Dukung Aksi Edo Kondologit, Natalius Pigai: Ini Rasis dan Teror di Papua

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Minggu, 30 Agustus 2020 | 20:19 WIB
Dukung Aksi Edo Kondologit, Natalius Pigai: Ini Rasis dan Teror di Papua
Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Eks komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendukung aksi musisi Jazz Edo Kondologit yang protes soal kematian adik iparnya di dalam sel tahanan.

Natalius Pigai mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan kepada orang Papua. Ia menanyakan kepada Presiden Joko Widodo mengapa orang-orang dari tanah Cendrawasih sering mendapat perlakuan kasar.

"Saya mengutuk keras tindakan biadab anggota Polisi. Saudara Jokowi apa salah kami orang Papua sehingga sejak Anda jadi presiden kami selalu dibantai," tulis Natalius melalui Twitter-nya, Minggu (30/8/2020).

Lebih lanjut, Natalius menganggap bahwa kekerasan yang dialami oleh adik ipar Edo Kondologit hingga menyebabkan kematian merupakan tindakan yang rasis.

"Ini rasis dan terorisme negara di Papua. Saudara Edo lawan saja ketidakadilan. Kami ini Gorila yang tidak akan pernah kalah melindungi bangsanya," sambung Natalius.

Natalius Pigai mendukung aksi Edo Kondologit. (Twitter/@NataliusPigai2)
Natalius Pigai mendukung aksi Edo Kondologit. (Twitter/@NataliusPigai2)

Sebelumnya, Edo Kondologit terekam menumpahkan amarahnya diduga terkait dengan kematian ganjil adik iparnya.

Lewat video berdurasi berdurasi 2 menit 20 detik, Edo Kondologit yang mengenakan setelan kemeja hitam dan celana hitam tampak meluapkan emosinya di depan umum.

Dengan penuh emosi, ia menyampaikan agar menyudahi semua permainan sandiwara yang ada. Penyanyi yang kerap menyuarakan kedamaian itu juga menyampaikan rasa sakit hati karena perilaku tidak adil yang ada di Indonesia.

Ia berteriak kepada seseorang di depannya sambil mengacung-acungkan jari telunjuk. Penuh emosi, Edo mengaku akan menuntut keadilan kepada seluruh jajaran Polda hingga Polsek di wilayahnya.

baca juga

Selanjutnya Edo berteriak bahwa Riko, adik iparnya merupakan korban dari sistem. Sambil menghadap kepada warga yang ada di belakangnya, ia mengatakan banyak tindak kejahatan di kawasan Doom seperti peredaran minuman keras dan narkoba yang tak ada penindakan tegas dari aparat terkait.

Pria kelahiran 5 Agustus 1967 ini mengaku sudah mengantongi bukti bahwa polisi mengetahui dan membiarkan peredaran narkoba dan minuman keras disekitar tempat itu.

"Saya akan buat laporan ke Propam agar kasus ini dituntut sampai tuntas," ujar Edo sambil mengacungkan tangannya.

Dengan emosi yang sudah mulai mereda, ia kemudian menyampaikan bahwa pihaknya menyerahkan Riko kepada pihak kepolisian dengan baik. Namun, kurang dari 24 jam adiknya dikembalikan dalam kondisi tak bernyawa.

Oleh karena itu, Edo menuntut keadilan di atas negara hukum. Ia kembali berteriak menyampaikan bahwa seseorang hanya bisa dinyatakan bersalah dalam proses pengadilan dan bukan oleh petugas kepolisian.

Ia sempat meminta maaf karena sudah emosi, namun ia juga kembali menjelaskan keadaannya yang sudah sakit hati dengan ketidakadilan di negara ini. Sempat mereda, ia kembali emosi sambil memberi peringatan kepada polisi.

Pihak keluarga secara baik-baik menyerahkan adiknya ke pihak kepolisian, dan bukan ditangkap oleh aparat berwenang. Ibunya menyerahkan sang adik kepada polisi karena yakin bahwa anaknya akan dibina. Sayang, putranya pulang tak bernyawa.

"Tidak adil negara ini, harus diusut tuntas. Kapolres, kapolsek semua harus diusut tuntas," ujar Edo dengan penuh amarah.

Edo menyatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum dan bukan neagra yang berjalan atas asas suka-suka saja. Ia lantas menyilangkan tangannya di depan dada, seolah ingin meredam amarah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait soal dugaan kekerasan yang menyebabkan kematian adik ipar Edo Kondologit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Edo Kondologit, Penyanyi Jazz Indonesia yang Peduli Dengan Papua

Profil Edo Kondologit, Penyanyi Jazz Indonesia yang Peduli Dengan Papua

News | Minggu, 30 Agustus 2020 | 19:12 WIB

Adik Iparnya Tewas di Tahanan, Edo Kondologit: Saya Sakit Hati Sekali

Adik Iparnya Tewas di Tahanan, Edo Kondologit: Saya Sakit Hati Sekali

Jogja | Minggu, 30 Agustus 2020 | 15:35 WIB

Selama Pandemi Corona, Kekerasan Terhadap Perempuan di Sumut Meningkat

Selama Pandemi Corona, Kekerasan Terhadap Perempuan di Sumut Meningkat

News | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 02:10 WIB

Mengharukan, Sama-sama Terpapar Covid-19 Istri Dekap Peti Jenazah Suami

Mengharukan, Sama-sama Terpapar Covid-19 Istri Dekap Peti Jenazah Suami

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 17:19 WIB

Merasa Difitnah, Terduga Pelaku Pelecehan Seksual UII Mengaku Tertekan

Merasa Difitnah, Terduga Pelaku Pelecehan Seksual UII Mengaku Tertekan

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 10:17 WIB

Anggota DPR Asal Papua Gebrak Meja saat Sampaikan Kondisi Tanah Kelahiran

Anggota DPR Asal Papua Gebrak Meja saat Sampaikan Kondisi Tanah Kelahiran

News | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 09:35 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×