Belasan Lumba-lumba Mati akibat Minyak Tumpah, LSM Desak Penyelidikan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 21:06 WIB
Belasan Lumba-lumba Mati akibat Minyak Tumpah, LSM Desak Penyelidikan
Ilustrasi lumba-lumba di laut lepas. (Pixabaywerdepate)

Suara.com - Greenpeace mendesak pemerintah Mauritius untuk melakukan penyelidikan segera setelah belasan lumba-lumba mati terdampar di pantai, sebulan setelah insiden minyak tumpah akibat kapal kandas.

"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan dan mengkhawatirkan bagi rakyat Mauritius," ujar Happy Khambule, manajer kampanye iklim dan energi senior Greenpeace Afrika disadur dari Al Jazeera, Jumat (28/8/2020).

"Greenpeace mengimbau pihak berwenang untuk melakukan otopsi secepatnya, transparan dan publik terhadap bangkai yang dikumpulkan." sambungnya.

Kapal MV Wakashio milik Jepang menghantam terumbu karang di lepas pantai pulau Samudra Hindia pada 25 Juli dan mulai menumpahkan minyak pada 6 Agustus, membuat pemerintah Mauritius mengumumkan keadaan darurat lingkungan.

Tumpahan minyak tersebut menyebar ke wilayah terumbu karang yang terancam punah, memengaruhi ikan dan kehidupan laut lainnya. Beberapa ilmuwan menyebutkan insiden tersebut sebagai bencana ekologi terburuk di negara itu.

Dampak tumpahan masih terasa, kata para ilmuwan, dan kerusakan dapat memengaruhi Mauritius dan ekonominya yang bergantung pada pariwisata selama beberapa dekade.

Menurut laporan Associated Press pada Rabu mengutip kelompok lingkungan dan ahli mengatakan setidaknya 14 lumba-lumba mati terdampar di pantai Mauritius.

Lumba-lumba lainnya terdampar di darat dan tampak sakit parah, menurut konsultan lingkungan Sunil Dowarkasing.

"Ini hari yang mengerikan. Kami melihat lumba-lumba ini berenang ke pantai dalam kesusahan dan kemudian mati," kata Dowarkasing, mantan anggota parlemen. "Kami belum pernah melihat kematian mamalia laut yang sangat cerdas seperti ini. Tidak pernah."

baca juga

Jasvin Sok Appadu, pejabat pemerintah dari kementerian perikanan, menyebutkan 17 lumba-lumba mati akibat terdampar.

"Lumba-lumba yang mati itu memiliki beberapa luka dan darah di sekitar rahang mereka, namun tidak ada jejak minyak. Yang selamat, sekitar 10, tampak sangat lelah dan hampir tidak bisa berenang," kata Appadu kepada kantor berita Reuters.

Seorang juru bicara kelompok lingkungan Mauritian lokal Eco-Sud menyerukan agar hasil otopsi diumumkan ke publik. Mereka juga ikut ikut terlibat selama otopsi untuk lebih memahami mengapa lumba-lumba mati, tetapi masih menunggu tanggapan dari pihak berwenang.

Kantor berita AFP melaporkan setidaknya sembilan paus berkepala melon juga terdampar di pantai negara itu. Beberapa ditemukan hidup namun kemudian mati di pantai tenggara Grand Sable.

Pejabat pemerintah daerah Preetam Daumoo mengatakan kepada AFP bahwa dia telah melihat 13 paus mati dan satu masih hidup. Pihak berwenang melakukan otopsi untuk beberapa bangkai ikan tersebut.

Daumoo, salah satu warga, mengatakan dia khawatir hewan yang terdampar itu akibat kapal yang kandas dan menumpahkan lebih dari 1.000 ton bahan bakar ke perairan. Namun, para ahli mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apa yang menyebabkan kematian hewan tersebut.

Owen Griffiths, dari Masyarakat Konservasi Laut Mauritius, mengatakan kepada AFP, "ini mungkin kebetulan yang sangat disayangkan", mengacu pada kejadian serupa pada tahun 2005.

"Kemungkinan besar mereka mengikuti sekumpulan ikan ke dalam laguna, menjadi bingung, tidak dapat menemukan jalan keluar ke laut lagi dan mencoba menuju ke laut langsung di atas terumbu karang alih-alih menemukan celah. Dalam kepanikan dan stres mereka bertabrakan dengan karang, habis dan mati," katanya.

"Pada tahap ini, kami belum mengetahui penyebab kematian. Otopsi dengan analisis kandungan lambung dan pemeriksaan paru-paru - untuk mencari jejak minyak - perlu dilakukan."

Mauritius telah meminta bantuan darurat kepada PBB, termasuk bantuan dari para ahli tumpahan minyak dan perlindungan lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sakit, Perdana Menteri Jepang Akan Mundur?

Sakit, Perdana Menteri Jepang Akan Mundur?

News | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 17:27 WIB

Bak Buang Air di Bikini Bottom, Toilet Kafe Ini Dilengkapi Akuarium Raksasa

Bak Buang Air di Bikini Bottom, Toilet Kafe Ini Dilengkapi Akuarium Raksasa

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 09:16 WIB

14 Lumba-Lumba Mati di Mauritius, Dekat Tumpahan Minyak Kapal Jepang

14 Lumba-Lumba Mati di Mauritius, Dekat Tumpahan Minyak Kapal Jepang

News | Kamis, 27 Agustus 2020 | 12:12 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×