Tolak RUU Omnibus Law, 1000 Massa KPSI Bakal Demo ke DPRD Babel Besok

Dwi Bowo Raharjo

Minggu, 09 Agustus 2020 | 22:57 WIB
Tolak RUU Omnibus Law, 1000 Massa KPSI Bakal Demo ke DPRD Babel Besok
Ketua Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) Bangka Belitung (Babel), Darusman Asman. (Ist)

Suara.com - Ketua Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Bangka Belitung (Babel), Darusman Asman, mengatakan pihaknya akan mengelar demo menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di gedung DPRD Babel, Senin (10/8/2020), besok.

Demo akan di ikuti sekitar 1000 orang dari massa buruh yang berasal dari 5 Kabupaten dan Kota meliputi Pangkalpinang, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Bangka Barat.

"Katanya menciptakan lapangan kerja tetapi yang menjadi korban pekerja yang sudah bekerja. Ada kebijakan-kebijakan yang tidak pro pekerja dan merugikan pekerja. Logikanya setiap revisi seharusnya untuk kebaikan, kalau perbaikan intinya lebih baik dari yang sebelumnya," ujar Darusman, Minggu (9/8/2020), pukul 21.30 WIB.

Darusman menjelaskan, pihaknya sebelumnya juga telah melakukan audensi beberapa kali dengan Komisi IV DPRD Babel tanpa menurunkan massa. Namun sayangnya audensi yang dilakukan tidak mendapatkan respon.

"Atas dasar itu kawan-kawan yang sudah direncanakan sejak lama, karena terbentur pandemi COVID-19 maka kita tunda. Namun setelah news normal insya Allah besok akan kami lakukan," terang Darusman.

Darusman menegaskan dalam aksi demo yang akan berlangsung, pihaknya akan menurunkan sekitar 1000 massa buruh dari pulau Bangka. Namun dia menegaskan jika sudah ada upaya dari oknum yang menghalang-halangi.

"Kami menafsirkan ada pihak yang menghalang halangi. Sebenarnya kami mau menurunkan 2000 orang, tapi ada doktrin yang dirasakan teman - teman tapi bukan dari petugas melainkan oknum yang tidak senang dengan KPSI," terang Darusman.

Darusman mengatakan, rencana menurunkan massa pihak KPSI Babel telah menerima ancaman dari oknum melalui pesan WhatsAap.

"Oknum itu bukan berasal dari aparat, bisa saja dari oknum yang tidak suka dengan KPSI. Ancaman sudah ada dalam bentuk WA," terangnya.

Rencananya dalam aksi demo, KPSI di kantor DPRD Babel akan diikuti sekitar 1000 massa buruh yang berasal dari Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang.

"Untuk jumlah tidak bisa kita prediksi. Kalau dari hasil rapat kami hari ini ada sekitar 1000 orang dari semulanya 2000 orang. Kawan-kawan ini banyak takut juga. Kalau tidak ada gangguan pasti lebih karena anggota DPD KPSI Babel semuanya berjumlah 12.000 orang," jelasnya.

baca juga

Kontributor : Wahyu Kurniawan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Minta Anies Datang ke Pulau Pari Bantu Urus Konflik Lahan

Warga Minta Anies Datang ke Pulau Pari Bantu Urus Konflik Lahan

News | Kamis, 06 Agustus 2020 | 19:08 WIB

GMBB Demo, Kritisi Dana Hibah Rp 8,3 Miliar untuk Bangun Kejari Bangka

GMBB Demo, Kritisi Dana Hibah Rp 8,3 Miliar untuk Bangun Kejari Bangka

News | Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:29 WIB

Hari Ini, Kamis 6 Agustus Drumer SID Jerinx Dipanggil Polda Bali

Hari Ini, Kamis 6 Agustus Drumer SID Jerinx Dipanggil Polda Bali

News | Kamis, 06 Agustus 2020 | 04:50 WIB

Pemdes di Klaten Didemo, BLT Warga Miskin Malah Dinikmati Pegawai BUMN

Pemdes di Klaten Didemo, BLT Warga Miskin Malah Dinikmati Pegawai BUMN

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2020 | 19:30 WIB

Tagihan Listrik Mahal, Pengelola Rusunawa di Makassar Digeruduk Emak-Emak

Tagihan Listrik Mahal, Pengelola Rusunawa di Makassar Digeruduk Emak-Emak

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 13:13 WIB

Terkini

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

×