Muhadjir Sebut Kemiskinan Lahir dari Keluarga Miskin Besanan, Rizal R: Tega

Dany Garjito, Farah Nabilla

Rabu, 05 Agustus 2020 | 11:38 WIB
Muhadjir Sebut Kemiskinan Lahir dari Keluarga Miskin Besanan, Rizal R: Tega
Menteri Koordinator Pembangunan, Manusia, dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Ekonom senior Rizal Ramli turut berkomentar soal pernyataan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tentang keluarga miskin baru muncul karena saling besanan. Menteri Muhadjir dianggap terlalu tega atas pernyataan itu.

Dalam sebuah acara peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2020 yang digelar secara virtual pada Selasa (4/8/2020), Menteri Muhadjir mengungkapkan kondisi keluarga miskin di Indonesia yang masih tinggi.

"Rumah tangga baru yang miskin itu rata-rata adalah juga dari keluarga rumah tangga miskin. Ini sesama keluarga miskin, besanan kemudian lahirlah keluarga miskin baru, sehingga perlu ada pemotongan mata rantai keluarga miskin. Kenapa? Karena kemiskinan itu pada dasar basisnya adalah di dalam keluarga," ucap Muhadjir.

Kontan, pernyataan itu membuat ekonom Rizal Ramli geram. Ia menilai ucapan itu terlalu tega dilontarkan oleh seorang menteri.

"Kok tega ngomong begini, bukan cari jalan untuk kurangi warga miskin?" komentar Rizal Ramli melalui Twitter-nya yang dikutip Suara.com, Rabu (5/8/2020).

Cuitan Rizal Ramli mengomentari pernyataan Menteri Muhadjir Effendy. (Twitter/@RamliRizal)
Cuitan Rizal Ramli mengomentari pernyataan Menteri Muhadjir Effendy. (Twitter/@RamliRizal)

Selain pernyataan tentang keluarga miskin yang saling besanan itu, Muhadjir Effendy tak menampik jika jumlah rumah tangga miskin di Indonesia masih sangat tinggi.

Ia mengatakan ada 5,7 juta rumah tangga di tanah air yang masih mengalami masalah ekonomi.

"Rumah tangga miskin di Indonesia itu jumlahnya masih sangat tinggi, masih sekitar 5,7 juta rumah tangga miskin di Indonesia dan itu berarti masih sekitar 20 persen dari rumah tangga," ujar Muhadjir.

Dia pun mengatakan untuk mengentaskan masalah kemiskinan di Indonesia butuh peran serta semua.

baca juga

Menteri Muhadjir juga mengatakan bahwa kemiskinan tersebut dipicu karena faktor kesehatan masyarakat seperti kasus stunting yang disebabkan karena gizi buruk.

Muhadjir mengaku setuju perihal penjelasan pakar kesehatan, bahwa kemampuan kecerdasan penderita stunting sulit ditingkatkan. Sementara penderita stunting bisa didorong dari asupan gizi yang baik.

"Kalau sudah stunting maka kemampuan kecerdasannya sudah selesai untuk berikutnya sudah tidak bisa dinaikkan lagi. Kalau orang sudah stunting itu memang kerdil, kalau fisik masih bisa didorong dengan asupan gizi yang baik," tutur Muhadjir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muhadjir Sebut Keluarga Miskin Naik karena Saling Besanan, Fadli Zon Kaget

Muhadjir Sebut Keluarga Miskin Naik karena Saling Besanan, Fadli Zon Kaget

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 09:41 WIB

Tembus 5,7 Juta Rumah Tangga, Menko PMK: Kemiskinan Basisnya di Keluarga

Tembus 5,7 Juta Rumah Tangga, Menko PMK: Kemiskinan Basisnya di Keluarga

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:07 WIB

Menko PMK: 54 Persen Angkatan Kerja Indonesia Mantan Pengidap Stunting

Menko PMK: 54 Persen Angkatan Kerja Indonesia Mantan Pengidap Stunting

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 15:53 WIB

Wabup Bantul Yakin Angka Kemiskinan Meningkat Selama Pandemi

Wabup Bantul Yakin Angka Kemiskinan Meningkat Selama Pandemi

Jogja | Senin, 27 Juli 2020 | 16:35 WIB

Terimpit Kemiskinan saat Pandemi Corona, Ayah Tega Jual Bayinya Rp 8,7 Juta

Terimpit Kemiskinan saat Pandemi Corona, Ayah Tega Jual Bayinya Rp 8,7 Juta

News | Senin, 27 Juli 2020 | 13:38 WIB

Peningkatan Angka Kemiskinan di Tengah Pandemi yang Tak Kunjung Selesai

Peningkatan Angka Kemiskinan di Tengah Pandemi yang Tak Kunjung Selesai

Your Say | Senin, 27 Juli 2020 | 11:23 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×