Presiden Aoun Menolak Investigasi Internasional Ledakan Beirut

BBC

BBC

Minggu, 09 Agustus 2020 | 07:41 WIB
Presiden Aoun Menolak Investigasi Internasional Ledakan Beirut
Presiden Lebanon Michel Aoun telah menolak seruan diadakannya penyelidikan internasional atas ledakan di Beirut. Dia mengatakan pihak berwenang setempat akan memeriksa apakah itu dipicu oleh "campur tangan eksternal" seperti bom. (BBC)

Keputusan untuk menyimpan begitu banyak bahan peledak di gudang dekat pusat kota telah menimbulkan ketidakpercayaan banyak orang Lebanon.

Pada hari Rabu, Presiden Aoun menjanjikan penyelidikan transparan oleh otoritas Lebanon dan untuk "meminta pertanggungjawaban dari mereka yang lalai bertanggung jawab, dan memberikan mereka hukuman yang paling berat".

Namun, seruan untuk penyelidikan internasional telah berkembang sejak saat itu.

Presiden mengesampingkan seruan itu pada hari Jumat, dengan mengatakan, "Tujuan di balik seruan untuk penyelidikan internasional atas masalah pelabuhan adalah untuk mencairkan kebenaran."

Presiden Aoun juga mengatakan penyelidikan yang didukung pemerintah itu mencari tiga kemungkinan: kelalaian, kecelakaan atau apa yang dia sebut sebgai "campur tangan eksternal melalui roket atau bom atau tindakan lain".

Para pejabat mengatakan ledakan itu tampaknya dipicu oleh api dan sejauh ini belum ada bukti tentang kemungkinan ketiga yang disebutkan oleh Aoun.

Dua puluh satu orang telah ditangkap - di antaranya Badri Daher, Direktur Jenderal Otoritas Bea Cukai Lebanon.

Gerakan Hizbullah yang didukung Iran, membantah terlibat dalam ledakan itu, bersikeras bahwa kelompoknya tidak mengendalikan pelabuhan dan tidak menyimpan senjata atau amunisi di sana.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menyatakan dalam pidatonya, "Bukan gudang senjata, bukan pabrik rudal, tidak satu pun rudal, tidak satu pun senapan, tidak satu pun bom, tidak peluru, tidak nitrat. Tidak ada sama sekali. Tidak sekarang dan tidak di masa lalu."

Sementara itu para pemimpin internasional dijadwalkan untuk mengambil bagian dalam konferensi virtual negara donor pada hari Minggu yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Macron dikerumuni di jalan-jalan, kerumunan orang menyerukan intervensi dari luar saat ia mengunjungi Beirut awal pekan setelah ledakan.

Prancis, bekas kekuatan kolonial, memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan Lebanon-yang gagal membayar utang luar negerinya pada Maret tetapi tidak dapat menyetujui program reformasi dengan pemberi pinjaman internasional untuk mendapatkan dana talangan.

Presiden AS Donald Trump akan ikut hadir bersama pemimpin negara lainnya dalam pertemuan virtual negara donor.

Lebih jauh tentang ledakan Beirut Ledakan 'non-nuklir terbesar' Beirut 'hancurkan separuh kota dan picu krisis kemanusiaan' Lebanon: Teori-teori konspirasi menyebar di sosial media, mulai dari bom nuklir hingga serangan rudal Israel dan Amerika Serikat Kehancuran dan kekacauan setelah ledakan di Beirut dalam rangkaian foto Ledakan Beirut: Bagaimana gudang yang menyimpan senyawa amonium nitrat 2.750 ton bisa meledak?

Pada hari Jumat, badan-badan PBB memperingatkan tentang krisis kemanusiaan di Lebanon, termasuk kemungkinan kekurangan makanan dan ketidakmampuan untuk melanjutkan penanganan pandemi Covid-19.

Banyak negara telah menawarkan bantuan, AS mengumumkan pada hari Jumat bahwa negara itu berencana untuk segera mengirim makanan dan obat-obatan senilai 15 juta dollar AS (sekitar Rp219 miliar)

Inggris telah mengeluarkan bantuan darurat senilai £ 5 juta (setara Rp95 miliar) dan mengerahkan kapal Angkatan Laut Kerajaan ke Lebanon.

Perdana Menteri Boris Johnson berbicara dengan Presiden Aoun pada hari Sabtu (08/08) dan menyampaikan "simpati terdalam Inggris kepada rakyat Lebanon", kata Downing Street.

Lebih Detil Mengenai Korban

Kedutaan Besar Suriah mengatakan 43 orang warga Suriah termasuk di antara mereka yang tewas akibat ledakan itu. Laporan menunjukkan beberapa orang di antaranya adalah pekerja pelabuhan.

Lebanon menampung lebih dari satu juta orang warga Suriah setelah masuknya migran yang dipicu oleh konflik panjang di Suriah.

Korban lainnya adalah istri duta besar Belanda. Hedwig Waltmans-Molier tewas karena luka-luka yang dideritanya dalam ledakan itu, kata kementerian luar negeri Belanda.

Pihak berwenang Lebanon mengatakan 60 orang masih hilang tetapi harapan memudar untuk menemukan seseorang yang masih hidup di reruntuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Iran Hujani Israel dengan Rudal, Jenderal Teheran Ancam Serangan Lebih Besar Jika Dibalas

Iran Hujani Israel dengan Rudal, Jenderal Teheran Ancam Serangan Lebih Besar Jika Dibalas

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:58 WIB

Anggota Parlemen Lebanon: Tanpa Hizbullah, Israel Sudah Caplok Negara Kami

Anggota Parlemen Lebanon: Tanpa Hizbullah, Israel Sudah Caplok Negara Kami

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:40 WIB

Iran Serang Target Militer di Palestina Utara, Kedubes di Jakarta Tegaskan Hak Bela Diri

Iran Serang Target Militer di Palestina Utara, Kedubes di Jakarta Tegaskan Hak Bela Diri

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:05 WIB

Gencatan Senjata, Menhan Katz: Pasukan Israel Tetap di Lebanon

Gencatan Senjata, Menhan Katz: Pasukan Israel Tetap di Lebanon

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:14 WIB

Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon

Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:35 WIB

Netanyahu Abaikan Trump! Zionis Israel Bunuh 9 Warga Lebanon Termasuk Tenaga Medis

Netanyahu Abaikan Trump! Zionis Israel Bunuh 9 Warga Lebanon Termasuk Tenaga Medis

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:25 WIB

Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat

Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 07:56 WIB

Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel

Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel

Video | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila

Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:53 WIB

Donald Trump Bentak Netanyahu: Kamu Gila?

Donald Trump Bentak Netanyahu: Kamu Gila?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:34 WIB

Terkini

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:50 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:02 WIB

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:55 WIB

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:44 WIB