Peneliti Rusia Ungkap Virus Covid-19 dapat Terbunuh di Air Mendidih

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 12:35 WIB
Peneliti Rusia Ungkap Virus Covid-19 dapat Terbunuh di Air Mendidih
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan Rusia menunjukkan bahwa air dapat membunuh virus Covid-19 dalam waktu 72 jam, namun tergantung pada suhu.

Menyadur Anadolu Agency, menurut sebuah studi oleh Pusat Penelitian Negara Virologi dan VEKTOR Bioteknologi, ketahanan virus Covid-19 tergantung pada suhu air - di suhu ruangan, 90 persen partikel virus mati dalam 24 jam dan 99,9 persen dalam 72 jam.

Air pada suhu mendidih dapat membunuh virus Sars-CoV-2 sepenuhnya dan dengan instan, kata penelitian yang diterbitkan pada hari Kamis oleh Layanan Federal Rusia untuk Kesejahteraan Manusia.

Penelitian juga menunjukkan bahwa virus dapat hidup di air dalam kondisi tertentu, tetapi tidak berkembang biak di laut atau air tawar.

Para ilmuwan juga menunjukkan bahwa virus tetap aktif hingga 48 jam pada permukaan stainless steel, linoleum, kaca, plastik, dan keramik.

Ilustrasi virus corona di Rusia. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona di Rusia. (Shutterstock)

Penelitian menemukan bahwa virus itu tidak stabil dan sebagian besar disinfektan rumah tangga efektif untuk membasminya.

Ini menunjukkan bahwa etil dan isopropil alkohol konsentrasi 30 persen dapat membunuh hingga satu juta partikel virus dalam setengah menit, bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa membutuhkan konsentrasi lebih dari 60 persen.

Menurut penelitian tersebut, disinfektan dengan klorin memiliki efektivitas yang sama, sepenuhnya membersihkan permukaan Sars-CoV-2 dalam waktu 30 detik.

Aplikasi untuk uji coba vaksin

baca juga

Menurut laporan media Rusia, vaksin Covid-19 pertama Rusia - dikembangkan oleh Gamaleya National Research Center - dapat beredar di masyarakat pada 15 Agustus.

Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Perdana Menteri Tatyana Golikova, yang mengatakan vaksin direncanakan mulai produksi massal pada bulan September.

Uji klinis pada 1.600 orang lainnya akan dimulai setelah pendaftaran dan akan terus berlanjut bersama dengan proses produksi.

Vaksin lain yang dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan diperkirakan akan mendapatkan "registrasi bersyarat" yang sama pada bulan September dan produksinya kemungkinan akan diluncurkan pada bulan Oktober.

Pihak berwenang Rusia sedang kebut vaksin karena negara itu mendekati musim gugur dan musim dingin, yang biasanya membawa lonjakan dalam kasus-kasus infeksi virus flu biasa, flu, dan pernapasan akut.

Untuk memfasilitasi pengumpulan data, pengembang membuat aplikasi seluler khusus untuk orang yang divaksinasi untuk melacak kondisi kesehatan mereka setelah dilakukan uji coba, kata Menteri Kesehatan Mikhail Murashko.

Dia menambahkan bahwa dua vaksin lain sedang dalam proses pemeriksaan oleh para ahli agar mendapatkan izin untuk melakukan uji klinis.

Menteri Kesehatan Rusia mengatakan hampir 100.000 pasien Covid-19, termasuk lebih dari 8.000 dalam kondisi serius, saat ini sedang dirawat di rumah sakit di seluruh Rusia, sementara sekitar 90.000 orang dengan gejala ringan sedang menjalani karantina di rumah masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantu Misi di ISS, Rusia Siapkan Robot Antariksa Baru

Bantu Misi di ISS, Rusia Siapkan Robot Antariksa Baru

Tekno | Kamis, 30 Juli 2020 | 20:55 WIB

Siap-siap, Vaksin Virus Corona Buatan Rusia Tersedia Dua Minggu Lagi

Siap-siap, Vaksin Virus Corona Buatan Rusia Tersedia Dua Minggu Lagi

Health | Kamis, 30 Juli 2020 | 17:50 WIB

Suriah Bakal Bangun Miniatur Hagia Sophia, Rusia Siap Jadi Donatur

Suriah Bakal Bangun Miniatur Hagia Sophia, Rusia Siap Jadi Donatur

News | Rabu, 29 Juli 2020 | 18:43 WIB

Terkini

Perbedaan Cushion Skintific vs Barenbliss, Bagus Mana untuk Hasil Dewy Glow?

Perbedaan Cushion Skintific vs Barenbliss, Bagus Mana untuk Hasil Dewy Glow?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?

Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Terima Kunjungan Delegasi Swedia, Pertamina Paparkan Strategi Transformasi dan Digitalisasi

Terima Kunjungan Delegasi Swedia, Pertamina Paparkan Strategi Transformasi dan Digitalisasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:23 WIB

7 Rekomendasi Jam Tangan Casio Wanita yang Murah dan Elegan

7 Rekomendasi Jam Tangan Casio Wanita yang Murah dan Elegan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:20 WIB

Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026

Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 14:20 WIB

Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk

Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 14:17 WIB

Media Internasional: Kecelakaan Laut Sering Terjadi karena Lemahnya Standar Keselamatan di Indonesia

Media Internasional: Kecelakaan Laut Sering Terjadi karena Lemahnya Standar Keselamatan di Indonesia

News | Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Meningkat, Veloz Hybrid Tuai Respon Positif

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Meningkat, Veloz Hybrid Tuai Respon Positif

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:12 WIB

×