facebook

Kecam Dua Kasus Penyerangan Tokoh Agama, Ini Kata Menag Fachrul Razi

Dany Garjito | Hernawan
Kecam Dua Kasus Penyerangan Tokoh Agama, Ini Kata Menag Fachrul Razi
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. (Suara.com/Ria Rizki)

"Saya sangat mengecam kejadian penyerangan dan pembunuhan terhadap ulama ini. Semoga ini yang terakhir kalinya terjadi," kata Fachrul Razi.

Suara.com - Fachrul Razi, Menteri Agama RI mengaku tidak habis pikir sekaligus mengecam dua kejadian beruntun serangan terhadap tokoh agama yang baru terjadi belakangan ini.

Ia mengecam kasus penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung dan kasus pembunuhan seorang Imam Shalat Subuh di Tanjung Rancing, Kayu Agung, Ogan Komering Hilir, Sumatera Selatan.

Pasalnya, Fahri menilai perilaku keji seperti itu tidak pantas untuk dilakukan. Terlebih lagi apabila perbuatan tersebut disengaja untuk menyasar ulama seperti yang dilakukan Alpin terhadap Syekh Ali Jaber.

"Dalam Islam, ulama adalah pewaris para nabi. Mereka lah yang mendapatkan amanah menyampaikan pesan-pesan Ilahi dan kemanusiaan di muka bumi. Membunuhnya adalah sebuah kejahatan ganda," tutur Menag dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga: Penikam Syekh Ali Jaber Diduga Gila, Kriminolog: Bisa Saja Diperalat Orang

Menanggapi insiden tersebut, Fachrul Razi mengingatkan publik akan kisah sahabat nabi yang membunuh musuh bersyahadat. Menag berharap agar semua pihak bisa belajar dari kisah Usamah bin Zaid, seorang panglima perang termuda yang pernah membunuh lawannya saat perang jihad fi sabilillah.

Menteri Agama Fachrul Razi. [Suara.com/Arry Saputra]
Menteri Agama Fachrul Razi. [Suara.com/Arry Saputra]

Berdasarkan cerita yang dituturkan oleh Menag, Usamah selepas perang bercerita kepada Rasulullah bahwa ia berhadapan dengan seorang lelaki bernama Mirdas Bin Nahik. Saat Usamah berhasil memojokkan dan hendak menghabisinya, Mirdas mengucapkan syahadat. Akan tetapi, Usama tetap menusuk dan membunuhnya.

Menag melanjutkan, usai mendengar cerita Usamah Rasul menegurnya. Rasul menanyakan bagaimana bisa Usamah membunuh seseorang yang telah mengucapkan kalimat Syahadat karena seorang Muslim sesungguhnya tidak berhak menilai isi hati dan kebenaran keislaman seseorang.

Fachrul Razi menceritakan ulang kisah Usamah bin Zaid untuk mengingatkan publik bahwa agama tidak mengajarkan untuk menyakiti bahkan sampai membunuh sesama.

"Dalam pesan terakhirnya ketika haji wada', Rasulullah tegas berpesan bahwa haram bagi setiap insan untuk menumpahkan darah saudaranya. Ini adalah pesan kemanusiaan tertinggi dalam Islam," jelas Fachrul Razi.

Baca Juga: Zaman Soeharto Kasus Kekerasan ke Ulama Nggak Nonjol, Beda Dengan Sekarang

Menurut cerita Fachrul Razi, Usamah sangat menyesali perbuatannya tersebut. Kemudian ia berjanji tidak akan lagi membunuh orang atau musuk yang mengucapkan Syahadat. Saat ada perselihian antara Khalifah Ali dan Mu'awiyah, Usaman bahkan memilih untuk netral bersama dengan sejumlah sahabat lainnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar