Calon Akpol Taruni Diminta Lapor Propam Jika Curigai Hasil Tes Covid-19

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 17:11 WIB
Calon Akpol Taruni Diminta Lapor Propam Jika Curigai Hasil Tes Covid-19
Viral cuitan calon Taruni Akpol gagal karena positif Covid-19. (Foto: Bidik layar Twitter)

Suara.com - Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombes Pol Harry Goldenhardt meminta calon Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) yang merasa tidak puas lantaran gagal lulus seleksi ke tingkat pusat setelah dinyatakan positif Covid-19, untuk membuat laporan ke Propam.

Harry mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan proses rekruitmen secara transparan dan sesuai aturan.

Menurut Harry, sikap tersebut lebih bijaksana daripada menyebarkan informasi yang kurang tepat ke lini masa media sosial.

"Bersikaplah yang bijak, kalau memang ada ketidakpuasan bisa melaporkan hal tersebut ke unsur pengawasan internal Polri, yaitu Itwasda dan Propam serta Kompolnas, bukan membuat blunder di media sosial," kata Harry kepada Suara.com, Jumat (7/8/2020).

Harry mengemukakan bahwa tes swab yang dilakukan oleh pihaknya terhadap calon Taruni Akpol tersebut dilakukan di Balai Teknologi Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam. Hasilnya, pada 31 Juli 2020 calon Taruni tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Proses tes swab tersebut dilakukan terhadap seluruh Taruna dan Taruni Akpol di lingkungan Polda Kepri sebelum diberangkatkan untuk mengikuti tes ke tingkat pusat di Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 2 Agustus 2020.

"Proses swab dilakukan sebelum calon diberangkatkan untuk tes di tingkat pusat. Lembaga yang melakukan tes swab adalah BTKLPP Batam yang ditunjuk oleh Kemenkes dan sudah memiliki lab yang terstandarisasi. Lembaga ini yang digunakan oleh gugus tugas penanganan Covid-19 provinsi Kepri," ungkap Harry.

Harry mengungkapkan bahwasannya aturan tersebut juga berlaku di jajaran Polda lainnya. Di mana, banyak calon Taruna dan Taruni di lingkungan Polda lainnya yang gagal diberangkatkan untuk mengikuti tes tingkat pusat karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Maka dari itu, menurut dia selama masa seleksi calon Taruna dan Taruni Akpol sudah semestinya dapat menjaga kondisi kesehatannya.

baca juga

"Proses rekruitmen wajib mengikuti aturan yang diberlakukan, kalau diberikan dispensasi itu sudah menjadi sebuah pelanggaran. Kita semua lakukan proses rekruitmen dengan mengikuti aturan yang diberlakukan secara transparan," ujar Harry.

"Polri dalam hal ini Polda Kepri tidak akan melakukan perbuatan tercela dengan menjatuhkan calon peserta tanpa ada dasarnya."

Curhat di Medsos

Kasus ini berawal dari curhatan seorang wanita di media sosial yang mengaku gagal masuk seleksi Akpol karena dinyatakan positif virus corona. Padahal dia mengaku menyabet peringkat pertama dengan nilai tertinggi tingkat provinsi.

Ia curiga dengan hasil swab test yang dikeluarkan.

Curhatan tersebut diunggah ke akun Twitter @siap_abangjagoo pada Kamis (6/8/2020). Hanya dalam beberapa jam, utas itu langsung memperoleh lebih dari 15.000 retweet dan 31.000 likes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Operasi Gabungan Bongkar Pengiriman 800 Kg Ketamin di Kepri

Operasi Gabungan Bongkar Pengiriman 800 Kg Ketamin di Kepri

Foto | Selasa, 01 September 2026 | 20:02 WIB

Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita

Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita

Foto | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkini

Ulasan Hyper Knife: Obsesi, Pengkhianatan, dan Dendam di Meja Operasi

Ulasan Hyper Knife: Obsesi, Pengkhianatan, dan Dendam di Meja Operasi

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Pasokan Gas RI Bertambah Setelah Sumur Jangkrik North East-6 Beroperasi

Pasokan Gas RI Bertambah Setelah Sumur Jangkrik North East-6 Beroperasi

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Komisi II DPR Minta Anggota KPU Terlibat Pasal Selundupan Gibran Diblacklist

Komisi II DPR Minta Anggota KPU Terlibat Pasal Selundupan Gibran Diblacklist

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Busuk Membandel di dalam Kulkas Mati?

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Busuk Membandel di dalam Kulkas Mati?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Beri Catatan Kritis dari Pangan hingga Kesejahteraan Guru

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Beri Catatan Kritis dari Pangan hingga Kesejahteraan Guru

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:11 WIB

Saat Pesantren dan Ormas Islam Jadi Pahlawan Pendidikan di Pelosok Bogor

Saat Pesantren dan Ormas Islam Jadi Pahlawan Pendidikan di Pelosok Bogor

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:11 WIB

Pakai Minyak Zaitun atau Body Lotion Dulu Biar Kulit Glowing? Ini Urutannya yang Tepat

Pakai Minyak Zaitun atau Body Lotion Dulu Biar Kulit Glowing? Ini Urutannya yang Tepat

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Bocoran Rapat Kabinet, Prabowo Mau Renovasi 407 RS di Seluruh Indonesia

Bocoran Rapat Kabinet, Prabowo Mau Renovasi 407 RS di Seluruh Indonesia

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:06 WIB

Khalid Basalamah Ungkap Biaya Percepatan Haji US$4.500 per Jemaah di Sidang Korupsi

Khalid Basalamah Ungkap Biaya Percepatan Haji US$4.500 per Jemaah di Sidang Korupsi

Sumsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:06 WIB

Penyebab Rupiah Meloyo dan Betah di Level Rp18.000 Hari Ini

Penyebab Rupiah Meloyo dan Betah di Level Rp18.000 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:05 WIB

×