Suara.com - Joe Biden menggunakan kata insya Allah saat debat calon presiden Amerika Serikat pada Rabu (30/9/2020) yang dilontarkan kepada Donald Trump.
Momen tersebut terjadi ketika Donald Trump sedang menjelaskan tentang isu pajak yang belakangan ini menyerang petahana tersebut.
Pernyataan itu muncul di tengah-tengah debat setelah moderator meminta Trump untuk mengomentari laporan New York Times baru-baru ini yang menuduh Trump hanya membayar 750 dolar dalam pajak federal pada tahun menjabat sebagai presiden.
"Jutaan dolar," kata Trump tentang jumlah yang diklaim telah dibayarnya, "dan Anda akan bisa melihatnya."
"Kapan? Insya Allah?" balas Biden.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, insya Allah adalah ungkapan yang digunakan untuk menyatakan harapan atau janji yang belum tentu dipenuhi
"Ya, Joe Biden mengatakan 'Insya Allah' selama debat #Debates2020," cuit komentator politik Wajahat Ali dikutip dari CNN.
"Ini secara harfiah berarti 'Insya Allah', tetapi sering digunakan untuk berarti, 'Ya, tidak akan pernah terjadi.' Contoh: Istri saya: Apakah Anda akhirnya akan mengambil kaus kaki Anda? Saya: Insya Allah. Tidak, mengatakan insya Allah tidak membuat Anda menjadi Muslim." sambungnya.
Momen tersebut kemudian menjadi viral di jagad dunia maya terutama Twitter, banyak warganet yang memposting ketika Biden mengatakan Insya Allah dan menuai beragam komentar.
Beberapa warganet mengklaim bahwa ucapan Biden adalah "momen bersejarah di Amerika," menambahkannya memiliki arti penting bagi banyak Muslim Amerika.
"Momen bersejarah di Amerika - Insya Allah dalam debat presiden," tulis seorang warganet.
"Beberapa Muslim tersentuh karena Biden berkata "insya Allah"." tulis warganet lainnya.
Namun, yang lainnya mengkritik penggunaan frasa Biden yang lucu, menyebutnya "kolonial dan menghina." Banyak yang memperdebatkan apakah Biden mengatakan "pada bulan Juli" atau "Enchilada" daripada kata-kata dalam bahasa Arab tersebut.
Menurut laporan CBS News, pada tahun 2016, kata yang dilontarkan Joe Biden tersebut pernag menjadi berita utama di Amerika Serikat.
Pada saat itu seorang mahasiswa keturunan Irak-Amerika mengatakan bahwa dia dikeluarkan dari penerbangan secara tidak adil setelah sesama penumpang terkejut ketika dia mendengarnya berbicara bahasa Arab, dalam percakapan yang diakhiri dengan "insya Allah."
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Debat Sengit Soal Politik, Penyiar Berita Hantam Rekannya Pakai Botol Bir
News | Rabu, 30 September 2020 | 16:33 WIB
Ambil Foto, Pendaki Ini Tewas usai Terjatuh dari Tebing ke Samudra Pasifik
News | Rabu, 30 September 2020 | 16:33 WIB
Kampanye Teknis Pemilu AS, Tiga Politisi Pennsylvania Bertelanjang Dada
News | Rabu, 30 September 2020 | 13:18 WIB
Terkini
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB