Pendeta Yeremia Ditembak, Tambah Daftar Tokoh Papua Meninggal Dunia

Rifan Aditya

Senin, 28 September 2020 | 21:05 WIB
Pendeta Yeremia Ditembak, Tambah Daftar Tokoh Papua Meninggal Dunia
Pendeta Yeremia Zanambani. (Foto dok. ist)

Suara.com - Pembunuhan kembali terjadi di Papua pada Sabtu (19/9/2020). Seorang pendeta bernama Yeremia Zanambani (68) ditemukan tewas tertembak senjata api dan tertusuk di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Menurut pendeta yang tidak bisa disebutkan namanya, Pendeta Yeremia ditemukan tak bernyawa di kandang babi miliknya dan ditemukan oleh istrinya pada Minggu pagi.

“Sabtu sore dia ke kandang babi sama istrinya. Lalu istrinya pergi duluan, dia tetap di sana. Setelah itu, saya dengar Pendeta Yeremia ditembak oleh tentara. Dia juga ditusuk katanya, karena masih hidup setelah ditembak,” jelasnya.

Kepolisian Daerah Papua menduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terlibat dalam pembunuhan ini untuk memancing perhatian global jelang sidang umum PBB yang akan digelar pada 22-29 September 2020.

Masyarakat setempat merasa pembunuhan pendeta Yeremia ini dilakukan untuk mencari pelaku penembakan yang menewaskan anggota TNI.

Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua Barat Socratez S. Yoman juga menuding TNI sebagai dalang di balik pembunuhan pendeta Yeremia.

“Pendeta Yeremia bukan orang jahat dan dia tak terlibat dalam penembakan TNI. Mengapa TNI langsung menembak Pendeta Yeremia? Kenapa tidak bertanya dulu. TNI yang pernah bertugas di Hitadipa pasti tahu Pendeta Yeremia, tapi TNI yang baru bertugas di Hitadipa tidak mengenalnya, makanya langsung ditembak mati,” kata Younes Dauw, aktivis HAM Papua.

Namun, TNI membantah tuduhan tersebut dan menuding KKB sebagai pelaku dari pembunuhan pendeta Yeremia.

Keterangan yang dikatakan oleh Kapen Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa mengenai TNI yang disebarkan KKB di media sosial.

baca juga

“Mereka memutar balikkan fakta. Terlihat jelas adanya setingan agar masyarakat terus mencurigai TNI dan pemerintah menjelang sidang umum PBB,” katanya.

Saat ini TNI juga sedang melakukan investigasi untuk mengetahui pelaku pembunuhan.

Mengetahui hal tersebut, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid mengatakan jika benar pelakunya adalah aparat TNI, maka TNI harus memberi penjelasan mengenai tudingan yang dilakukannya terhadap KKB.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang meneliti tentang Papua mengatakan kematian pendeta ini menjadi konflik yang tidak selesai-selesai antara TNI dengan kelompok bersenjata di Papua.

Konflik antara TNI dengan kelompok bersenjata sering terjadi dalam sepekan belakangan.

Pendeta Yeremia menjadi korban keempat setelah kejadian yang dilakukan KKB beberapa hari sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani

Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani

Sulsel | Senin, 28 September 2020 | 16:40 WIB

8 Fakta Seputar Vanuatu yang Rutin Ungkit Isu Papua di PBB

8 Fakta Seputar Vanuatu yang Rutin Ungkit Isu Papua di PBB

News | Senin, 28 September 2020 | 14:37 WIB

Vanuatu Giat Persoalkan HAM Papua di PBB, Diplomat RI Cuma Beretorika

Vanuatu Giat Persoalkan HAM Papua di PBB, Diplomat RI Cuma Beretorika

News | Senin, 28 September 2020 | 13:20 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×