Jadi Korban Pelecehan, Perempuan Ini Naik Taksi 900 Km Demi Lapor Polisi

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Senin, 05 Oktober 2020 | 18:19 WIB
Jadi Korban Pelecehan, Perempuan Ini Naik Taksi 900 Km Demi Lapor Polisi
Ilustrasi taksi. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang perempuan di Uttar Pradesh, India yang menjadi korban pelecehan seksual terpaksa melakukan perjalanan sejauh 900 km untuk mengajukan laporan ke kantor polisi di kota lain.

Menyadur Times of India, Senin (5/10/2020), hal tersebut dilakukan lantaran korban merasa pelaku, yang merupakan kekasihnya sendiri, telah bersekongkol dengan salah satu personel polisi negara bagian, membuatnya semakin terancam ketika mengajukan laporan.

Perempuan berusia 22 tahun itu telah berulangkali dirudapaksa oleh kekasihnya, Pravin Yadav. Bahkan, aksi pelecehan seksual ini juga direkam dan disebar ke media sosial.

Pertemuan korban dengan Yadav, berawal ketika perempuan yang berasal dari Nepal itu datang ke Lucknow untuk mengadu nasib. Dari situ, ia bertemu hingga mulai menjalin hubungan asmara dengan pelaku.

Namun belakangan, Yadav malah mengeksploitasi korban secara seksual. Tak mau terus-terusan dilecehkan, perempuan itu pun melapor ke kepolisian setempat, namun hasil yang ia peroleh tidak sesuai.

Ilustrasi kekerasan/pemerkosaan. (Shutterstock)
Ilustrasi kekerasan/pemerkosaan. (Shutterstock)

Bukan perlindungan, polisi yang ternyata teman Yadav, menyambangi korban dan memintanya untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kompromi.

Yadav berulang kali mengklaim memiliki hubungan pertemanan yang dekat dengan kepolisian.

Kehilangan kepercayaan dengan polisi negara bagian, korban yang mendapatkan saran dari seorang teman, lantas melakukan perjalanan ke kota Nagpur, menempuh ratusan kilometer untuk membuat laporan pelecehan seksual ke kantor polisi kota itu.

"Teman perempuan Nepal itu dan suaminya, mendesaknya untuk naik taksi ke Nagpur agar ia bisa mencari bantuan di sini," ujar inspektur senior Koradi, Vazeer Shaikh.

baca juga

Shaikh menyebut biaya taksi telah diatur oleh teman korban sehingga ia bisa meninggalkan Lucknow tanpa hambatan.

Kepala polisi kota Amitesh Kumar mengonfirmasi kasus perempuan Nepal telah didaftarkan dan dirujuk ke Uttar Pradesh mengingat insiden itu terjadi di sana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Rudapaksa Geng di India, Polisi Dituduh Kremasi Korban Tanpa Izin

Kasus Rudapaksa Geng di India, Polisi Dituduh Kremasi Korban Tanpa Izin

News | Rabu, 30 September 2020 | 18:16 WIB

Seorang Remaja Dicokok, Diduga Rudapaksa Bayi 18 Bulan

Seorang Remaja Dicokok, Diduga Rudapaksa Bayi 18 Bulan

News | Kamis, 24 September 2020 | 10:25 WIB

Lampiaskan Fantasi Seks, Indra Rudapaksa 3 Gadis ABG di Kuburan Cina

Lampiaskan Fantasi Seks, Indra Rudapaksa 3 Gadis ABG di Kuburan Cina

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2020 | 15:06 WIB

Terkini

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Kesaksian Ahli BPOM di Sidang Richard Lee: Sanksinya Administratif, Bukan Pidana

Kesaksian Ahli BPOM di Sidang Richard Lee: Sanksinya Administratif, Bukan Pidana

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Seprai Bersih Bukan Cuma Soal Wangi, Begini Cara Merawatnya agar Tetap Awet

Seprai Bersih Bukan Cuma Soal Wangi, Begini Cara Merawatnya agar Tetap Awet

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:06 WIB

Rose BLACKPINK Menyulap Denim Klasik Jadi Lebih Personal

Rose BLACKPINK Menyulap Denim Klasik Jadi Lebih Personal

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 13:05 WIB

Cara Memilih Bedak Padat Sesuai Warna Kulit agar Makeup Tidak Abu-Abu

Cara Memilih Bedak Padat Sesuai Warna Kulit agar Makeup Tidak Abu-Abu

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 13:02 WIB

Review Film Runner: Kisah Pengorbanan Mengharukan dalam Balutan Laga Modern

Review Film Runner: Kisah Pengorbanan Mengharukan dalam Balutan Laga Modern

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:00 WIB

6 Krim Pagi Wardah untuk Kulit Cerah dan Terawat, Harga Mulai Rp33 Ribuan

6 Krim Pagi Wardah untuk Kulit Cerah dan Terawat, Harga Mulai Rp33 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:57 WIB

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:55 WIB

×