Olahraga di Tengah Pandemi Corona, Dr Arie Sutopo: Jangan Beregu

Rifan Aditya , Hernawan

Sabtu, 03 Oktober 2020 | 13:49 WIB
Olahraga di Tengah Pandemi Corona, Dr Arie Sutopo: Jangan Beregu
Ilustrasi Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Intensitas dan cara berolahraga masing-masing orang tentu berbeda, antara atlet dan orang biasa pun tidak sama. Begitu juga cara berolahraga selama masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Dr Arie, Wakil Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) dalam acara talkshow "Beraktivitas dan Berkreasi Selama Pandemi" yang diadakan Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Sabtu (3/10/2020), memaparkan tips berolahraga di masa pandemi ini.

Menurutnya, intensitas berolahraga jelas disesuaikan dengan kemampuan tubuh masing-masing. Namun, pada masa pandemi seperti sekarang ini, ada sejumlah batasan yang perlu untuk diketahui.

Dalam kesempatan tersebut, dr Arie mengatakan bahwa para atlet kini sedang diberi edukasi oleh pihaknya. Edukasi yang diberikan bisa seperti menekankan bahwa penularan covid-19 bisa lewat siapa saja, termasuk rekan atletnya sendiri.

Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya jaga jarak minimal dua meter. Apabila bersepeda jaraknya diperlebar menjadi 10 meter.

"Covid-19 bisa masuk ke kita datang dari teman dekat. Ya caranya dengan jaga jarak minimal 2 meter. Kalau bersin kan itu langsung jatuh ke tanah. Kalau sepeda ya mintanya 10 meter karena kalau yang depan batuh, itu virusnya melayang bisa sampai 10 meter karena kecepatan sepedanya," ujar dr Arie.

Tidak hanya itu, edukasi lain seperti penggunaan masker dan cuci tangan juga digencarkan. Sebab, apabila sedang mengucek mata atau makan tetapi lupa cuci tangan, kalau sedang tidak beruntung tentu Covid-19 bisa masuk.

Dr Arie menuturkan bahwa masalah terkait olahraga yang terjadi saat ini adalah bagi mereka yang harus berolahraga dengan intesitas tinggi. Ia menuturkan bahwa pihaknya dengan dinas-dinas kesehatan tengah mengkaji dan mendiskusikan ini.

"Atlet yang disiapkan untuk olimpiade, sea games, latihannya gak bisa santai. Intensitasnya tinggi, kalau mulutnya ditutup, karbon dioksida susah keluarkan. Nah itu jadi masalah," ujarnya.

baca juga

"Kami masih mendiskusikan dengan dinas kesehatan," imbuh dr Arie.

Wakil Ketua LADI ini juga menjelaskan bahwa tantangan saat ini adalah olahraga yang sifatnya beregu seperti basket atau bola voli. Sebab, mereka harus memegang bola yang sama secara bergiliran.

Kendati demikian, dr Arie mengatakan bahwa tak ada masalah untuk orang-orang biasa atau bukan atlet. Namun perlu dihindari olahraga yang sifatnya beregu. Olahraga baiknya dilakukan sendiri di rumah.

"Sebaiknya masyarakat tidak melakukan olahraga beregu. Olahraga yang bisa dilakukan sendiri saja, tapi hindari kerumunan," ungkapnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa baiknya memilih olahraga yang bisa dilakukan di rumah atau di tempat yang tak terlalu ramai. Tentu juga disesuikan dengan daya tahan tubuh sendiri. Dengan kata lain jangan terlalu memaksakan.

"Kalau untuk masyarakat awam olahraganya yang ringan saja intensitasnya. Daya tahan naik, resikonya rendah. Kalau intensitasnya dinaikan tubuh jadi gak kuat malah daya tahan menurun, resiko meningkat," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Positif Covid-19, Begini Kondisi Terkini Wagub Kalimantan Barat

Positif Covid-19, Begini Kondisi Terkini Wagub Kalimantan Barat

Kalbar | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 11:43 WIB

Donald Trump Positif Covid-19, Bagaimana Nasib Pemilu AS jika Ia Meninggal?

Donald Trump Positif Covid-19, Bagaimana Nasib Pemilu AS jika Ia Meninggal?

News | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 11:10 WIB

Target Jokowi dan Luhut Belum Tercapai, HNW: Jadi Reshuffel Kabinet?

Target Jokowi dan Luhut Belum Tercapai, HNW: Jadi Reshuffel Kabinet?

News | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 11:10 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×