Donald Trump: Vaksin Covid-19 Akan Siap Empat Minggu ke Depan

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 16 September 2020 | 15:12 WIB
Donald Trump: Vaksin Covid-19 Akan Siap Empat Minggu ke Depan
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam jumpa pers penanganan pandemi COVID-19 di Gedung Putih, Washington, 19 Mei 2020. [AFP]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberikan harapan dengan mengatakan vaksin Covid-19 akan siap dalam tiga atau empat minggu ke depan.

"Kami hampir mendapatkan vaksin," ujar Donald Trump dalam sebuah acara yang diadakan ABC News, disadur dari The Straits Times, Rabu (16/9/2020).

"Jika Anda ingin mengetahui kebenarannya, administrasi sebelumnya mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan vaksin karena FDA dan semua persetujuannya. Dan kami dalam beberapa minggu akan mendapatkannya ... Bisa jadi tiga minggu, empat minggu." jelas Trump.

Awal bulan ini, pakar penyakit menular terkemuka AS Dr Anthony Fauci mengatakan kepada CNN bahwa sebagian besar ahli yakin vaksin akan siap pada November atau Desember.

"Bisa dibayangkan bahwa Anda bisa memilikinya pada bulan Oktober, meski menurut saya itu tidak mungkin," ujarnya.

WHO menyebut vaksin covid 19 masih belum tersedia luas pada pertengahan tahun 2021.
WHO menyebut vaksin covid 19 masih belum tersedia luas pada pertengahan tahun 2021.

Pakar lain mengatakan vaksin yang kredibel secara ilmiah tidak akan tersedia hingga awal 2021.

Donald Trump mengklaim bahwa langkah-langkahnya dalam memerangi pandemi di Amerika Serikat sudah menyelamatkan jutaan jiwa.

Dia juga membela orang Amerika yang tidak menggunakan masker dan pedoman jarak sosial, dan mengatakan bahkan para ahli seperti Fauci telah mengubah pandangan mereka tentang pedoman tersebut.

Trump telah menghadapi kritik karena mengadakan kampanye berskala besar di Nevada dan negara bagian lain - acara yang digambarkan sebagai sangat berisiko oleh penasihatnya Dr Fauci.

Joe Biden, pekan lalu menuduh Trump melalaikan tugasnya dalam menangani pandemi, yang telah menghabiskan jutaan pekerjaan.

Hingga kini, AS melaporkan hampir 6,6 juta kasus Covid-19, jumlah tertinggi di seluruh dunia, dan hampir 195.000 kasus kematian.

Jumlah kasus di AS merupakan 20 persen dari kasus di seluruh dunia, meskipun penduduk Amerika Serikat hanya 4 persen dari populasi dunia.

Trump mengatakan Amerika Serikat melakukan lebih banyak pengujian daripada negara lain. Dia juga mengulangi klaimnya sejak awal pandemi bahwa virus akan menghilang dengan sendirinya.

Trump juga membantah ia meremehkan ancaman penyakit ketika ditanya oleh salah satu hadirin di acara tersebut.

"Mengapa meremehkan pandemi yang diketahui secara tidak proporsional membahayakan keluarga berpenghasilan rendah dan komunitas minoritas?"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Digertak Donald Trump, Iran Balik Ancam Amerika Serikat

Digertak Donald Trump, Iran Balik Ancam Amerika Serikat

News | Rabu, 16 September 2020 | 12:39 WIB

Iran Diisukan Ingin Bunuh Dubes AS, Donald Trump Ancam Balasan Lebih Kejam

Iran Diisukan Ingin Bunuh Dubes AS, Donald Trump Ancam Balasan Lebih Kejam

News | Selasa, 15 September 2020 | 17:51 WIB

Donald Trump Datang ke Lokasi Kebakaran Hutan California: Kayu Bisa Meledak

Donald Trump Datang ke Lokasi Kebakaran Hutan California: Kayu Bisa Meledak

News | Selasa, 15 September 2020 | 16:51 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB