Pejabat Sebut Radikalisme Masuk Lewat Masjid, Ini Respons Tengku Zulkarnain

Dany Garjito | Hernawan | Suara.com

Kamis, 03 September 2020 | 18:56 WIB
Pejabat Sebut Radikalisme Masuk Lewat Masjid, Ini Respons Tengku Zulkarnain
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain [Twitter @ustadtengkuzul]

Suara.com - Pernyataan seorang pejabat yang tidak lain Menteri Keagamaan Fachrul Razi mendapat respons dari sejumlah tokoh, salah satunya Tengku Zulkarnain Wakil Sekretaris Jenderal MUI.

"Ada pejabat yang terang-terangan bilang 'Terorisme masuk lewat masjid anak good looking. Sudah berani terang-terangan mengatakan radikalisme masuk lewat masjid?" tulis Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter pribadinya Kamis (3/9/2020).

"Apa kalian mau menutup masjid kayak di China sana ya? Berarti dalam pandangan mereka yang radikal itu hanya muslim?" sambungnya.

Respons Tengku Zulkarnain ini berangkat dari pernyataan Menteri Keagamaan Fachrul Razi yang mengatakan bahwa radikalisme masuk lewat masjid dan anak good looking.

Facrul Razi mengungkapkan pernyataan sebelum saat mengisi webinar bertajuk 'Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara', di kanal YouTube milik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) pada Rabu (2/9/2020).

Respon Tengku Zulkarnain atas kasus radikalisme (Twitter/@uztadtengkuzul).
Respon Tengku Zulkarnain atas kasus radikalisme (Twitter/@uztadtengkuzul).

"Caranya masuk gampang. Pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arabnya bagus, hafiz, mereka mulai masuk," tutur Fachrul Razi dalam acara tersebut.

Narasi yang disampaikan Fachrul Razi tersebut memang dinilai sensitif, sehingga kemudian mendapat respons dari berbagai pihak.

Dalam cuitan Tengku Zulkarnain selanjutnya, ia mengimbau agar kaum muslimin tetap waspada, rapatkan barisan, dan jangan pernah lengah.

"Kaum muslimin mesti waspada, rapatkan barisan, dan jangan lengah," ungkapnya.

"Islam dan Umat Islam terang-terangan sudah dijadikan tersangka. Follow dan ikuti wejangan Ulama dan Da'i yang anti suap, anti liberisme, sekularisme, dan pluralisme. NKRI milik Umat Islam, bukan milik penumpang gelap," lanjut Tengku Zulkarnain.

Baru sekitar satu jam, respons awal Tengku Zulkarnain tersebut telah diretweets lebih dari 200 kali dan disukai oleh lebih dari 600 pengguna Twitter.

Berbagai komentar warganet pun turut hadir pada unggahan Tengku Zulkarnain ini.

Beberapa dari mereka tampak tidak sepakat dengan respons dari Tengku Zulkarnain.

"Buktinya apa ya radikal masuk lewat masjid? Yang kayak gimana bentuknya?" tutur seorang warganet.

"Ini tuduhan serius tanpa dasar, bahkan bisa dibilang fitnah terhadap pemuda yang aktif di masjid. Orang sholeh di masjid dicurigai, apa dia lebih suka lihat generasi muda yang rusak di luar masjid?" timpal warganet yang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapi Ucapan Fachrul Razi, Zara: Good Looking Gimana?

Tanggapi Ucapan Fachrul Razi, Zara: Good Looking Gimana?

News | Kamis, 03 September 2020 | 15:02 WIB

Tengku ke Puan: Sejak Kapan Sumbar Bukan Pendukung Negara Pancasila?

Tengku ke Puan: Sejak Kapan Sumbar Bukan Pendukung Negara Pancasila?

News | Kamis, 03 September 2020 | 07:15 WIB

Cerita saat Salat Jumat di Masjid Kementerian, Menag: Khutbahnya Menakutkan

Cerita saat Salat Jumat di Masjid Kementerian, Menag: Khutbahnya Menakutkan

News | Kamis, 03 September 2020 | 05:13 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB