Konglomerat Indonesia Terancam Pidana Denda Rp 3,6 M di Singapura

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:58 WIB
Konglomerat Indonesia Terancam Pidana Denda Rp 3,6 M di Singapura
Kris Taenar Wiluan, konglomerat Indonesia tersandung kasus di Singapura.[WONG KWAI CHOW]

Suara.com - Konglomerat asal Indonesia tersandung kasus manipulasi penjualan saham semu di Singapura dengan ancaman denda hingga Rp 3,6 miliar.

Menyadur The Straits Time, Jumat (7/8/2020), Kris Taenar Wiluan, kepala eksekutif perusahaan KS Energy terancam 112 dakwaan terkait dengan pelanggaran Pasal 197 dari Securities and Futures Act terkait kasus kecurangan dan perdagangan saham semu.

Pria yang juga pendiri Grup Citramas Indonesia tersebut, dituduh menyuruh karyawannya, Ho Chee Yen, untuk menginstruksikan perwakilan perdagangan dari CIMB Sekuritas (Singapura) untuk melakukan perdagangan saham KS Energy melalui akun perdagangan Pacific One Energy antara Desember 2014 dan September 2016.

Tujuan dari perdagangan tersebut diduga untuk mendongkrak harga saham perusahaan crazy rich asal Batam tersebut.

Atas perannya yang dituduhkan, Ho menghadapi 92 dakwaan melanggar Securities and Futures Act.

Jika terbukti bersalah, Kris Wiluan dapat dijatuhi hukuman penjara hingga tujuh tahun dan denda maksimal 250.000 dolar (sekitar Rp 3,6 miliar).

Pria 71 tahun tersebut juga dituduh menginstruksikan Ngin Kim Choo, perwakilan perdagangan CIMB Securities yang melayani akun perdagangan Pacific One, untuk melakukan perdagangan semu di saham KS Energy, "dengan tujuan untuk mendongkrak" harga antara Mei dan Juli 2016, dan pada Juni 2015.

Kris Wiluan pernah menduduki peringkat 40 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes pada 2009 dengan kekayaan bersih pribadi mencapai 240 juta dolar (Rp 3,4 triliun).

Ho dituduh bersekongkol dengan sengaja membantu Wiluan dengan menyampaikan instruksinya kepada Ngin dan Yeo Jin Lui, pedagang lain dengan CIMB Securities, untuk melakukan perdagangan saham KS Energy, antara Desember 2014 dan September 2016, melalui akun perdagangan Pacific One dengan tujuan untuk mendongkrak harga saham.

Diwakili oleh Penasihat Senior Jimmy Yim dan Tuan Mahesh Rai dari Drew & Napier, Wiluan dibebaskan dengan jaminan pengadilan sebesar 250.000 dolar (Rp 3,6 miliar).

Ho, yang diwakili oleh Mr Chia Kok Seng dari KSCGP Juris, dibebaskan dengan jaminan pengadilan sebesar 70.000 dolar (sekitar 1 miliar). Keduanya juga telah menyerahkan paspor masing-masing ke pihak berwenang.

Pada 2017, Wiluan dan putranya Richard James Wiluan diperiksa oleh Departemen Urusan Komersial (CAD) dalam penyelidikannya terhadap potensi pelanggaran Pasal 197 dari Securities and Futures Act.

Pada saat itu, Wiluan mengirimkan jaminan polisi dan dibebaskan setelah pemeriksaan, sementara putranya dibebaskan tanpa jaminan.

"Keduanya telah berjanji kepada dewan bahwa mereka akan terus bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan, termasuk memberikan akses ke semua data elektronik, peralatan TI, dan perangkat penyimpanan data mereka mulai Januari 2015." jelas KS Energy Singapore Exchane pada 2017.

Saham KS Energy, saat ini dalam daftar pantauan SGX, ditutup pada 1,6 sen pada hari Rabu (5/8/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Hal Wajib Dilakukan Jika Terjadi Resesi, Investasi sampai Dana Darurat!

5 Hal Wajib Dilakukan Jika Terjadi Resesi, Investasi sampai Dana Darurat!

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus:  Momentum Bangkitkan Pertanian

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus: Momentum Bangkitkan Pertanian

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:07 WIB

Ibas Sebut Zaman SBY Ekonomi Meroket, Dedek Uki: Tidak Istimewa Juga

Ibas Sebut Zaman SBY Ekonomi Meroket, Dedek Uki: Tidak Istimewa Juga

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 17:01 WIB

Terkini

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:21 WIB

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:19 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:56 WIB

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:50 WIB

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:00 WIB

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:58 WIB

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:21 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:10 WIB

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:05 WIB