Penyusup Bergaya Mahasiswa Ditangkap, Profesi Aslinya Ternyata Ini

Dany Garjito | Hernawan | Suara.com

Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:21 WIB
Penyusup Bergaya Mahasiswa Ditangkap, Profesi Aslinya Ternyata Ini
Klarifikasi Penyusup Bergaya Mahasiswa di Aksi Unjuk Rasa Riau (Instagram/PolisiSelibriti).

Suara.com - Seorang pemuda yang berpenampilan bak mahasiswa saat aksi tolak UU Cipta Kerja kini tengah diamankan oleh polisi. Pasalnya, pemuda tersebut ternyata hanya penyusup di tengah massa unjuk rasa mahasiswa.

Pemilik akun Instagram @polisiselebriti pada Senin (12/10/2020) mengunggah video klarifikasi pemuda yang disebut memantik suasana panas aksi demonstrasi ini. Ia melakukan aksi anarkis yakni merusak mobil Polisi Satuan Lalu Lintas (Satlantas).

Dalam video berdurasi 1 menit 19 detik tersebut, pemuda ini mengaku bernama Guntur. Ia sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta, bukan mahasiswa.

Almamater Universitas Lancang Kuning (Unilak) yang dipakainya adalah milik salah satu temannya.

"Nama saya Guntur. Pekerjaan saya wiraswasta. Saya bukan mahasiswa dari Unilak. Saya memakai jaket almamater yang punya teman saya," ujarnya seperti dikutip Suara.com.

Klarifikasi Penyusup Bergaya Mahasiswa di Aksi Unjuk Rasa Riau (Instagram/PolisiSelibriti).
Klarifikasi Penyusup Bergaya Mahasiswa di Aksi Unjuk Rasa Riau (Instagram/PolisiSelibriti).

Guntur mengatakan bahwa ia terlibat dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Riau pada Kamis (8/10/2020).

Lebih lanjut lagi, Guntur pun mengakui bahwa dirinya merusak mobil Satlantas yang terparkir di depan Hotel Tjokro.

"Saya yang melakukan perusakan pada mobil Satlantas di depan Hotel Tjokro," tukasnya.

Dengan muka memelas, Guntur menyampaikan permintaan maafnya kepada berbagai pihak yang dirugikan. Ia mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

"Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada Universitas (Unilak) kepada masyarakat, ataupun kepada Polda Riau. Saya sangat menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi," ungkap Guntur.

Video klarifikasi Guntur yang diunggah akun Instagram @polisiselebriti mendadak viral. Hingga artikel ini diterbitkan, video tersebut telah ditayangkan sebanyak 3.512 kali. Lihat videonya disini.

Tidak hanya itu, beberapa warganet juga meninggalkan komentar dalam unggahan ini. Mereka mengecam ulah penumpang aksi yang justru menciderai makna dari unjuk rasa.

"Yang seperti ini tidak perlu dimaafkan. Mohon jatuhkan sanksi untuk dia. Dia sudah membuat nama mahasiswa buruh. Pendemo mahasiswa tidak pernah dan tidak akan membuat rusuh merusak fasilitas umum negara," kata salah seorang warganet.

Massa Pendemo di Riau Rusak Mobil Polisi

Heboh video berdurasi 27 detik tersebar di berbagai saluran media sosial. Dalam video tersebut sejumlah massa pendemo merusak dengan memukul bagian-bagian mobil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambah-Kurang Naskah, DPR Coba Selundupkan Pasal Gaib di UU Ciptaker?

Tambah-Kurang Naskah, DPR Coba Selundupkan Pasal Gaib di UU Ciptaker?

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:02 WIB

Profil Syahganda Nainggolan, Sekretaris Eksekutif KAMI Ditangkap Polisi

Profil Syahganda Nainggolan, Sekretaris Eksekutif KAMI Ditangkap Polisi

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:01 WIB

Foto dari Udara Massa PA 212 Penuhi Bundaran Patung Kuda, Gagal ke Istana

Foto dari Udara Massa PA 212 Penuhi Bundaran Patung Kuda, Gagal ke Istana

Jakarta | Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:00 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB