Baca Alquran Sembari Kemaluannya Dipegang Guru Ngaji, 3 Anak Trauma

Reza Gunadha

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 19:08 WIB
Baca Alquran Sembari Kemaluannya Dipegang Guru Ngaji, 3 Anak Trauma
Ilustrasi

Suara.com - Korban pencabulan yang diduga dilakukan oknum guru mengaji berinisial AN (60) di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami perubahan perilaku atau trauma.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Makassar AKP Ismail mengatakan, dalam penanganan kasus dugaan pencabulan ini, sudah ada tiga orang korban yang melapor secara resmi di Mapolrestabes Makassar.

Ketiga korban yang melapor tersebut masing-masing diketahui JF (9), KNF (10), dan AAM (9).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata Ismail, sebagian korban mengaku sudah lebih dari satu kali dicabuli oleh AN. 

"Sebagian korban mengatakan bahwa dia sudah lebih dari satu kali. Itu kan bisa membuat anak-anak menjadi trauma atau seperti apa ya. Tapi itu nanti akan dijelaskan dalam bentuk laporan psikolog. Jadi semua kita tunggu hasilnya," kata Ismail di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Sabtu (8/8/2020).

Ismail mengemukakan dalam kasus ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan psikolog untuk dapat mengetahui secara pasti apakah korban yang dicabuli oknum guru mengaji mengalami perubahan perilaku atau trauma.

"Psikolog sudah. Kami sudah koordinasi dengan psikolog, dan dia sudah memberikan juga secara singkat gambaran-gambarannya nanti. Tapi mereka akan mempercepat hasilnya," ungkapnya.

Selain itu, kata dia, para korban juga telah menjalani pemeriksaan visum. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik dan psikis korban yang diperiksa.

"Hasilnya belum keluar karena kemarin visumnya baru dilakukan. Yang sebelumnya satu orang itu tanggal 30 (Juli 2020) dilakukan. Kemudian kemarin juga dilakukan dua. Itu saya sudah komunikasi dengan dokter forensik, supaya segera dikeluarkan itu hasil visum," kata dia.

baca juga

"Saya juga sudah komunikasi dengan pihak P2TPA, tapi yang sudah diasesmen di sana itu ada 5. Tapi yang baru melaporkan di sini dan kita sudah melakukan visum untuk membantu menguatkan betul terjadi tidak pindana atau bagaimana itu baru 3," Ismail menambahkan.

Ismail menjelaskan, kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh AN ini terjadi di Kecamatan Biringkanaya, Makassar beberapa waktu lalu. 

Awalnya, orang tua korban menitipkan anaknya kepada AN untuk belajar mengaji di halaman rumah pelaku.

Bukannya mengajar, AN yang telah menjadi guru mengaji selama setahun itu malah melakukan pencabulan dengan menyentuh alat vital korban.

"Jadi anak-anak ini pada saat diajari, oknum guru mengajinya ini duduk di samping anak-anak tersebut. Kemudian guru mengaji ini memasukkan tangannya ke balik pakaiannya korban. Memegang kemaluannya seperti itu atau memegang alat vital," terang Ismail.

Ismail belum dapat memastikan sudah berapa banyak korban yang dicabuli AN. Oleh karena itu, ia berharap agar para korban yang merasa pernah dicabuli AN dapat segera melapor ke polisi.

"Nanti kita lihat itu. Tergantung dari korbannya, kalau memang ada korban tentu dia segera melapor kepada kami supaya kami segera ambil keterangan untuk mengambil langkah lanjut untuk memastikan itu terjadi atau bagaimana," ujar dia.

Dalam penanganan kasus ini, katanya, pihaknya juga akan segera melakukan pemeriksaan terhadap AN selaku terlapor.

"Secepatnya. Jadi kita kuatkan dulu penyelidikannya. Kita tunggu hasil visumnya. Namanya anak-anak, ada namanya pendamping dari pekerja sosial, dari psikolog. Itu kalau sudah ada semua, tentu kita akan segera melakukan gelar perkara untuk ditindaklanjuti ke penyidikan," katanya.

Sementara pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum Makassar Nur Afikah menambahkan dalam pemeriksaan, bobot pertanyaan yang diberikan kepada korban adalah pertanyaan yang tidak membuat trauma.

"Kita memberikan arahan ceritakan sebenarnya apa yang terjadi, tidak usah takut. Apalagi di sini kan PPA ini khusus perempuan dan anak, jadi penyidiknya itu sudah terlatih untuk memeriksa anak," katanya.

"Jadi fokus pendampingan kami itu kepada korban, apakah korban ini pada saat pemeriksaan tidak tertekan misalnya, tidak mengalami trauma kembali. Makanya kami harus dampingi," sambung Afikah.

Setelah laporan kasus dugaan pencabulan tersebut dilimpahkan, kata dia, pihaknya akan tetap terus melakukan pendampingan agar tidak terjadi deskriminasi terhadap para korban.

"Kalau korban kan dipersidangan itu diwakili oleh jaksa. Petinggi jaksa di sini sebagai pengacara negara. Jadi kami sebagai pendamping hanya memonitoring, menegah jalannya persidangan apakah tidak ada diskriminasi," tutur Afikah.

Diberitakan sebelumnya, agar aksi pencabulan tersebut tidak diketahui, pelaku memakai modus dengan memberikan uang jajan kepada korban.

Hal ini dilakukan AN, agar para korban tidak menceritakan kejadian itu kepada orang lain. Terutama kepada orang tua korban.

"Kemarin waktu ibunya saya ambil keterangannya di kantor itu, katanya dikasihkan uang Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, kadang juga tidak dikasih setelah kejadian itu. Mungkin karena ketidakpahaman anak-anak apa sih yang terjadi, hanya uang jajan saja sudah ini cukup," kata Akifah.

Dari kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru mengaji ini, dikabarkan sudah ada 6 anak yang menjadi korban.

"Kalau menurut keterangan dari infonya kemarin yang ada di kantor ada sekitar 6 anak," kata dia.

Kasus ini terkuak, setelah orang tua korban curiga dengan perilaku anaknya yang menolak ketika disuruh pergi mengaji.

"Itu penolakannya tidak pergi mengaji, itu dicurigai orang tuanya. Di situ timbul. Kenapa tidak mau pergi mengaji?" kata Afifah.

Kontributor : Muhammad Aidil

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejumlah Anak Dicabuli Guru Ngaji Sembari Baca Alquran

Sejumlah Anak Dicabuli Guru Ngaji Sembari Baca Alquran

News | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:41 WIB

Ritual Guru Ngaji Cabul Doakan Anak SD: Baca Ayat Sambil Remas Payudara

Ritual Guru Ngaji Cabul Doakan Anak SD: Baca Ayat Sambil Remas Payudara

Jatim | Rabu, 11 Maret 2020 | 14:59 WIB

Guru Ngaji Cabul Remas Payudara Anak SD Agar Doa Lacar Ujian Terkabul

Guru Ngaji Cabul Remas Payudara Anak SD Agar Doa Lacar Ujian Terkabul

Jatim | Rabu, 11 Maret 2020 | 14:21 WIB

Dalih Pahala Jadi Modusnya, Guru Ngaji Cabuli Para Murid saat Ajarkan Salat

Dalih Pahala Jadi Modusnya, Guru Ngaji Cabuli Para Murid saat Ajarkan Salat

Banten | Sabtu, 01 Februari 2020 | 16:41 WIB

Dicabuli Posisi Rukuk, 8 Murid Jadi Korban Guru Ngaji Modus Ajarkan Salat

Dicabuli Posisi Rukuk, 8 Murid Jadi Korban Guru Ngaji Modus Ajarkan Salat

Banten | Jum'at, 31 Januari 2020 | 18:20 WIB

Modus Hafalkan Amalan, Guru Ngaji Sodomi Muridnya

Modus Hafalkan Amalan, Guru Ngaji Sodomi Muridnya

News | Kamis, 21 November 2019 | 09:52 WIB

Terkini

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:32 WIB

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik

Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:08 WIB

×