Musala yang dicoret-coret Satrio adalah Musala Darussalam di Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Aksi coret musala itu terjadi, Selasa (29/9/2020) sore.
Satuan Reserse Polsek Pasar Kemis Tangerang menangkap Satrio di rumahnya. Satrio ini yang mencoret musala tersebut dengan tulisan "anti Islam" sampai "saya kafir".
4. Satrio, Pencoret 'Saya Kafir' Tinggal 50 Meter dari Musala Darussalam

Setelah aksinya membuat gempar warga, Satrio (18), remaja yang diduga menjadi pelaku vandal bernada SARA di Musala Darussalam, Perumahan Vila Tangerang Elok, Kuta Jaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten akhirnya tertangkap.
Kapolres Tangerang Kabupaten Kombes Ade Ari Syam Indardi mengatakan, bahwa pelaku ditangkap di rumahnya yang hanya berjarak 50 meter dari Musala Darussalam. Penangkapan dilakukan pada pukul 19.30 WIB.
5. Motif Satrio Coret "Anti Islam" Musala Tangerang Masih Misterius

Motif di balik kelakukan Satrio mencoret-coret musala di Tangerang masih misterius. Musala yang dicoret satrio adalah Musala Darussalam di Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
Di musala itu Satrio mencoret dengan tulisan "anti Islam" sampai "saya kafir".
6. Habis Dicoret Satrio "Anti Islam", Musala Darussalam Sudah Dipakai Sholat

Musala Darussalam di Tangerang, Banten sudah bisa digunakan setelah dicoret-coret pemuda bernama Satrio. Musala sudah dibersihkan dan bisa dipakai sholat kembali.
Di musala itu Satrio mencoret dengan tulisan "anti Islam" sampai "saya kafir".
7. Motif Satrio Corat-coret Musala "Anti Islam", Polisi: Belajar Dari Youtube

Motif Satrio merusak Musala Darussalam Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang dengan menulis 'Saya Kafir" dan "Anti Islam" terkuak. Meski ia ditangkap dan menyebabkan kegaduhan, Satrio merasa apa yang ia perbuat adalah hal benar.
Kapolsek Pasar Kemis AKP Fikry Ardiansyah mengatakan, motif pelaku melakukan hal itu karena merasa benar atas semua perbuatannya itu.
8. Dugaan Afiliasi Satrio Corat-coret Musala Dengan ISIS, Begini Kata Polisi

Pelaku vandalisme Musala Darussalam Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang bernama Satrio mengaku yang ia perbuat tidak menyalahi aturan.
Kapolsek Pasar Kemis AKP Fikry Ardiansyah mengatakan, motif pelaku melakukan hal itu karena merasa benar meski sudah mencorat-coret musala dengan kata-kata "Anti Islam" atau "Saya kafir".
9. Satrio Coret Musala "Saya Kafir" di Tangerang Masih Remaja, Merasa Benar

Sang pencoret musala "saya kafir" dan "anti Islam", Satrio belakangan terungkap. Satrio adalah remeja berusia 18 tahun.
Bahkan rumah Satrio hanya 50 meter dari musala yang dia coret dengan tulisan "Saya Kafir" dan "Anti Islam".