Perbedaan Ibadah Haji saat Pandemi Covid-19, Wajib Masker hingga Jaga Jarak

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 29 Juli 2020 | 22:36 WIB
Perbedaan Ibadah Haji saat Pandemi Covid-19, Wajib Masker hingga Jaga Jarak
Kondisi ibadah haji yang terlihat sepi karena pandemi Covid-19.[Anadolu Agency]

Suara.com - Ibadah haji tahun 2020 berbeda dengan haji tahun-tahun sebelumnya, sebab dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Pemerintah Arab Saudi juga membatasi jemaah haji yang hadir hingga hanya 1000 jemaah.

Menyadur The Associated Press, pada jemaah yang mengenakan masker dan bergerak dalam kelompok-kelompok kecil setelah berhari-hari dalam isolasi, mulai berdatangan ke Mekah pada hari Rabu untuk memulai ibadah haji di tengah pandemi virus corona.

Para jemaah tahun ini juga diwajibkan untuk menjaga jarak sosial - berdiri terpisah dan bergerak dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 20 orang untuk membatasi paparan dan kemungkinan penularan virus Covid-19.

Tahun ini, para jemaah juga makan sendiri di kamar hotel masing-masing dan berdoa di tempat yang saling berjauhan. Pemerintah Arab Saudi menanggung semua biaya perjalanan, akomodasi, makan, dan perawatan para jemaah.

Meskipun memiliki suasana yang berbeda, bagi sejumlah orang tetap merupakan kesempatan langka untuk menghapus dosa dan memperdalam iman mereka.

Ammar Khaled, jemaah haji dari India berusia 39 tahun yang lahir dan besar di Arab Saudi, mengatakan meskipun dia berangkat sendirian, dia berdoa untuk mereka yang dia cintai.

Suasana di lokasi lempar jumrah yang tampak sunyi menjelang puncak haji selama pandemi virus corona Covid-19 di Mina, Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/7/2020). [AFP]
Suasana di lokasi lempar jumrah yang tampak sunyi menjelang puncak haji selama pandemi virus corona Covid-19 di Mina, Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/7/2020). [AFP]

"Kata-kata tidak cukup untuk menjelaskan betapa saya merasa diberkati dan betapa menakjubkan pengaturannya," kata Khaled. "Mereka telah mengambil setiap tindakan pencegahan." jelas Khaled.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Saudi, pemerintah melarang umat Islam memasuki kerajaan dari luar negeri untuk melakukan haji untuk membatasi paparan virus corona.

Sebagai gantinya, sedikitnya 1.000 orang yang sudah tinggal di Arab Saudi dipilih untuk mengambil bagian dalam haji tahun ini. Dua pertiga adalah penduduk asing dari 160 negara. Sepertiga adalah personel keamanan dan staf medis Arab Saudi.

baca juga

Para jemaah mendaftar melalui website resmi dan diharuskan berusia antara 20-50 tahun, tanpa penyakit terminal dan tidak menunjukkan gejala virus Preferensi diberikan kepada mereka yang belum melakukan haji sebelumnya.

Para jemaah juga akan menjalani tes Covid-19, diberi gelang yang terhubung ke ponsel mereka dan memantau gerakan mereka dan diminta untuk karantina di rumah dan di kamar hotel sebelum dimulainya haji pada Rabu (29/7/2020). Mereka juga akan diminta untuk karantina selama seminggu setelah selesai menunaikan ibadah haji.

Media internasional juga tidak diizinkan meliput haji dari Mekah tahun ini. Sebagai gantinya, pemerintah Saudi menyiarkan rekaman langsung dari Masjidil Haram.

Tahun ini, para jemaah juga hanya dapat minum air dari sumur Zamzam yang sudah dikemas botol plastik. Kerikil untuk lempar jumrah yang biasanya diambil oleh jemaah di sepanjang rute, sudah disediakan oleh petugas dan akan disterilkan.

Para jemaah juga diberi sajadah dan pakaian khusus untuk dipakai selama haji yang sudah dibekali dengan teknologi nano, yang diklaum pemerintah Saudi dapat membunuh bakteri dan membuat pakaian tahan air.

Mereka juga diberi payung untuk melindungi mereka dari sinar matahari, handuk, sabun, pembersih dan kebutuhan lainnya.

"Kerajaan Arab Saudi perlu menerapkan langkah-langkah ini agar kita dapat belajar dari pengalaman ini," kata pakar penyakit menular Saudi dan pejabat Organisasi Kesehatan Dunia, Dr Hanan Balkhy.

"Kerajaan dan dunia akan belajar bersama apa cara terbaik untuk mengurangi penularan selama ibadah ini," kata Balkhy, asisten direktur jenderal untuk divisi resistensi antimikroba di kantor pusat WHO di Jenewa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Pandemi Covid-19 di Sektor Pariwisata: Hotel Sepi dan Restoran Tutup

Dampak Pandemi Covid-19 di Sektor Pariwisata: Hotel Sepi dan Restoran Tutup

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2020 | 15:46 WIB

PBSI Sayangkan Pembatalan Empat Turnamen BWF

PBSI Sayangkan Pembatalan Empat Turnamen BWF

Sport | Rabu, 29 Juli 2020 | 14:52 WIB

Kemenparekraf Cari Masukan Traveling di Tengah Pandemi dari Australia

Kemenparekraf Cari Masukan Traveling di Tengah Pandemi dari Australia

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2020 | 14:07 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×