Vaksin Covid-19 Tak Bertahan Lama, Dosisnya 2 Kali Suntik per Orang

Kamis, 27 Agustus 2020 | 13:26 WIB
Vaksin Covid-19 Tak Bertahan Lama, Dosisnya 2 Kali Suntik per Orang
Peneliti meriset pembuatan vaksin Merah Putih di salah satu laboratorium PT Bio Farma (Persero), Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Suara.com - Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan vaksin Covid-19 yang kini dikembangkan antara perusahaan asal Indonesia dengan sejumlah perusahaan luar negeri memiliki sistem vaksinasi dua kali.

Menurutnya, proses itu dilakukan dengan melibatkan vaksin Sinovac maupun vaksin hasil kerja sama PT Kimia Farma dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), G42 Healthcare Holdings.

"Baik Sinovac dan G-42 konsep vaksinasinya adalah dua kali. Kapasitas dari UEA ada 220 juta, tapi komitmen hari ini untuk 2020 adalah 10 juta vaksin dan 2021 50 juta vaksin. Jadi kalau diakumulasi dari kerja sama UEA dan China kita akan mendapatkan 30 juta vaksin di 2020," kata Erick dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Kamis (27/8/2020).

Erick mengatakan dengan konsep dua kali vaksinasi, maka otomatis satu orang membutuhkan dua dosis vaksin. Dengan begitu, dari jumlah vaksin yang tersedia 30 juta dibagi menjadi dua maka total jumlah orang yang divaksinasi tahun ini hanya 15 juta orang.

Ia sekaligus menekankan bahwa vaksin yang dikembangkan itu tidak bersifat selamanya. Di mana, vaksin yang disuntikan hanya bertahan dalam jangka waktu tertentu, sehingga vaksinan perlu dilakukan kembali secara berkala.

"Untuk tahun 2021 sendiri, total komitmen ini kita masih meng-arrange ada yang 290 juta sampai 340 juta. Kami tekankan ada dua kali dosis penyuntikan dengan jeda dua minggu. Sebagai catatan vaksin untuk Covid-19 yang ditemukan hari ini jangkanya masih 6 bulan sampai 2 tahun. Jadi bukan vaksin yang disuntik selamanya," kata dia. 

Erick berujar, dari hasil konfirmasi terakhir dengan pihak terkait, diketahui bahwa vaksin Covid-19 itu dapat disuntikan kepada remaja hingga dewasa usia 18-59 tahun.

"Tapi usia di atas 59 sudah bisa menerima vaksin dan sekarang terus dikembangkan vaksin untuk 18 tahun ke bawah termasuk anak-anak. Ini masih ada prosesnya," kata Erick.

Vaksinasi Berulang

Baca Juga: Rusia Tawarkan Vaksin Sputnik V, Klaim Harganya Lebih Murah dari yang Lain

Seorang pakar dari Inggris menyebut bahwa virus corona mungkin akan tetap ada selamanya. Selain itu, orang-orang kemungkinan besar membutuhkan vaksinasi rutin untuk melawannya.

Dilansir dari Standard UK, Sir Mark Walport, mantan kepala penasihat ilmiah dan anggota Kelompok Penasehat Ilmiah untuk Keadaan Darurat (Sage), mengatakan kepada program Hari Ini Radio BBC 4 bahwa pandemi akan dikendalikan dengan "vaksinasi global".

Namun, dia mengatakan bahwa Covid-19 tidak akan menjadi penyakit seperti cacar yang dapat diberantas dengan vaksinasi.

“Ini adalah virus yang akan bersama kita selamanya dalam beberapa bentuk atau lainnya dan hampir pasti akan membutuhkan vaksinasi berulang,” katanya.

“Jadi seperti flu, orang perlu vaksinasi ulang secara berkala.”

Peringatannya muncul ketika seorang ahli medis senior menyarankan Inggris mungkin perlu meningkatkan pengujian dari level saat ini 150.000 per hari menjadi hingga 10 juta sehari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI