FSGI Minta KPK dan BPK Periksa Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Jum'at, 24 Juli 2020 | 18:06 WIB
FSGI Minta KPK dan BPK Periksa Program Organisasi Penggerak Kemendikbud
Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Istimewa)

Suara.com - Federasi Serikat Guru Indonesia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang digagas Menteri Nadiem Makarim.

Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim mengatakan POP yang menjadi program andalan Kemendikbud ini diduga ada konflik kepentingan dengan terlibatnya dua perusahaan besar yang dianggap sebagai ormas yakni Yayasan Putera Sampoerna dan Yayasan Bhakti Tanoto, juga terdapat ormas yang tidak jelas lolos menerima dana POP.

"Kami minta KPK sebagai lembaga antirasuah melaksanakan fungsi pencegahan yang digunakan, potensi penyimpangan pasti ada dalam penggunaaan anggaran, kami minta kpk mempelototi, dan dilibatkan dalam penggunaan dan pelaporan anggaran," kata Satriwan dalam diskusi virtual, Jumat (24/7/2020).

Proses seleksi ormas untuk lolos program ini kaa Satriawan, juga tidak proporsional, sebab ormas yang besar seperti Nahdatul Ulama dan Muhamadiyah mendapatkan kategori Gajah Rp 20 Miliar untuk lebih dari 10 daerah, sementara ormas lain mendapatkan kategori yang sama hanya untuk satu daerah.

"Kami tidak tahu pertimbangannya apa, pelatihannya di satu provinsi tapi ada yang gajah juga, tapi melatih 25 provinsi, yayasan halmahera, jadi sasaran itu kota ternate saja, biayanya Rp 20 M, bandingkan dengan IGI dan Muhammadiyah, dan NU, satu kota Rp 20 miliar," tegasnya.

Selain KPK, FSGI juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan untuk mengaudit program ini terkait laporan keuangannya sebab dana negara yang digunakan tidaklah kecil.

"Kami juga minta BPK untuk memeriksa dan mengawasi anggaran pop di lingkungan Kemendikbud, tidak hanya Ditjen GTK, tapi juga kelembagaan Kemendikbud," pungkasnya.

Polemik POP ini muncul ketika Komisi X DPR RI dan Muhammadiyah melihat ada kejanggalan di beberapa dari 156 lembaga pendidikan ormas yang nantinya akan mendapatkan hibah dana dari Kemendikbud, seperti perusahaan besar seperti Yayasan Putera Sampoerna dan Yayasan Bhakti Tanoto yang ikut mendapatkan dana hingga ormas yang tidak jelas asal-usulnya.

"Ada organisasi besar yang konon CSR suatu perusahaan, ada juga lembaga mungkin ada kedekatan dengan pejabat di dalam. Nah ini kita pertanyakan, apakah proses verifikasi dan seleksi ini transparan, bisa dipercaya," kata Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Kasiyarno kepada wartawan, Rabu (22/7/2020).

baca juga

Sebagai informasi, program Organisasi Penggerak Kemendikbud merupakan program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang dilakukan ormas dengan dana hibah dari pemerintah senilai total Rp 595 miliar.

Ormas yang lolos seleksi akan diberi dana yang besarnya dibagi kategori. Kategori gajah diberi dana hingga Rp 20 miliar, Kategori Macan dengan dana hingga Rp 5 miliar, dan Kategori Kijang dengan dana hingga Rp 1 miliar.

Ormas calon penerima Program Organisasi Penggerak Kemendikbud yang lolos disahkan lewat surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan tanggal 17 Juli Tahun 2020 Nomor 2314/B.B2/GT/2020 yang ditandatangani Direktur Jenderal GTK, Iwan Syahril.

Yayasan Putera Sampoerna lolos untuk mendapatkan dana Kategori Macan dan Gajah, lalu Yayasan Bhakti Tanoto lolos dalam Kategori Gajah sebanyak dua kali (Pelatihan guru SD dan SMP).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susul Muhamadiyah dan NU, Giliran PGRI Mundur dari POP Kemendikbud

Susul Muhamadiyah dan NU, Giliran PGRI Mundur dari POP Kemendikbud

News | Jum'at, 24 Juli 2020 | 10:43 WIB

Komisi X: Kemendikbud Harusnya Gandeng NU dan Muhammadiyah di POP

Komisi X: Kemendikbud Harusnya Gandeng NU dan Muhammadiyah di POP

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 20:34 WIB

IGI Desak Kemendikbud Evaluasi Keterlibatan Sampoerna dan Tanoto di POP

IGI Desak Kemendikbud Evaluasi Keterlibatan Sampoerna dan Tanoto di POP

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 17:14 WIB

Disebut Tak Ada Payung Hukum, DPR Belum Setujui Anggaran POP Kemendikbud

Disebut Tak Ada Payung Hukum, DPR Belum Setujui Anggaran POP Kemendikbud

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 12:18 WIB

Terkini

Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis

Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:00 WIB

Pengedar Sabu Asal Madura Dicokok di Surabaya Demi Nyabu Gratis

Pengedar Sabu Asal Madura Dicokok di Surabaya Demi Nyabu Gratis

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 16:52 WIB

Jangan Asal Empuk! Ini Beda Sneakers Olahraga dan Kasual yang Sering Salah Dianggap Sama

Jangan Asal Empuk! Ini Beda Sneakers Olahraga dan Kasual yang Sering Salah Dianggap Sama

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:52 WIB

3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis

3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 16:47 WIB

Sambut Fase Baru Karier, Video Musik Terbaru Jackson Wang Direkam Pakai iPhone

Sambut Fase Baru Karier, Video Musik Terbaru Jackson Wang Direkam Pakai iPhone

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 16:43 WIB

Manfaat Batu Kristal Rose Quartz dan Amethyst di Kamar, Bikin Tidur Lebih Nyenyak?

Manfaat Batu Kristal Rose Quartz dan Amethyst di Kamar, Bikin Tidur Lebih Nyenyak?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:43 WIB

&Team Terjebak dalam Pertarungan Hasrat dan Naluri di Lagu Baru, Good Boy

&Team Terjebak dalam Pertarungan Hasrat dan Naluri di Lagu Baru, Good Boy

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 16:33 WIB

Review Film Hope, Teror Makhluk Misterius di Desa Terpencil

Review Film Hope, Teror Makhluk Misterius di Desa Terpencil

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 16:30 WIB

Jejak 'Plesiran' Napi Korupsi: Dari Gayus Tambunan hingga Setya Novanto

Jejak 'Plesiran' Napi Korupsi: Dari Gayus Tambunan hingga Setya Novanto

News | Sabtu, 26 September 2026 | 16:24 WIB

5 Cara Sterilkan Puff Cushion Setelah Dipakai di Kulit Berjerawat Aktif agar Tetap Higienis

5 Cara Sterilkan Puff Cushion Setelah Dipakai di Kulit Berjerawat Aktif agar Tetap Higienis

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:20 WIB

×