Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Minggu, 01 Maret 2026 | 13:49 WIB
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal bersama tokoh diplomasi rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026). [Dok. Biro Pers Istana]
baca 10 detik
  • Dino Patti Djalal nilai rencana mediasi Prabowo di Iran tidak realistis.
  • Kurangnya kepercayaan pemerintah Iran dan ego Amerika persulit upaya perdamaian Indonesia.
  • Memaksakan mediasi Iran-AS-Israel dianggap sebagai bunuh diri politik bagi Presiden.

Suara.com - Rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk berangkat ke Teheran guna menjadi penengah dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel dinilai tidak realistis. Mantan Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menyatakan keheranannya atas munculnya wacana tersebut.

"Ini tidak realistis dan tidak mungkin terjadi. Kita harus jujur mengenai fakta ini," ujar Dino sebagaimana dikutip dari pernyataan di akun Instagram resminya, Minggu (1/3/2026).

Dino memaparkan empat faktor utama yang mendasari pandangannya. Pertama, karakter AS sebagai negara adidaya yang sangat jarang bersedia menerima mediasi pihak ketiga saat melancarkan serangan militer.

"Ego Amerika terlalu tinggi. Saya meyakini Presiden Trump tidak ingin Indonesia ikut campur karena saat ini fokus utamanya adalah menumbangkan pemerintah Iran," tambahnya.

Dino juga menyoroti adanya dugaan di Washington DC bahwa agresi militer ini digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari skandal Epstein Files yang menyeret nama Donald Trump.

Faktor kedua berkaitan dengan hubungan bilateral Indonesia-Iran. Dino menilai kedekatan antara kedua negara dalam 15 bulan terakhir masih minim. Prabowo tercatat belum pernah menemui Presiden Iran maupun mengunjungi negara tersebut, meskipun sempat ada undangan resmi.

"Menlu Sugiono juga belum melakukan kunjungan bilateral ke Teheran. Dengan kata lain, belum ada landasan kepercayaan (trust) yang cukup kuat dari pemerintah Iran terhadap pemerintah Indonesia saat ini," jelas Dino.

Faktor ketiga adalah kendala teknis dan diplomatik terkait proses mediasi. Dino meyakini bahwa Donald Trump maupun Menlu AS, Marco Rubio, tidak mungkin bersedia berkunjung ke Teheran untuk berunding.

Terakhir, Dino menekankan hambatan terbesar yakni keharusan berkomunikasi dengan pihak Israel. Upaya mediasi mengharuskan Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai aktor utama serangan.

baca juga

"Secara politik, diplomatik, maupun logistik, hal ini sangat tidak mungkin terjadi bagi Indonesia," tegasnya.

Dino memperingatkan bahwa memaksakan peran sebagai penengah dalam situasi ini justru dapat merugikan posisi Presiden di dalam negeri.

"Langkah ini bisa menjadi political suicide atau bunuh diri politik bagi Presiden Prabowo. Saya benar-benar tidak tahu dari mana asal ide untuk menjadi mediator dalam konflik segitiga yang sangat rumit ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang

Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 13:44 WIB

Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League

Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 13:29 WIB

Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB

Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 13:27 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×