Ngeri! Seorang Wanita Hamil Dibunuh dan Dicuri Bayinya

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 02 September 2020 | 12:46 WIB
Ngeri! Seorang Wanita Hamil Dibunuh dan Dicuri Bayinya
Ilustrasi wanita hamil.[Pexels/Leah Kelley]

Suara.com - Seorang wanita hamil di Brasil ditemukan tewas dengan luka di bagian perut dan bayinya hilang dicuri oleh temannya sendiri.

Menyadur The Sun, Rabu (2/9/2020), Flavia Godinho Mafra, ditemukan tewas oleh suaminya sendiri di sebuah rumah di Santa Catarina, Brasil Jumat lalu.

Awalnya ibu muda berusia 24 tersebut diajak oleh seorang temannya untuk mengadakan baby shower untuk menyambut kelahiran anaknya di sebuah rumah di Santa Catarina.

Namun ternyata acara tersebut hanya akal-akalan untuk menjebak Flavia.

Sesampainya di tempat tersebut, kepala Flavia dipukul dengan batu bata dan menyayat perut Flavia untuk mengambil bayinya.

Pasangan itu kemudian membawa bayi yang diperkirakan berusia 36 minggu dalam kandungan ke rumah sakit setempat tempat mereka ditangkap.

Flavia ditemukan oleh suaminya sendiri dengan bekas luka di bagian leher dan sayatan di perut, serta menemukan bahwa bayinya sudah tidak ada.

Menurut keterangan polisi, teman Flavia tersebut mengaku menyerang Flavia dengan batu bata untuk membunuhnya dan mencuri bayinya.

Polisi mengatakan temannya itu mengaku mengalami keguguran tahun lalu, dan menjadi terobsesi untuk mencuri seorang bayi.

baca juga

Menurut kantor berita lokal NSC Total, bayi perempuan itu kini berada di Rumah Sakit Anak Florianopolis, untuk perawatan medis dan dalam keadaan baik-baik saja.

Pihak berwenang akan melakukan otopsi untuk memastikan apakah bayi tersebut diambil dari ibunya sebelum atau setelah dia dibunuh.

Brasil merupakan salah satu negara yang mendapatkan cap sebagai salah satu negara dengan kasus pembunuhan yang tidak sedikit.

Dikutip dari Daily Mail, pada tahun 2018, sebelum pandemi Covid-19 menyerang, tercatat 63.380 orang menjadi korban pembunuhan atau meningkat 3,9 persen dari tahun sebelumnya, data dari Forum Keamanan Publik Brasil (BFPS).

Angka kasus perkosaan juga meningkat menjadi 60.018 kasus tahun 2018 atau naik 8 persen dari tahun sebelumnya.

Jika diambil rata-rata, pada 2017 angka pembunuhan di Brasil tercatat 30,8 untuk tiap 100.000 penduduk, naik dari 29,9 pada 2016.

Penyebab terjadinya pembunuhan tersebut karena kekerasan antarkelompok yang semakin marak dan kondisi kekacauan politik pada tahun tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klub Brasil Ini Resmikan Transfer Lionel Messi dari Barcelona

Klub Brasil Ini Resmikan Transfer Lionel Messi dari Barcelona

Bola | Senin, 31 Agustus 2020 | 16:23 WIB

Suku Amazon Buka Blokade Jalan di Brasil, Tunggu Tanggapan Pemerintah

Suku Amazon Buka Blokade Jalan di Brasil, Tunggu Tanggapan Pemerintah

News | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 12:27 WIB

Polemik Sayap Ayam, Brasil Minta China Buktikan Jejak Virus Corona

Polemik Sayap Ayam, Brasil Minta China Buktikan Jejak Virus Corona

Health | Kamis, 27 Agustus 2020 | 11:05 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×