Tak Ingin Halte Dibakar Lagi Saat Aksi Massa, Anies Minta Penjagaan Aparat

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 12 Oktober 2020 | 10:32 WIB
Tak Ingin Halte Dibakar Lagi Saat Aksi Massa, Anies Minta Penjagaan Aparat
Sejumlah petugas membersihkan puing Halte Bus Trans-Jakarta Tosari yang hangus saat kericuhan unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Jumat (9/10/2020). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak ingin kejadian pembakaran halte kembali terulang saat aksi demonstrasi. Karena itu, ia akan meminta bantuan Polisi-TNI untuk menjaganya.

Rencananya, pada Senin (12/10/2020) Persatuan Alumni (PA) 212 bakal menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara menolak Undang-undang Cipta Kerja. Khawatir terjadi perusakan lagi, ia meminta penjagaan ketat di fasilitas umum sekitar kawasan Sudirman-Thamrin.

"Ya insyaAllah, jadi dengan Kodam Jaya, dengan Kepolisian dan jajaran Pemprov DKI, kita akan siapkan penjagaan ekstra untuk fasilitas-fasilitas umum yang ada di sekitar sini," ujar Anies di kawasan Bundaran HI pada Minggu (11/10/2020).

Mantan Mendikbud ini mengakui, selama ini belum pernah ada demonstrasi berujung rucuh yang sampai membakar halte. Memang, sudah ada tiga kali demo besar yang rusuh sejak 2019, tetapi fasilitas umum tak rusak separah ini.

"Memang ini baru pertama kali terjadi. Demo di Jakarta sudah terjadi berkali-kali. Dalam beberapa tahun ini (demonstrasi) juga terjadi," tuturnya.

Karena itu, kejadian pada 8 Oktober lalu itu dianggap menjadi pelajaran. Penjagaan ketat pada fasilitas umum oleh aparat keamanan harus dilakukan.

"Belum pernah kita mengalami sebuah demonstrasi di mana ada pelaku-pelaku yang sampai membakar fasilitas umum di sepanjang Thamrin dan Sudirman. Jadi insyaAllah pada waktu yang akan datang, ada penjagaan lagi," katanya.

Sebelumnya, Transjakarta mencatat setidaknya ada 46 shelter yang dirusak hingga dibakar oleh massa aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) pada Kamis (8/10/2020). Diperkirakan total kerugiannya mencapai puluhan miliar rupiah.

"Sebanyak 46 halte terdampak dengan total kerugian diperkirakan hingga mencapai Rp 65 milliar," kata Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/10/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perbaikan Halte Transjakarta Hangus Terbakar Diprediksi Selesai Akhir 2020

Perbaikan Halte Transjakarta Hangus Terbakar Diprediksi Selesai Akhir 2020

Jakarta | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 18:41 WIB

Fasum Rusak karena Aksi Tolak UU Cipta Kerja, Wagub DKI: Kerugian Rp 65 M

Fasum Rusak karena Aksi Tolak UU Cipta Kerja, Wagub DKI: Kerugian Rp 65 M

News | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 15:44 WIB

Fasilitas Rusak saat Protes Omnibus Law, Pemprov DKI Merugi Rp 65 Miliar

Fasilitas Rusak saat Protes Omnibus Law, Pemprov DKI Merugi Rp 65 Miliar

News | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 15:40 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB