Positif Covid, Ketua KPU Pilih Karantina Mandiri karena Tak Tunjukan Gejala

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah
Positif Covid, Ketua KPU Pilih Karantina Mandiri karena Tak Tunjukan Gejala
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kiri) tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (28/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Untuk memastikan statusnya, Arief Budiman kembali menjali tes swab.

Suara.com - Ketua KPU Arief Budiman memberi kabar mengejutkan perihal dirinya yang positif Covid-19 walau tidak menunjukan gejala. Sebelumnya, hasil tes rapid yang dilakukan Arief juga non reaktif.

Status positif Covid-19 baru diketahui Arief usai ia menjalani tes swab pada 17 September sebagai salah satu syarat masuk ke Istana Bogor, dalam rangka rapat bersama Presiden Jokowi keesokan harinya.

Arief mengungkapkan, mulai hari ini ia telah menjalankan isolasi secara mandiri. Karantina di rumah dipilih Arief lantaran kasusnya yang tidak menunjukan gejala apapun terkait Covid-19.

"Tanggal 18 September dini hari sudah mulai melakukan karantina mandiri karena tidak terdapat gejala, batuk, panas, pilek ataupun sesak nafas," ujar Arief melalui keterangannya, Jumat (18/9/2020).

Baca Juga: Batam Akan Terbitkan Perda COVID-19, Makin Banyak Pasien Corona

Kekinian untuk memastikan statusnya, Arief Budiman, kembali menjali tes swab.

Tes swab tidak hanya dilakukan oleh dirinya, Arief berujar tes akan dilakukan kepada seluruh orang yang menempati rumah dinas KPU.

"Tanggal 18 September pagi hari dilakukan tes swab kepada seluruh orang yang ada di rumah dinas KPU, termasuk saya melakukan tes ulang," kata Arief.

Sebelumnya, Arief Budiman mengkonfirmasi dirinya positif Covid-19. Hal itu diketahui usai dirinya menjalani tes swab pada (17/9) atau sehari sebelum rapat di Istana Bogor.

Padahal sebelumnya, kata Arief, hasil tes rapid yang dilakukan pada (16/9) menyatakan dirinya non reaktif.

Baca Juga: Corona Ditemukan pada Produk, Eksportir Indonesia Ini Dilarang Masuk China

"Tanggal 17 September malam hari, melakukan tes swab untuk digunakan sebagai syarat menghadiri rapat di Istana Bogor tanggal 18 September, dengan hasil positif," kata Arief dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS