Bunda Teresa, Sosoknya di Mata Keponakan

Deutsche Welle | Suara.com

Jum'at, 04 September 2020 | 21:06 WIB
Bunda Teresa, Sosoknya di Mata Keponakan
[DW Indonesia].

Suara.com - Nyaris 19 tahun setelah wafat pada 5 September 1997, Bunda Teresa dinyatakan sebagai orang suci oleh Vatikan tahun 2016.

Namun ia terlahir sebagai manusia biasa. Bagaimana sosoknya di mata kemenakannya?

Alois Gumbar adalah seorang pandai emas yang cukup terkenal di Skopje, ibu kota Macedonia Utara (dulu bernama Macedonia) negara kelahiran Bunda Teresa,  bibinya.

Toko perhiasan milik Alois Gumbar yakni Toko Luis hanya berjarak sekitar 200 meter dari tempat kelahiran bibinya yang terkenal itu.

Tidak jauh dari sana, terdapat rumah yang didirikan untuk mengenang dan menghormati sang bibi yang lahir ke dunia dengan nama Agnes Gondza Bojadziu.

Hari itu Alois Gumbar berada di tokonya, berdiri di antara rak-rak yang penuh dengan kilauan permata.

Selamanya ia menghargai kenangan akan pertemuan dengan bibinya yang hanya terjadi beberapa kali.

Gumbar mengenang kunjungan Bunda Teresa ke Skopje pada tahun 1980.

Saat itu, perempuan yang dikenal pengasih ini dinobatkan sebagai warga negara kehormatan kota kelahirannya.

Bunda Teresa pun datang dan menanam tiga pohon pinus di alun-alun di pusat kota.

"Dia tiba di Skopje dengan dua pasang sandal. Yang satu sudah compang-camping, yang lainnya masih baru. Saya bertanya kepadanya: Mengapa tidak pakai yang baru?

Dia menjawab: 'Perjalananku panjang, dan akan lama, Anakku. Aku harus menyimpan yang baru'," kenang Gumbar. Saat itu, perempuan yang pada tahun 2016 dinyatakan sebagai santa ini datang membawa tas yang sangat kecil.

Ketika keluarganya menawarkan untuk membeli pakaian baru untuknya, dengan sopan Bunda Teresa menolak.

“Dia sangat bersahaja dan sederhana dalam segala hal. Saya ingat dia hanya makan satu kali dalam sehari. Dia berkata: 'Saya tidak butuh apa-apa selain cukup tahu bahwa orang miskin di dunia punya sesuatu untuk dimakan hari ini.'

Pelajarannya sederhana dan mulia: Semakin banyak Anda membantu orang miskin, Anda semakin kaya. Tidak ada yang penting selain mencintai dan membantu orang lain," ungkap Gumbar.

Dari keluarga berkecukupan

Saat ditanya, bagaimana kira-kira pendapat bibinya terhadap sekian banyak perhiasan mahal yang ada di tokonya itu?

Gumbar dengan sederhana menjawab "perhiasan ini tidak akan berarti apa-apa baginya. Dia dibesarkan di keluarga berkecukupan.

Ayahnya, Nikola, adalah seorang pedagang, berjualan tembakau, obat-obatan dan emas, dari Macedonia hingga Rumania. Dia memiliki segalanya dan kehidupan yang nyaman," kata Gumbar.

"Tapi dia menganggap semua ini tidak penting. Baginya, yang paling penting adalah iman kepada Tuhan, serta kasih dan pertolongan bagi mereka yang membutuhkan: orang sakit dan orang miskin."

Bibi Gumbar yang terkenal di seluruh dunia ini dibesarkan di keluarga Katolik dan meninggalkan Skopje untuk pergi ke Dublin, Irlandia, saat berusia 18 tahun. Dari sana, dia pergi ke Kalkuta, India, dan bergabung dengan Ordo Loreto sebagai seorang biarawati dengan nama Teresa.

Guna membantu orang-orang miskin dan orang sakit, tahun 1950 Bunda Teresa mendirikan Ordo "Misionaris Cinta Kasih" yang saat ini menjalankan misinya di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Tahun 1979 Bunda Teresa dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian. Ada sebuah perdebatan antara para penduduk setempat yang mempertanyakan apakah dia orang Macedonia atau Albania.

Namun perdebatan ini selalu diakhiri dengan mengingat kata-katanya yang terkenal: "Saya manusia dan saya hanya milik Tuhan."

Warisan kemanusiaan Bunda Teresa

Bunda Teresa meninggal di Kalkuta, India, pada 5 September 1997 di usia 87 tahun dan dimakamkan dengan salah satu dari dua buah salib milik keluarganya.

Salib lainnya disimpan oleh Gumbar, yang mengaku sebagai satu-satunya ahli waris sah Bunda Teresa berdasarkan dokumen yang dimilikinya.

Namun Gumbar menganggap masalah ahli waris ini tidak begitu penting.

Menurutnya, "yang paling penting adalah warisannya kepada dunia dan pesannya bahwa dunia tidak cuma lapar akan roti, tetapi bahkan lebih lapar cinta."

Pada tahun 2003, Paus Yohanes Paulus II membeatifikasi Bunda Teresa sebagai "Beata Teresa dari Kalkuta," setelah mukjizat pertamanya dikonfirmasi.

Bunda Teresa menyembuhkan seorang perempuan India bernama Monika Besra yang menderita tumor di perut.

Selain itu, seorang laki-laki asal Brasil yang didiagnosis tumor otak ganda pada tahun 2008 juga berhasil sembuh setelah istrinya berdoa kepada Bunda Teresa.

Kesembuhan ini dianggap sebagai mukjizat keduanya.

Tahun 2016, adalah tahun yang tidak terlupakan bagi Alois Gumbar. Tahun itu, 19 tahun setelah kematiannya, bibinya dinyatakan sebagai orang suci oleh Paus Fransiskus.

Jauh setelahnya, warisan welas asih Bunda Teresa terhadap kemanusiaan masih terus dikenang. (Ed.: ae/yp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?

Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:26 WIB

Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya

Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:50 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

3 Pilihan Maskara Viva Cosmetics Mulai Rp43 Ribu, Bikin Bulu Mata Lentik dan Tahan Lama

3 Pilihan Maskara Viva Cosmetics Mulai Rp43 Ribu, Bikin Bulu Mata Lentik dan Tahan Lama

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:52 WIB

Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah

Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:36 WIB

Mata di Tanah Melus: Petualangan Fantasi yang Membuka Wajah Indonesia Timur

Mata di Tanah Melus: Petualangan Fantasi yang Membuka Wajah Indonesia Timur

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 13:35 WIB

5 Rekomendasi Cushion Terbaik untuk Menutupi Mata Panda

5 Rekomendasi Cushion Terbaik untuk Menutupi Mata Panda

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 12:47 WIB

Urutan Skincare Viva untuk Hempas Flek Hitam dan Mata Panda, Wajah Jadi Cerah

Urutan Skincare Viva untuk Hempas Flek Hitam dan Mata Panda, Wajah Jadi Cerah

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 12:36 WIB

5 Rekomendasi Concealer untuk Mata Panda, Bikin Makeup Segar dan Cerah

5 Rekomendasi Concealer untuk Mata Panda, Bikin Makeup Segar dan Cerah

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 11:18 WIB

Pesan di Balik Air Mata: Mengapa Orang Tua Harus Lebih Peka Saat Memilih Daycare

Pesan di Balik Air Mata: Mengapa Orang Tua Harus Lebih Peka Saat Memilih Daycare

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 11:41 WIB

Terkini

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:38 WIB

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB

Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?

Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB

Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis

Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:28 WIB

Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan

Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:20 WIB

Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total

Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:07 WIB

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:02 WIB

Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras

Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:01 WIB

Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat

Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:50 WIB

Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan

Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:37 WIB