Krisis Tenaga Kerja Akibat Covid-19, Produsen Sawit Malaysia Rekrut Napi

Rendy Adrikni Sadikin | Arief Apriadi | Suara.com

Rabu, 09 September 2020 | 11:58 WIB
Krisis Tenaga Kerja Akibat Covid-19, Produsen Sawit Malaysia Rekrut Napi
Minyak kelapa sawit disebut tidak berbahaya. (Shutterstock)

Suara.com - Perusahaan minyak kelapa sawit Malaysia, memutuskan untuk merekrut narapidana atau napi kasus kepemilikan narkotika untuk mengatasi kekurangan pekerja asing akibat pandemi Covid-19.

Menyadur Channel News Asia (CNA), Rabu (9/9/2020), penutupan perbatasan dan lockdown telah membuat perusahaan kesulitan membawa kembali para pekerja, khususnya dari luar negeri.

Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai perkebunan sawit Malaysia telah merekrut penduduk setempat untuk melakukan berbagai hal mulai dari panen hingga pemupukan.

"Kami bahkan menjangkau Departemen Pengembangan Orang Asli, Asosiasi Pencegahan Narkoba Malaysia, serta Departemen Penjara untuk mencari penduduk setempat," kata kelompok industri Asosiasi Minyak Sawit Malaysia (MPOA) .

Kolaborasi dengan Departemen Penjara untuk merekrut pembebasan bersyarat dan narapidana di bawah pengawasan pertama kali dimulai pada 2016 di satu perusahaan yang terkait dengan pemerintah.

Namun, saat ini, banyak perusahaan sawit lainnya yang turut mengikuti langkah perekrutan narapidana sebagaimana dikatakan kepala eksekutif MPOA, Nageeb Wahad kepada Reuters.

Beberapa perusahaan perkebunan juga sedang berdiskusi dengan Asosiasi Pencegahan Narkoba Malaysia untuk merekrut pecandu yang pulih dalam rehabilitasi, katanya.

Pembatasan perjalanan dan pergerakan untuk menekan infeksi Covid-19 telah membuat negara Asia Tenggara itu bergulat dengan kekurangan 37.000 pekerja, hampir 10 persen dari total angkatan kerja.

Migran dari Indonesia dan Bangladesh merupakan hampir 85 persen dari tangan perkebunan di industri yang biasanya dijauhi penduduk setempat karena kotor, berbahaya dan sulit.

Perekrutan para narapidana diharapkan bisa menghindari produsen minyak kelapa sawit Malaysia dari penurunan produksi yang periodenya bakal dimulai pada September hingga November 2020.

Penurunan produksi di bulan-bulan tersebut, diperkirakan bakal membuat Malaysia kalah saing dengan produsen nomor satu Indonesia yang tak memiliki kendala masalah tenaga kerja di tengah pandemi.

MPOA memperkirakan bahwa industri tersebut telah kehilangan hingga 30 persen dari hasil potensialnya karena krisis tenaga kerja, dan mematok produksi minyak sawit mentah negara itu jauh lebih rendah daripada 19,9 juta ton tahun lalu.

"Kami harus memanfaatkan semua alternatif yang tersedia untuk merekrut penduduk lokal ... tetapi jika kami gagal, kami akan membutuhkan pemerintah untuk membantu kami," kata Nageeb.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Positif Covid-19 di Papua Tambah 114 Orang, 62 Orang Asal Kota Jayapura

Positif Covid-19 di Papua Tambah 114 Orang, 62 Orang Asal Kota Jayapura

News | Rabu, 09 September 2020 | 10:16 WIB

Sudah Ada 2.623 Jenazah Corona, TPU Pondok Ranggon Bikin Kuburan Baru Lagi

Sudah Ada 2.623 Jenazah Corona, TPU Pondok Ranggon Bikin Kuburan Baru Lagi

News | Rabu, 09 September 2020 | 10:10 WIB

Buldozer Mulai Keruk Lahan Buat Perluas Kuburan Korban Covid-19 Jakarta

Buldozer Mulai Keruk Lahan Buat Perluas Kuburan Korban Covid-19 Jakarta

News | Rabu, 09 September 2020 | 10:09 WIB

Relawan Sakit Aneh, Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dihentikan

Relawan Sakit Aneh, Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dihentikan

News | Rabu, 09 September 2020 | 10:15 WIB

Diduga Ada Reaksi Serius, Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca Ditangguhkan

Diduga Ada Reaksi Serius, Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca Ditangguhkan

Health | Rabu, 09 September 2020 | 10:04 WIB

Terkini

Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini

Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:23 WIB

Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti

Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:28 WIB

Prabowo Tiba di Gorontalo, Langsung Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan

Prabowo Tiba di Gorontalo, Langsung Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:18 WIB

ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga

ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08 WIB

KPK Bantah Open Donasi Anak Yatim, Poster Berlogo Lembaga Disebar ke Grup WhatsApp

KPK Bantah Open Donasi Anak Yatim, Poster Berlogo Lembaga Disebar ke Grup WhatsApp

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:20 WIB

Berkunjung ke Miangas, Prabowo Beri Bantuan Kapal Ikan, Starlink hingga Handphone

Berkunjung ke Miangas, Prabowo Beri Bantuan Kapal Ikan, Starlink hingga Handphone

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:14 WIB

Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur

Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:52 WIB

Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara

Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:02 WIB

Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan

Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45 WIB

Prabowo Janji Renovasi Puskesmas dan Sekolah di Miangas

Prabowo Janji Renovasi Puskesmas dan Sekolah di Miangas

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:39 WIB