Jansen Demokrat: Jangan Sampai Tes Swab Mandiri Jadi Ajang Bisnis Baru

Rifan Aditya | Hernawan | Suara.com

Senin, 28 September 2020 | 08:42 WIB
Jansen Demokrat: Jangan Sampai Tes Swab Mandiri Jadi Ajang Bisnis Baru
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon kembali buka suara soal permintaan aturan standarisasi harga tes swab mandiri.

Kali ini, ia menyinggung pemerintah yang mengabaikan masukannya dua minggu silam. Padahal, inisiatif yang ia sarankan dianggapnya dapat membuat semakin banyak orang mau melakukan tes swab secara mandiri.

"Sudah 2 minggu permintaan aturan standarnisasi harga Swab Mandiri ternyata gak didengar," kata Jansen lewat akun Twitternya, Minggu (27/9/2020).

"Padahal ini bisa buat orang inisiatif periksa dirinya agar tdk jadi pembawa virus dan bantu jumlah test Indonesia yg pencurut didunia," sambungnya.

Lebih lanjut lagi, Politisi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa ia tidak meminta tes swab digratiskan. Sebab, hal tersebut dirasa tak mungkin lantaran akan menambah beban negara.

Cuitan Jansen JSP Soal Tes Swab (Twitter/@jansen_jsp).
Cuitan Jansen JSP Soal Tes Swab (Twitter/@jansen_jsp).

"Yang kita minta bukan gratis karena kita juga realistis, berat sekali beban negara jika semua gratis, walau yang ideal itu," ujarnya.

Jansen dalam cuitannya hanya meminta agar biaya tes swab dibuat lebih terjangkau dan sama di setiap di rumah sakit. Sementara untuk tes swab gratis diberikan kepada orang-orang yang telah melakukan kontak dengan yang positif.

Politisi Partai Demokrat ini juga menegaskan agar tes swab mandiri jangan sampai menjadi ajang bisnis baru. Sebab covid-19 telah berstatus bencana nasional dan merupakan penyakit menular yang penyebarannya sebisa mungkin harus dihentikan.

Lagipula bukan merupakan hal yang elok mencari untung di tengah bencana. Termasuk pemerintah yang abai dan melakukan pembiaran akan hal tersebut.

"Jangan sampai Swab Mandiri ini jadi ajang bisnis baru. Ini penyakit menular dan statusnya bencana nasional pak. Orang yang mencari untung ditengah bencana itu tak patut! Termasuk pemerintah yg mendiamkan dan lakukan pembiaran. Padahal test ini jalan memutus covid dan proteksi dini," tegasnya lanjut.

Terakhir, Jansen mengatakan bahwa Partai Demokrat setuju dengan Perpu Corona yang mengalokasikan dana untuk penanganan covid-19. Namun, cuitannya tersebut hanya meminta agar tes swab mandiri distandarnisasi.

Pasalnya, apabila tes swab mandiri tidak gratis, beban negara pasti ikut bertambah. Namun, apa salahnya jika pemerintah menetapkan standar harga. Aturan baku tersebut untuk menghindari komersialisasi.

Menurut Jansen, bila pemerintah tak mengeluarkan aturan standarisasi harga tes swab mandiri, maka pemerintah sepakat akan komersialisasi ini.

"Jika aturan ini tak keluar artinya pemerintah setuju komersialisasi ini," pungkasnya.

Untuk diketahui, Politisi Partai Demokrat ini lewat akun Twitternya @jansen_jsp pada Rabu (16/9/2020) pernah menyinggung soal tes yang seharusnya mudah diakses.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 di Magelang Naik, 33 Orang Dinyatakan Positif

Kasus Covid-19 di Magelang Naik, 33 Orang Dinyatakan Positif

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2020 | 06:33 WIB

Rekor, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bantul Capai 32 Orang

Rekor, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bantul Capai 32 Orang

Jogja | Senin, 28 September 2020 | 06:10 WIB

Suster Fira Curhat ke Presiden Jokowi, Titip Pesan Ini

Suster Fira Curhat ke Presiden Jokowi, Titip Pesan Ini

Sulsel | Senin, 28 September 2020 | 05:00 WIB

Terkini

Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?

Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:15 WIB

Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas

Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:10 WIB

Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka

Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:08 WIB

Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan

Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:02 WIB

Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng

Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:59 WIB

Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:55 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi

DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:44 WIB

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:39 WIB

KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:34 WIB

Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!

Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:34 WIB