Tangis Pilu Ibu Pelaku Mutilasi Apartemen Kalibata City: Sedih, Sakit Hati

Reza Gunadha | Hernawan
Tangis Pilu Ibu Pelaku Mutilasi Apartemen Kalibata City: Sedih, Sakit Hati
Cerita dari Orang Tua Laeli, Pelaku Pembunuhan Mutilasi di Apartemen Kalibata (YouTube/KOMPASTV).

"Saya sudah tua, ingin tenang beribadah saja. Tidak disangka dapat cobaan seperti ini dari anak saya," ungkap Maslihah.

Suara.com - Publik belakangan tengah dibuat heboh oleh kasus pembunuhan mutilasi di Apartemen Kalibata yang salah satu pelakunya adalah seorang perempuan bernama Laeli Atik Supriyatin. Perempuan berusia 27 tahun ini diketahui merupakan warga desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Kasus mutilasi yang kini menjerat Laeli sontak membuat syok kedua orang tuanya, Mamuri dan Maslihah. Mereka mengaku kaget mendengar kabar anaknya melakukan pembunuhan mutilasi terhadap korban Rinaldi Harley Wismanu.

Dalam tayangan Kompas TV, Sabtu (20/9/2020), bertajuk "Orang Tua LAS Kaget Anaknya jadi Pelaku Mutilasi di Apartemen Kalibata", Ibu dari Laeli mengutarakan bagaimana perasaannya saat ini.

Mamuri dan Maslihah mengaku selalu menangis semenjak mendengar berita pembunuhan yang dilakukan oleh anak perempuannya sendiri.

Baca Juga: Usai Mutilasi Rinaldi, Atik Tidur karena Capek, Pacarnya Main Game Online

"Saya sudah tua, ingin tenang beribadah saja. Tidak disangka dapat cobaan seperti ini dari anak saya," ungkap Maslihah, dikutip suara.com.

Cerita dari Orang Tua Laeli, Pelaku Pembunuhan Mutilasi di Apartemen Kalibata (YouTube/KOMPASTV).
Cerita dari Orang Tua Laeli, Pelaku Pembunuhan Mutilasi di Apartemen Kalibata (YouTube/KOMPASTV).

Tidak hanya itu, Muslihah juga menuturkan bahwa suaminya juga sering menangis saat pergi ke sawah. Hal ini karena ia selalu terbayang akan masalah yang kini menimpa anaknya.

"Masih tidak menyangka. Rasanya sedih, sakit hati. Bahkan bapaknya kalau ke sawah juga masih suka menangis kalau mengingat masalah ini," ujar Maslihah.

Saat ini, Muslihah hanya bisa berharap agar hukuman yang diberikan kepada anaknya dapat diringankan.

"Harapan saya hukuman yang diberikan kepada anak saya bisa diringankan. Jangan disamakan dengan si laki-lakinya," sambung Maslihah.

Baca Juga: Foto-foto Pemakaman 11 Potongan Jenazah Mutilasi Rinaldi

Laeli Atik Supriyatin sendiri pergi ke Jakarta lantaran menempuh kuliah di Universitas Indonesia. Namun, Maslihah mengatakan bahwa sudah 1,5 tahun, putrinya tidak pulang kampung.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS