alexametrics

Digelar Musim Pagebluk, Pilkada 2020 Diharap Tak Jadi Klaster Corona

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
Digelar Musim Pagebluk, Pilkada 2020 Diharap Tak Jadi Klaster Corona
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (tengah) tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (28/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Pihak KPU sendiri sudah menyesuaikan diri untuk menghadirkan protokol kesehatan dalam tahapan-tahapan Pilkada Serentak 2020.

Suara.com - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 kini memasuki masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman berharap perhelatan pesta demokrasi tersebut tidak menjadi klaster baru bagi penularan virus Corona (Covid-19).

Sebagai pihak penyelenggara, Arief berharap Pilkada Serentak 2020 dapat terlaksana sebagaimana mestinya. Apalagi saat ini harus dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 yang memaksa penyesuaian dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Arief saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi dengan tema Kesiapsiagaan Satpol PP dan Satlinmas dalam Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 melalui video konferensi, Jumat (4/9/2020).

Baca Juga: Berangkat ke KPU, Gibran-Teguh Naik Sepeda Ontel

"Tahapan pencalonan kemudian tahapan kampanye, setelah itu kemudian tahapan pemungutan suara adalah tahapan yang melibatkan banyak pihak maka penerapan aturan yang ketat itu akan sangat diperlukan," kata Arief.

Pihak KPU sendiri sudah menyesuaikan diri untuk menghadirkan protokol kesehatan dalam tahapan-tahapan Pilkada Serentak 2020. Apalagi saat masa pemungutan suara, KPU memastikan tidak ada kerumunan massa dan juga menyediakan protokol kesehatan di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

Maksimalnya persiapan yang dilakukan oleh KPU membuat Arief berharap kalau Pilkada Serentak 2020 bisa menjadi ajang perlawanan penyebaran virus, bukan malah menjadi klaster baru.

"Penerapan aturan yang ketat itu akan sangat diperlukan untuk bersama-sama menjaga agar pemilihan kepala daerah ini tidak menjadi bagian dari penyebaran virus Covid-19 tapi justru menjadi bagian gerakan bersama untuk mencegah menyebarnya virus Covid-19."

Baca Juga: Pilkada Medan 2020, Akhyar Nasution Optimis Menang Lawan Menantu Jokowi

Komentar