Seorang Pemburu yang Diyakini Bunuh 500 Gajah Dihukum Penjara 30 Tahun

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 27 Agustus 2020 | 21:55 WIB
Seorang Pemburu yang Diyakini Bunuh 500 Gajah Dihukum Penjara 30 Tahun
Ilustrasi gajah. (Unsplash/Jager)

Suara.com - Seorang pemburu yang diyakini bunuh lebih dari 500 gajah, dijatuhi hukuman penjara 30 tahun atas dakwaan perdagangan gading dan berusaha membunuh penjaga taman di Republik Kongo.

Menyadur Telegraph, Kamis (27/8/2020), Mobanza Mobembo Gérard yang dijuluki 'Penjagal Nouabale Ndoki' Taman Nasional, dijatuhi hukuman penjara dan denda yang cukup berat.

Diyakini bahwa pria 35 tahun tersebut, pertama kali memulai perburuan pada tahun 2008 dan segera memimpin tim yang terdiri dari sekitar 25 pemburu liar untuk membunuh ratusan gajah hutan langka dengan senjata kelas militer.

Warga Republik Demokratik Kongo tersebut dihukum pekan lalu oleh pengadilan di wilayah Sangha Republik Kongo, menurut Wildlife Conservation Society (WSC).

Menurut laporan Telegraph bahwa Gérard sudah dipenjara beberapa kali oleh penjaga selama tiga tahun terakhir tetapi selalu berhasil keluar atau melarikan diri.

Pengadilan dan hukumannya menandai hukuman pidana pertama dari seorang penyelundup satwa liar di Republik Kongo. Sebelumnya, kejahatan lingkungan diadili di pengadilan sipil dan dikenakan hukuman maksimal lima tahun.

Gérard juga harus membayar ganti rugi sebesar 68.000 dolar (Rp 1 miliar) kepada penjaga taman satwa yang terluka akibat insiden penyerangannya.

"Penahanan ini adalah yang pertama dalam pertempuran melawan perburuan dan penyelundupan ilegal produk satwa liar," kata Richard Malonga, kepala WCS Kongo yang bekerja di taman Nouabale Ndoki.

"Ini menciptakan peluang untuk mengkriminalisasi tindakan perburuan, dan menghukum para pemburu dengan lebih kejam." tambahnya.

baca juga

"Hukuman itu mengirimkan pesan yang sangat kuat bahwa kejahatan terhadap satwa liar tidak akan ditoleransi dan akan dituntut setinggi-tingginya," kata direktur regional WCS Emma Stokes dalam sebuah pernyataan dikutip dari Telegraph.

Taman Nasional Nouabale Ndoki di utara Republik Kongo dibuat pada 1993 dan dinobatkan sebagai situs warisan dunia UNESCO pada 2012.

Ilustrasi gading gajah.[Unsplash/Pawan Sharma]
Ilustrasi gading gajah.[Unsplash/Pawan Sharma]

Taman nasional tersebut adalah suaka langka di Afrika tengah untuk gajah hutan, gorila dan simpanse yang terancam punah.

Seratus tahun yang lalu, diperkirakan ada 10 juta gajah yang berkeliaran di sabana dan hutan Afrika. Namun berkat perdagangan gading dan perburuan menghancurkan populasi gajah di benua tersebut.

Saat ini diperkirakan hanya ada 350.000 gajah yang tersisa di Afrika dan sekitar 10 hingga 15.000 di antaranya dibunuh setiap tahun untuk diambil gadingnya.

Sebagian besar gading dikirim ke Asia Timur dan dijadikan perhiasan, ornamen, dan kadang-kadang menjadi obat tradisional China.

China secara historis menjadi pembeli gading terbesar, tetapi permintaan di sana dilaporkan turun secara signifikan sejak Beijing melarang perdagangan gading pada akhir 2017.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seorang Pawang Tewas Diterkam Singa Putih Peliharaannya Sendiri

Seorang Pawang Tewas Diterkam Singa Putih Peliharaannya Sendiri

News | Kamis, 27 Agustus 2020 | 20:28 WIB

Afrika Resmi Bebas dari Polio, Ini Sejarah Penyakit Polio di Dunia

Afrika Resmi Bebas dari Polio, Ini Sejarah Penyakit Polio di Dunia

Health | Rabu, 26 Agustus 2020 | 15:03 WIB

Bunuh 500 Ekor Gajah, Pemburu Terkenal Ini Diganjar 30 Tahun Penjara

Bunuh 500 Ekor Gajah, Pemburu Terkenal Ini Diganjar 30 Tahun Penjara

News | Rabu, 26 Agustus 2020 | 13:00 WIB

Terkini

Mengapa Donald Trump Tidak Bisa Jadi Presiden 3 Periode Amerika Serikat?

Mengapa Donald Trump Tidak Bisa Jadi Presiden 3 Periode Amerika Serikat?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:18 WIB

Jelang HUT RI, Ikon Pahlawan Solo Ini Dipoles hingga Bersih

Jelang HUT RI, Ikon Pahlawan Solo Ini Dipoles hingga Bersih

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:53 WIB

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

×