Klub Seks di Inggris Kembali Buka, Pelanggan Harus Isi Formulir

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Selasa, 25 Agustus 2020 | 16:11 WIB
Klub Seks di Inggris Kembali Buka, Pelanggan Harus Isi Formulir
Ilustrasi prostitusi. (Shutterstock)

Suara.com - Pembatasan sosial atau lockdown akibat pandemi virus Corona memiliki impak besar terhadap sektor bisnis, tak terkecuali industri seks komersial.

Setelah tutup sejak 14 Maret sesuai kebijakan pemerintah, salah satu klub seks di London, Le Boudoir telah kembali dibuka.

Menyadur Metro, Selasa (25/8/2020), klub seks yang hanya dibuka untuk anggota terdaftar itu, dibuka kembali dengan berbagai ketentuan baru, yang sebelumnya tak pernah diterapkan.

Demi menghindari penyebaran infeksi virus Corona, Le Boudoir mengurangi kapasitas pengunjung yang datang.

Pada setiap lantaninya kini dipasang selotip sebagai tanda jarak aman dari masing-masing pengunjung. Kecuali bagi yang datang bersama, mereka tak diwajibkan menjaga jarak sosial.

Le Boudoir kekinian juga menyediakan hand sanitizer dan sabun di berbagai tempat. Mereka juga mengatakan telah menyiapkan stok cairan pembersih dalam jumlah banyak.

Kendati merupakan klub seks dengan anggota terdaftar, tiap pengunjung yang datang juga diwajibkan untuk mengisi formulir.

Formulir itu akan digunakan sebagai data yang nantinya memudahkan pihak terkait untuk melacak masing-masing pengunjung apabila muncul kasus Covid-19 di tempat tersebut.

"Untuk menambah sedikit hiburan ekstra, selain erangan dan erangan, juga akan ada seorang pianis yang akan bermain mulai pukul 10 malam," tulis Metro.

baca juga

Bagi pengunjung yang belum siap kembali ke klub, Le Boudoir turut menyediakan layanan daring. Mereka berharap pelanggannya dapat bersenang-senang secara virtual.

Sebelum Inggris melonggarkan pembatasan sosial, industri seks di Negero Ratu Elizabeth sempat amat terpukul dengan pandemi virus Corona.

Sejak April, para pekerja seks komersial (PSK) mulai mengeluh karena tidak lagi mendapat penghasilan akibat semua layanan ditutup.

"Kami menghadapi krisis besar," kata Niki Adams dari English Collective of Prostitutes, dilansir dari The Guardian, Selasa (14/4/2020).

"Tidak ada yang mau melanggar aturan dan menempatkan diri sendiri dan orang lain dalam bahaya, tetapi mereka yang masih bekerja tidak punya pilihan lain," tambahnya.

Pada satu situs web dewasa, ada sekitar 800 pekerja seks di Inggris yang 'tersedia untuk dipesan'. Sekitar 150 pekerja di antaranya berada di London.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Wanita Bangladesh jadi Pekerja Seks di Dubai, Dalangnya Bos Hotel

Ratusan Wanita Bangladesh jadi Pekerja Seks di Dubai, Dalangnya Bos Hotel

News | Selasa, 14 Juli 2020 | 16:20 WIB

Intip Belahan Dada Lewat CCTV, Pekerja Seks di Thailand Ingin Bunuh Diri

Intip Belahan Dada Lewat CCTV, Pekerja Seks di Thailand Ingin Bunuh Diri

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2020 | 19:15 WIB

Cerita Pekerja Seks Bertahan saat Pandemi: Banyak Konsumen Melupakan Saya

Cerita Pekerja Seks Bertahan saat Pandemi: Banyak Konsumen Melupakan Saya

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 07:29 WIB

Langgar Aturan Jaga Jarak, Pekerja Seks di Singapura Didenda Rp 70 Juta

Langgar Aturan Jaga Jarak, Pekerja Seks di Singapura Didenda Rp 70 Juta

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2020 | 21:54 WIB

Mengintip Industri Seks Komersial di India

Mengintip Industri Seks Komersial di India

News | Sabtu, 23 Januari 2016 | 06:20 WIB

Terkini

Terinspirasi Perjalanan Hidup Bahlil, Golkar Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp200 Juta

Terinspirasi Perjalanan Hidup Bahlil, Golkar Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp200 Juta

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Taktik Jitu STY, Masuk dari Bangku Cadangan Rizky Ridho Buat Persija Menang Comeback Atas Persik

Taktik Jitu STY, Masuk dari Bangku Cadangan Rizky Ridho Buat Persija Menang Comeback Atas Persik

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Sumbar | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Tren Warna Rambut 2027: Terinspirasi Warna Alam, dari Ungu hingga Oranye

Tren Warna Rambut 2027: Terinspirasi Warna Alam, dari Ungu hingga Oranye

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:49 WIB

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:35 WIB

×