesar subjek.

CanSino adalah salah satu dari segelintir vaksin yang memberi harapan dalam pengujian awal manusia. Vaksin lain yang juga akan melakukan uji coba adalah Moderna Inc yang berbasis di AS dan BioNTech SE dari Jerman, dalam kemitraan dengan produsen obat Amerika Pfizer Inc.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Hubungan Amerika dan China memang selalu naik turun, tapi belakangan ini dua negara selalu panas dan saling tuding untuk semua urusan termasuk virus corona.

Amerika konsisten menyalahkan China atas menyebarnya virus corona dan mengklaim virusini bocor dari laboratorium China.

Sementara itu, vaksin buatan China kini sedang dalam tahap uji coba terakhir. Beberapa sukarelawan dari Brasil menerima dosis pertama pada hari Selasa dan diharapkan memberi hasil yang memuaskan.

Vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Sinovac ini adalah yang ketiga di dunia yang memasuki uji klinis tahap 3 pada manusia. Ini adalah langkah terakhir sebelum mendapat persetujuan dari pemerintah.

Ilustrasi vaksin (pixabay.com)
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Sekitar 9.000 petugas kesehatan di enam negara bagian Brasil akan menerima vaksin, yang dikenal sebagai CoronaVac, dalam dua dosis selama tiga bulan ke depan.

"Kita hidup di masa yang unik dan bersejarah, itulah sebabnya saya ingin menjadi bagian dari uji coba ini," kata dokter berusia 27 tahun yang menerima dosis pertama di Rumah Sakit Klinis Sao Paulo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Penganut Konspirasi Anti Vaksin Hambat Penanggulangan Covid-19

Waduh, Penganut Konspirasi Anti Vaksin Hambat Penanggulangan Covid-19

Tekno | Rabu, 22 Juli 2020 | 14:30 WIB

Jepang Setujui Penggunaan Deksametason sebagai Obat bagi Pasien Covid-19

Jepang Setujui Penggunaan Deksametason sebagai Obat bagi Pasien Covid-19

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 15:59 WIB

Baku Tembak di Chicago, 14 Orang Terluka

Baku Tembak di Chicago, 14 Orang Terluka

Foto | Rabu, 22 Juli 2020 | 12:07 WIB

Terkini

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:20 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:57 WIB

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB