Kasus Covid-19 Melonjak, Korsel Desak Dokter Batalkan Aksi Mogok Kerja

Rendy Adrikni Sadikin | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Rabu, 26 Agustus 2020 | 11:46 WIB
Kasus Covid-19 Melonjak, Korsel Desak Dokter Batalkan Aksi Mogok Kerja
Ilustrasi dokter / tenaga medis / tenaga kesehatan (pixabay/DarkoStojanovic)

Suara.com - Korea Selatan mendesak para dokter untuk kembali bekerja, di tengah upaya mereka dalam melakukan pemogokan selama tiga hari, sebagai ptotes atas penanganan krisis pandemi virus corona.

Menyadur Channel News Asia, pemogokan kerja para dokter diadakan saat Korsel terus mengalami lonjakan infeksi virus corona dengan kasus harian baru mencapai 320.

Ribuan dokter di seluruh Korsel disebutkan melakukan mogok kerja selama tiga hari mulai dari Rabu (26/8), sebagai upaya untuk menuntut perbaikan kerja pemerintah dalam menghadapi krisis kesehatan, termasuk menambah jumlah dokter.

Aksi mogok kerja pada Rabu (26/8) ini memaksa lima rumah sakit umum besar negara itu membatasi jam kerja dan menunda sejumlah jadwal operasi.

Awal pekan ini, para dokter mencapai kesepakatan dengan pemerintah untuk menangani pasien virus corona, namun gagal menemukan kompromi terkait permasalahan yang lebih luas.

Tim Medis Korea Selatan (BBC Indonesia)
Tim Medis Korea Selatan (BBC Indonesia)

"Pemerintah saat ini tak punya pilihan selain mengambil tindakan hukum yang diperlukan seperti perintah untuk membuka jam praktik agar tidak membahayakan nyawa dan keselamatan warga," ujar Menteri Kesehatan Korsel, Park Neung-hoo.

"Kami mendesak semua tenaga training dan semua dokter untuk segera kembali bekerja," sambungnya.

Park menyebut Asosiasi Medis Korea (KMA) dan Asosiasi Penduduk Intern Korea (KIRA) telah menolak beberapa tawaran pemerintah.

Dalam sebuah pertanyaan, KMA mengatakan komunitas medis selalu terbuka untuk segala kemungkinan dalam diskusi dengan para pemerintah, dan para dokter enggan melakukan aksi mogok.

"Kami dengan tulus ingin kembali. Kmai meminta warga untuk mendengarkan suara kami sehingga kami dapat bertemu dengan pasien secepat mungkin," ujar pernyataan KMA.

Anggota KMA dan KIRA menyatakan mereka menentang sejumlah rencana pemerintah dalam dunia medis untuk beberapa tahun mendatang.

Termasuk meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran, mendirikan sekolah kedokteran umum, mengizinkan asuransi pemerintah untuk menanggung lebih banyak pengobatan tradisional, dan memperkenalkan lebih banyak telemedicine.

Mahasiswa kedokteran, bagaimana pun, mengatakan rencana itu tidak perlu karena akan membanjiri pasar yang sudah kompetitif.

Mereka mengatakan dana tambahan lebih baik digunakan untuk meningkatkan gaji dokter training yang ada, guna mendorong mereka pindah dari Seoul menuju ke daerah pedesaan yang lebih banyak membutuhkan profesional kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Habis Bapaknya, Giliran Anak Presiden Brasil Terinfeksi Corona

Habis Bapaknya, Giliran Anak Presiden Brasil Terinfeksi Corona

News | Rabu, 26 Agustus 2020 | 10:25 WIB

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Sekolah di Korea Selatan Kembali Ditutup

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Sekolah di Korea Selatan Kembali Ditutup

Health | Selasa, 25 Agustus 2020 | 17:15 WIB

Pengunjung Sepi Karena Pandemi, Resor Mewah Disulap Jadi Kolam Ikan

Pengunjung Sepi Karena Pandemi, Resor Mewah Disulap Jadi Kolam Ikan

News | Selasa, 25 Agustus 2020 | 16:10 WIB

Bukan Cuma Perawatan, Ini Rahasia Kulit Memukau Korea yang Perlu Kamu Tahu!

Bukan Cuma Perawatan, Ini Rahasia Kulit Memukau Korea yang Perlu Kamu Tahu!

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2020 | 15:00 WIB

150 Siswa Positif Covid-19, Sekolah di Korea Selatan Tutup

150 Siswa Positif Covid-19, Sekolah di Korea Selatan Tutup

Health | Selasa, 25 Agustus 2020 | 14:59 WIB

Gawat! Hampir 400 Kasus Baru Covid-19 Terjadi Korea Selatan dalam Sehari

Gawat! Hampir 400 Kasus Baru Covid-19 Terjadi Korea Selatan dalam Sehari

Health | Minggu, 23 Agustus 2020 | 15:12 WIB

Gegara Demo, Kasus Virus Corona di Korea Selatan Meroket

Gegara Demo, Kasus Virus Corona di Korea Selatan Meroket

Health | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 10:03 WIB

Terkini

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB