Masinton Pasaribu: Setelah UU Ciptaker Disosialisasikan Tensi Turun Sendiri

Reza Gunadha | Hernawan | Suara.com

Jum'at, 09 Oktober 2020 | 20:25 WIB
Masinton Pasaribu: Setelah UU Ciptaker Disosialisasikan Tensi Turun Sendiri
Masinton Pasaribu, anggota Komisi III DPR RI. (Suara.com/M Yasir).

Suara.com - Anggota DPR RI Fraksi PDIP Masinton Pasaribu angkat bicara terkait meledaknya penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di berbagai platform media sosial.

Dalam acara Apa Kabar Indonesia TvOne, Jumat (9/10/2020), Masinton Pasaribu disinggung soal hebohnya kasus Gedung DPR dijual.

Menanggapi hal tersebut, Politisi PDIP ini mengatakan bahwa plesetan semacam itu sudah biasa diterima oleh DPR.

"Jadi kalau kita melihat, ekspresi publik itu macam-macam. Umpama plesetan ke DPR itu ya, itu sudah lama kaya gitu." ujarnya.

Lebih lanjut lagi, Masinton Pasaribu menganggapnya sebagai bagian dari ekspresi publik merespons kebijakan DPR.

Masinton Pasaribu Sebut Tensi Masyarakat Menurun Kalau UU Ciptaker Sudah Disosialisasikan (YouTube: Apa Kabar Indonesia TvOne).
Masinton Pasaribu Sebut Tensi Masyarakat Menurun Kalau UU Ciptaker Sudah Disosialisasikan (YouTube: Apa Kabar Indonesia TvOne).

"Setiap keputusan di DPR RI maupun pemerintah pasti mendapatkan respons, baik positif maupun negatif. Ini hanya persoalan persepsi publik," tandas Masinton.

Anggota DPR RI Fraksi PDIP ini pun menuturkan bahwa saat masih berstatus mahasiswa, ia juga sering melontarkan kritik dan plesetan kepada DPR. Oleh sebab itu, kasus ini baginya adalah hal yang biasa.

"Kalau saya melihatnya perbedaan dalam era digital ini semua pendapat menjadi sebuah keniscayaan. Apapun yang dilakukan pemerintah baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif pasti tidak lepas dari perhatian publik. Disitulah partisipasi publik dalam bentuk pengawasan dari luar parlemen," kata Masinton.

"Cuma sekarang cepat viral karena era sosmed," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Masinton Pasaribu pun menyinggung soal UU Cipta Kerja yang dirasa akan bisa diterima seiring berjalannya waktu.

Menurutnya, tensi masyarakat akan menurun apabila RUU Cipta Kerja sudah berjalan dan disosialisaikan baik oleh pemerintah maupun DPR di dapilnya masing-masing.

"Tentu kalau sosialisasi RUU Cipta Kerja sudah berjalan baik dilakukan pemerintah secara masif maupun anggota DPR di dapilnya, kita rasa bisa menurunkan tensinya," ungkapnya.

"Awalnya ramai, tapi nanti setelah sosialisasi publik bisa terjelaskan secara rinci, baru kemudian nanti dengan sendirinya akan mereda," imbuhnya.

Lihat videonya disini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apindo: Unjuk Rasa Tak Bisa Ubah UU Cipta Kerja, yang Bisa Gugatan di MK

Apindo: Unjuk Rasa Tak Bisa Ubah UU Cipta Kerja, yang Bisa Gugatan di MK

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 18:00 WIB

Ketahuan Orasi di Demo Buruh, Kader PDIP Kab. Tangerang Segera Dipanggil

Ketahuan Orasi di Demo Buruh, Kader PDIP Kab. Tangerang Segera Dipanggil

Banten | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 17:53 WIB

Dinkes Kota Bogor Antisipasi Munculnya Klaster Demo Tolak UU Cipta Kerja

Dinkes Kota Bogor Antisipasi Munculnya Klaster Demo Tolak UU Cipta Kerja

Jakarta | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 17:55 WIB

Terkini

Pimpinan MPR Panggil-Tegur Juri LCC Kalbar, Sanksi Sesuai Aturan BKN Menanti?

Pimpinan MPR Panggil-Tegur Juri LCC Kalbar, Sanksi Sesuai Aturan BKN Menanti?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:35 WIB

Kisruh LCC Kalbar Berlanjut ke Meja Hijau, Pimpinan MPR Bilang Begini

Kisruh LCC Kalbar Berlanjut ke Meja Hijau, Pimpinan MPR Bilang Begini

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:30 WIB

The Beast Muncul di Beijing, Kedatangan Trump Malam Ini Bikin China Tegang

The Beast Muncul di Beijing, Kedatangan Trump Malam Ini Bikin China Tegang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:29 WIB

'Biar Andrie Kapok!': Pengakuan Kapten Nandala soal Jiwa Korsa di Balik Penyiraman Air Keras

'Biar Andrie Kapok!': Pengakuan Kapten Nandala soal Jiwa Korsa di Balik Penyiraman Air Keras

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:29 WIB

Resmi! Ketua MPR Putuskan LCC Kalbar akan Ditanding Ulang

Resmi! Ketua MPR Putuskan LCC Kalbar akan Ditanding Ulang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:26 WIB

Prabowo Siapkan Rp10 T Hasil Denda Satgas PKH Buat Renovasi Puskesmas Terbengkalai Sejak Pak Harto

Prabowo Siapkan Rp10 T Hasil Denda Satgas PKH Buat Renovasi Puskesmas Terbengkalai Sejak Pak Harto

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:19 WIB

KTT AS-China: Xi Jinping Bakal 'Kulit' Trump Begitu Injak Kaki di Beijing

KTT AS-China: Xi Jinping Bakal 'Kulit' Trump Begitu Injak Kaki di Beijing

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:10 WIB

Tinjau Sekolah Rakyat, Ketum Karang Taruna Budisatrio Djiwandono Motivasi Siswa

Tinjau Sekolah Rakyat, Ketum Karang Taruna Budisatrio Djiwandono Motivasi Siswa

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:08 WIB

Greenpeace Sebut Aturan Pilah Sampah DKI Dinilai Belum Cukup, Mengapa?

Greenpeace Sebut Aturan Pilah Sampah DKI Dinilai Belum Cukup, Mengapa?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:05 WIB

Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur

Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:00 WIB