Keluarga Ini Palsukan Kematian Perempuan demi Mahar, Klaim Mayat di Koper

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Rabu, 05 Agustus 2020 | 12:57 WIB
Keluarga Ini Palsukan Kematian Perempuan demi Mahar, Klaim Mayat di Koper
Ilustrasi kuburan/makam. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang perempuan India yang dikabarkan telah tewas ternyata masih hidup dan menyambangi kantor polisi dalam keadaan sehat.

Menyadur Gulf News, kepolisian negara Uttar Pradesh langsung terkejut mengetahui Warisha yang awalnya dikira telah meninggal setelah mayatnya ditemukan di koper ini tiba-tiba muncul.

Usut punya usut, keluarga si perempuan rupa-rupanya sengaja memalsukan kematiannya demi mendapatkan mahar.

Mengetahui fakta ini, pihak kepolisian Bulandshahr langsung menangkap anggota keluarga Warisha yang memberikan keterangan palsu.

"Kami mendaftarkan sebuah kasus terhadap ibu dan saudara lelaki Warisha karena berusaha melibatkan iparnya dalam kasus kematian mahar dengan memberikan identifikasi palsu atas jasad perempuan yang ditemukan di sebuah koper pada 27 Juli," ujar kepolisian Bulandshahr.

Kasus ini berawal ketika polisi di kota Ghazaiabad menemukan mayat perempuan di dalam sebuah koper.

Ilustrasi perempuan kabur (Shutterstock)

Kepolisian pun membagikan informasi penemuan mayat ini ke media sosial sebagai upaya untuk mempermudah proses identifikasi.

Selang beberapa lama, seorang perempuan, Bundu, dan putranya, Ismail, dari Aligarh datang ke kepolisian, menyebut jasad tersebut merupakan Warisha yang hilang dari rumah mertuanya di Bulandshahrs pada 23 Juli.

Bundu dan Ismail lantas membawa jenazah itu dan mengadakan upacara pemakaman pada 29 Juli lalu.

Setelah diketahui perempuan berusia 24 tahun ini masih hidup, kepolisian akan kembali melakukan identifikasi terhadap jenazah perempuan yang ditemukan di dalam koper.

"Pejabat kami memiliki DNA dan visera yang telah diawetkan dari mendiang, ini akan membantu kami dalam melacak identitas perempuan yang mayatnya ditemukan di dalam koper," ujar Sahibabad, perwira polisi senior setempat.

Nantinya, polisi akan menyelidiki penyebab Warisha meninggalkan rumah mertuanya dan menghilang.

Sahibabad menambahkan pihaknya telah mendaftarkan kasus pembunuhan dan penghancuran bukti terkait dengan penemuan mayat dan pemalsuan informasi kematian ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suami Bunuh Istri, Kesal Tak Dikasih Duit Rp 20 Ribu usai Bangun Tidur

Suami Bunuh Istri, Kesal Tak Dikasih Duit Rp 20 Ribu usai Bangun Tidur

Jatim | Selasa, 04 Agustus 2020 | 13:08 WIB

Cuma dengan Izin Buang Air, Seorang Napi di India Berhasil Kabur

Cuma dengan Izin Buang Air, Seorang Napi di India Berhasil Kabur

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 21:28 WIB

Bugar dan Kekar, Binaragawati Meninggal Dunia Secara Misterius

Bugar dan Kekar, Binaragawati Meninggal Dunia Secara Misterius

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2020 | 22:06 WIB

Terkini

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB