IMF Soroti Tren Suku Bunga Rendah yang Ancam Stabilitas Keuangan Global

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Minggu, 02 Agustus 2020 | 15:43 WIB
IMF Soroti Tren Suku Bunga Rendah yang Ancam Stabilitas Keuangan Global
Ilustrasi IMF. (Shutterstock)

Suara.com - Lembaga Dana Moneter Internasional atau IMF menyoroti risiko tren suku bunga rendah yang dilakukan sejumlah negara bisa mengancam stabilitas keuangan global.

Dalam Laporan Stabilitas Keuangan Global yang dikutip dari Xinhua pada Minggu (2/8/2020), IMF berharap keadaan pertumbuhan dan suku bunga yang lebih rendah dapat berlanjut di beberapa negara maju, terutama mengingat populasi yang menua dan pertumbuhan produktivitas yang lebih lambat.

"Kegigihan lingkungan suku bunga rendah yang berkepanjangan akan menghadirkan tantangan besar bagi lembaga keuangan," kata IMF.

"Dalam jangka panjang, skenario akan memerlukan perubahan signifikan pada model bisnis bank, asuransi, dan dana pensiun dan produk yang ditawarkan oleh sektor keuangan," tambahnya.

Menurut penelitian, lembaga keuangan akan menghadapi margin tertekan dalam lingkungan suku bunga rendah. Lantaran, bank merasa sulit untuk menurunkan suku bunga simpanan menjadi di bawah nol dan untuk meningkatkan volume pinjaman yang lebih tinggi mengingat kemungkinan penurunan permintaan kredit dari rumah tangga dalam lingkungan populasi yang menua dan pertumbuhan yang lebih lambat.

Dikatakan bahwa bank-bank kecil dapat didorong ke merger atau kebangkrutan, sementara bank-bank yang lebih besar cenderung melakukan keragaman di luar negeri karena mereka mencari outlet baru dan lebih menguntungkan di pasar negara berkembang.

Perusahaan asuransi jiwa dan dana pensiun juga akan menghadapi ancaman terhadap keuntungan dan solvabilitas mereka, dan mungkin dipaksa untuk menambah modal.

IMF meminta para pembuat kebijakan untuk membuatnya lebih mudah untuk mengkonsolidasikan atau melikuidasi perusahaan-perusahaan yang gagal, membatasi insentif bagi bank untuk mengambil risiko keuangan yang berlebihan, dan memperketat persyaratan pada perusahaan asuransi dan dana pensiun untuk mengevaluasi aset dan kewajiban mereka.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Corona, Kondisi Ekonomi Global Terburuk Sejak Perang Dunia II

Gara-gara Corona, Kondisi Ekonomi Global Terburuk Sejak Perang Dunia II

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2020 | 14:38 WIB

IMF Kembali Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Global

IMF Kembali Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Global

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2020 | 09:22 WIB

IMF Sebut Kerugian Ekonomi Akibat Corona Capai 12 Triliun Dolar AS

IMF Sebut Kerugian Ekonomi Akibat Corona Capai 12 Triliun Dolar AS

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2020 | 08:18 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×