FAO Imbau Masyarakat Dunia untuk Tidak Mubazir Makanan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 30 September 2020 | 20:15 WIB
FAO Imbau Masyarakat Dunia untuk Tidak Mubazir Makanan
Ilustrasi limbah makanan.[Pixabay]

Suara.com - Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memubazirkan makanan terlebih saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Menandai Hari Kesadaran Internasional pertama tentang Limbah dan Pemborosan Pangan pada hari Selasa (29/9),
Food and Agriculture Organization (FAO) meminta dukungan publik untuk memperkuat upaya membendung meningkatnya kekurangan pangan.

Menyadur Anadolu Agency, Rabu (30/9/2020) perwakilan FAO di Turki, Viorel Gutu, mengatakan bahwa masyarakat perlu mengubah dan menyeimbangkan kembali cara makanan diproduksi dan dikonsumsi, terutama saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Memperhatikan bahwa limbah dan pemborosan makanan menjadi topik diskusi yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, Gutu mengatakan Sidang Umum PBB mengumumkan pada 19 Desember 2019 sebagai Hari Kesadaran Internasional tentang Limbah dan Pemborosan Pangan.

Gutu mencatat bahwa FAO berusaha untuk meminta bantuan dari sektor publik dan swasta untuk mencegah pemborosan dan limbah pangan dan memastikan ketersediaan pangan untuk semua yang terkena dampak virus corona.

Gutu juga menjelaskan bahwa makanan yang dibuang ke tempat pembuangan sampah melepaskan gas rumah kaca dan berkontribusi pada perubahan iklim.

"Itulah alasan mengapa tema pertama dari peringatan baru ini adalah 'Hentikan limbah dan pemborosan pangan. Untuk manusia. Untuk planet ini.'" jelas Gutu.

"Ketika makanan terbuang, semua sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan makanan ini - termasuk air, tanah, energi, tenaga kerja dan modal - disia-siakan." ujar Gutu merunjuk pada pentingnya mengurangi limbah makanan di dunia.

Gutu menggarisbawahi bahwa sekitar 14% dari makanan yang diproduksi secara global untuk konsumsi setiap tahun hilang bahkan sebelum mencapai pasar grosir.

baca juga

"Nilai moneter dari kerugian pangan lebih dari 400 miliar dolar, hampir setara dengan PDB Austria." jelas Gutu.

FAO juga menekankan bahwa pandemi Covid-19 menunjukkan perlunya mengubah dan menyeimbangkan kembali cara makanan diproduksi dan dikonsumsi.

"Tindakan terkait virus mengakibatkan hilangnya pasar bagi produsen dan distributor, membuat situasi menjadi lebih menantang saat berurusan dengan limbah makanan tingkat tinggi." ujar Gutu.

Menurut FAO, Covid-19 berdampak negatif pada pendapatan dan mata pencaharian produsen kecil, terutama di negara berkembang.

"Oleh karena itu, kita perlu mewaspadai pentingnya isu limbah dan pemborosan pangan sekarang ini lebih dari sebelumnya untuk mempromosikan dan melaksanakan upaya global kita untuk mengatasinya," tambah Gutu.

Gutu juga mengatakan bahwa inovasi diperlukan untuk pengelolaan pasca panen dan akan melibatkan sektor swasta dan pemerintah untuk mengurangi kerugian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turki Tegas Dukung Azerbaijan, Armenia Diperingatkan untuk Menarik Pasukan

Turki Tegas Dukung Azerbaijan, Armenia Diperingatkan untuk Menarik Pasukan

News | Selasa, 29 September 2020 | 13:06 WIB

Dua Vaksin Covid-19 Buatan Turki Siap Masuk Uji Coba pada Manusia

Dua Vaksin Covid-19 Buatan Turki Siap Masuk Uji Coba pada Manusia

Tekno | Selasa, 29 September 2020 | 06:00 WIB

Timnas Indonesia U-19 Lanjut TC ke Turki, PSSI Bakal Gelar Turnamen Mini

Timnas Indonesia U-19 Lanjut TC ke Turki, PSSI Bakal Gelar Turnamen Mini

Bola | Selasa, 29 September 2020 | 00:24 WIB

Terkini

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Batam | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:19 WIB

×