Sejarawan Peter Carey Patahkan Klaim-klaim Film Jejak Khilafah di Nusantara

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Jum'at, 21 Agustus 2020 | 22:07 WIB
Sejarawan Peter Carey Patahkan Klaim-klaim Film Jejak Khilafah di Nusantara
Sampul film Jejak Khilafah di Nusantara (ist)

Suara.com - Sejarawan asal Inggris, Peter Carey, menegaskan kekhalifahan Turki Utsmani tidak memiliki hubungan dengan Kesultanan Islam di Keraton Yogyakarta, seperti yang diklaim dalam film Jejak Khilafah di Nusantara.

Pernyataan ini, diutarakan oleh profesor yang telah meneliti kerajaan Jawa selama 40 tahun itu, untuk membantah klaim-klaim dalam film tersebut.

Untuk diketahui, Peter Carey yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk meneliti Pangeran Diponegoro tersebut, memprotes namanya dicatut dalam Film Jejak Khilafah di Nusaantara.

Melalui pernyataan tertulisnya yang diterima Suara.com, Profesor Peter menyatakan tidak ada bukti dokumen arsip Turki Utsmani yang menunjukkan adanya hubungan dengan Kesultanan Demak (1475-1558).

Peter Carey menyampaikan materi mengenai barang jarahan keraton Yogyakarta di YouTube. - (YouTube/Historia.id)
Peter Carey menyampaikan materi mengenai barang jarahan keraton Yogyakarta di YouTube. - (YouTube/Historia.id)

Tak pula ada dokumentasi era Turki Utsmani yang menyatakan mereka memiliki kontak dengan raja pertama Kesultanan Demak, yakni Raden Patah (bertakhta, 1475–1518).

"Kesultanan yang ada di Pulau Jawa tidak dianggap sebagai vassal (bawahan) atau naungan Turki Utsmani, termasuk juga bukan wakil sultan-sultan Utsmani di Jawa," demikian penjelasan Profesor Peter yang dikorespondensikan bersama Dr Ismail Hakki Kadi, peneliti sejarah yang telah lama mengulik dokumen di Arsip Utsmani di Istanbul.

Mereka memaparkan, tidak ada dokumen sejarah yang menunjukkan panji 'Tunggul Wulung' merupakan bukti Yogyakarta adalah wakil dari Turki Utsmani di Jawa.

Dr Kadi menyebutkan, jika ada satu saja dari ‘legenda-legenda’ di atas yang memiliki dukungan bukti sejarah, ia pasti telah memasukkannya ke dalam hasil penelitiannya yang terbaru.

Penelitian yang dimaksud dikerjakan bersama Prof  ACS Peacock dari Universitas St Andrew’s di Skotlandia, berjudul Ottoman-Southeast Asian Relations; Sources from the Ottoman Archives (Leiden: Brill, 2019), dua jilid.

baca juga

Sebelumnya, Peter Carey mengajukan keberatan kepada tim produksi film Jejak Khilafah di Nusantara karena mencatutkan namanya tanpa izin.

Film Jejak Khilafah di Nusantara yang diluncurkan pada Minggu (2/8/2020) lalu, dibuat oleh Nicko Pandawa dan Komunitas Literasi JKDN.

Dalam film itu, ditampilkan sejumlah tokoh seperti mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto, mantan Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib, dan Felix Siauw.

Selain itu, sejumlah pembicara juga turut ditampilkan dalam film dokumenter itu seperti Teuku Zulkarnaen, Mizuar Mahdi, Alwi Alatas, Moeflich Hasbullah dan Peter Carey.

Namun, Peter Carey yang telah meneliti Perang Jawa atau Perang Diponegoro selama lebih dari 40 tahun itu berkeberatan atas pencatutan dirinya tanpa persetujuan dalam film tersebut.

"...sangat tidak jujur dan tidak sopan untuk mencantumkan nama seorang narasumber dalam poster film tanpa izin dari narasumber tersebut. Menurut pengalaman saya, saya hampir selalu dimintai foto dan CV oleh penyelenggara acara untuk keperluan reklama," kata Peter dalam keterangan tertulis yang dibagikan oleh akun Twitter Christopher Reinhart.

Peter mengakui, dirinya sempat dimintakan wawancara untuk menjelaskan tentang Perang Diponegoro yang telah ditelitinya.

Namun, ia tak pernah diberitahu hasil wawancara itu ditujukan untuk penggarapan sebuah film.

Film Jejak Khilafah di Nusantara diblokir

Film 'Jejak Khilafah di Nusantara' menuai polemik di kalangan masyarakat. Film tersebut diblokir ditengah-tengah siaran langsung secara virtual.

Film Jejak Khilafah di Nusantara yang diluncurkan pada Minggu (2/8/2020) lalu, dibuat oleh Nicko Pandawa dan Komunitas Literasi JKDN.

Film tersebut diputar perdana pada Kamis (20/8/2020), namun film tersebut sempat diblokir beberapa kali di tengah pemutaran film.

Akun Instagram @jejakkhilafahdinusantara mengunggah pengumuman tersebut. Akun tersebut mengunggah tampilan layar saat film diblokir.

"Video tidak tersedia. Konten ini tidak tersedia di domain negara ini karena ada keluhan hukum dari pemerintah," demikian isi notifikasi pemblokiran film seperti dikutip Suara.com, Jumat (21/8/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Film Jejak Khilafah di Nusantara Diblokir Saat Siaran Langsung

Heboh Film Jejak Khilafah di Nusantara Diblokir Saat Siaran Langsung

News | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 09:57 WIB

Namanya Dicatut dalam Film Jejak Khilafah di Nusantara, Peter Carey Protes

Namanya Dicatut dalam Film Jejak Khilafah di Nusantara, Peter Carey Protes

News | Senin, 10 Agustus 2020 | 15:32 WIB

Fadli Zon Desak Keraton Jogja Tagih 57 Ton Emas yang Pernah Dijarah Rafless

Fadli Zon Desak Keraton Jogja Tagih 57 Ton Emas yang Pernah Dijarah Rafless

News | Senin, 27 Juli 2020 | 19:53 WIB

Keturunan HB II Minta Inggris Pulangkan Jarahan, Ini Kata Pemerhati Sejarah

Keturunan HB II Minta Inggris Pulangkan Jarahan, Ini Kata Pemerhati Sejarah

Jogja | Senin, 27 Juli 2020 | 19:07 WIB

Kassian Cephas, Fotografer Pertama Indonesia yang Magang di Keraton Jogja

Kassian Cephas, Fotografer Pertama Indonesia yang Magang di Keraton Jogja

Jogja | Rabu, 17 Juni 2020 | 12:46 WIB

Gara-Gara Pandemi, Wisuda Abdi Dalem Keraton Jogja Dilakukan Bergiliran

Gara-Gara Pandemi, Wisuda Abdi Dalem Keraton Jogja Dilakukan Bergiliran

Jogja | Selasa, 09 Juni 2020 | 18:45 WIB

Terkini

Investor Kripto Diingatkan Jangan Asal Transaksi

Investor Kripto Diingatkan Jangan Asal Transaksi

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 08:10 WIB

Genjot Ekonomi Lokal, UMKM Dapat Fasilitas Baru

Genjot Ekonomi Lokal, UMKM Dapat Fasilitas Baru

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 08:02 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, Okupansi Hotel Tembus 86%

Jelang MotoGP Mandalika, Okupansi Hotel Tembus 86%

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 08:00 WIB

Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten

Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten

Surakarta | Selasa, 29 September 2026 | 07:53 WIB

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:49 WIB

Urutan Zodiak Paling Dingin dan Tidak Punya Perasaan, Sikapnya Bikin Salah Paham

Urutan Zodiak Paling Dingin dan Tidak Punya Perasaan, Sikapnya Bikin Salah Paham

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:47 WIB

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:46 WIB

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 07:45 WIB

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

×