Saling Dukung di Pilkada 2020, Koalisi Gerindra-PDIP hingga Pilpres 2024?

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Kamis, 13 Agustus 2020 | 11:04 WIB
Saling Dukung di Pilkada 2020, Koalisi Gerindra-PDIP hingga Pilpres 2024?
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat berbincang dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat tiba di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019). [Antara Foto/Rangga Pandu Asmara]

Suara.com - Setelah berseteru di Pilpres 2019, hubungan Gerindra dan PDI Perjuangan belakangan semakin mesra. Berawal dari masuknya Gerindra dalam koalisi pemerintah, kini kemesraan hubungan kedua partai itu berlanjut dengan koalisi di sejumlah daerah Pilkada 2020.

Sebagaimana diketahui, baik Gerindra maupun PDI Perjuangan saling dukung mendukung terutama di tiga wilayah daerah Pilkada, yakni Tangerang Selatan, Solo, dan Medan.

Masing-masing dari tiga daerah tersebut turut mengusung keluarga dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan keluarga dari Joko Widodo (Jokowi) yang notabenenya merupakan presiden yang diusung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ada nama Rahayu Saraswati Djojohadikusomo, yang tak lain adalah keponakan Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang diusung menjadi calon wakil wali kota Tangsel.

Sementara dari keluarga Jokowi, ada nama Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution yang masing-masing diusung menjadi cawalkot Solo dan cawalkot Medan.

Melihat kemesraan kedua partai dalam Pilkada 2020 menjadi tanda tanya sendiri apakah pertanda hubungan Gerindra dan PDIP bakal langgeng hingga Pilpres 2024?

Kondisi itu bak mengulang mengulang koalisi sebagaimana pernah dilakukan oleh kedua partai di Pilpres 2009.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin memandang hal tersebut belum tentu terjadi.

Sebab, kata dia, politik saat ini masih begitu dinamis di mana masih bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dinamika yang terjadi.

baca juga

Karena itu kemesraan Gerindra-PDIP saat ini bukam menjadi rujukan politik ke depannya, terlebih untuk Pilpres 2024.

"Semua masih serba kemungkinan.
Dan dalam sejarah sudah kita buktikan, kemesraan Megawati dan Prabowo itu naik-turun, panas-adem, dan naik turun. Kemesraan di Pilkada juga hal biasa. Karena diikat oleh kepentingan yang sama. Namun jika kepentingannya berbeda, kemesraan pun bisa ambyar," tutur Ujang dihubung Suara.com, Kamis (13/8/2020).

Menurut Ujang, hubungan naik turun antara Gerindra dan PDIP dapat dilihat mulai dari Pilpres 2009 di mana keduanya mesra.

Namun lima tahun kemudian di 2014 keduanya berbeda koalisi hingga di 2019 dan baru bergabung lagi usai adanya rekonsiliasi pada tahun kemarin.

"Kita masih ingat di Pilpres 2009 Megawati dan Prabowo berpasangan sebagai capres dan cawapres. Lalu kalah oleh SBY-Budiono. Megawati dan Prabowo membuat perjanjian batu, di mana Megawati mendukung Prabowo untuk Capres di 2014. Tapi faktanya, Megawati dukung Jokowi, 2019 juga Megawati dukung Jokowi. Setelah ada rekonsiliasi baru Megawati dan Prabowo mesra kembali hingga saat ini," tutur Ujang.

Karena itu, menurutnya, kemesraan antara Gerindra dan PDIP yang kini terlihat di tingkat nasional maupun di sejumlah daerah Pilkada 2020, belum bisa menjadi acuan untuk peta politik keduanya pada Pilpres 2024.

"Untuk ke depan belum tentu. Karena tergantung dinamika politik yang berkembang. Dan tergantung kepentingan politik masing-masing," ucap Ujang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Bawaslu: APD Sangat Penting untuk Penyelenggara Pilkada 2020

Ketua Bawaslu: APD Sangat Penting untuk Penyelenggara Pilkada 2020

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 02:05 WIB

PDIP Usung 8 Petahana di Pilkada 12 Daerah di Sulsel

PDIP Usung 8 Petahana di Pilkada 12 Daerah di Sulsel

News | Rabu, 12 Agustus 2020 | 21:39 WIB

Demokrat dan PPP Resmi Koalisi di 23 Daerah Pilkada 2020

Demokrat dan PPP Resmi Koalisi di 23 Daerah Pilkada 2020

Video | Rabu, 12 Agustus 2020 | 21:00 WIB

Bareng Demokrat di 23 Daerah, PPP Belum Beri Keputusan untuk Pilkada Medan

Bareng Demokrat di 23 Daerah, PPP Belum Beri Keputusan untuk Pilkada Medan

News | Rabu, 12 Agustus 2020 | 18:40 WIB

AHY: Demokrat Bersama PPP di 23 Daerah untuk Pilkada 2020

AHY: Demokrat Bersama PPP di 23 Daerah untuk Pilkada 2020

News | Rabu, 12 Agustus 2020 | 18:09 WIB

PKS Bertahan Usaha Lawan Gibran Sampai 6 September, Masih Percaya Keajaiban

PKS Bertahan Usaha Lawan Gibran Sampai 6 September, Masih Percaya Keajaiban

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2020 | 17:54 WIB

Bikin Geger, Status WA Anggota DPRD Riau dari Gerindra Pamerkan Video Cabul

Bikin Geger, Status WA Anggota DPRD Riau dari Gerindra Pamerkan Video Cabul

News | Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:00 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×