Kantor GPII Dirusak dan Kader Ditangkap, Begini Kronologi Versi Polisi

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Rabu, 14 Oktober 2020 | 13:54 WIB
Kantor GPII Dirusak dan Kader Ditangkap, Begini Kronologi Versi Polisi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus berikan keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta. [ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat]

Suara.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut sebanyak empat orang diamankan di markas Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) yang berlokasi Menteng Raya Nomor 58, Jakarta Pusat.

Mereka yang ditangkap dituding sebagai demonstran yang melakukan pembakaran ban dan menutup jalan usai aksi menolak Undang-Undang Omnibus Law - Cipta Kerja, pada Selasa (13/10) kemarin malam.

Menurut Yusri, penangkapan tersebut berawal adanya sekelompok massa aksi yang melakukan pembakaran ban dan menutup jalan di sekitar Menteng, Jakarta Pusat sekira pukul 20.00 WIB.

"Petugas lapangan sudah mengimbau untuk segera mematikan (api) karena mengganggu ketertiban masyarakat dan membuka jalan tersebut. Tapi imbauan tidak diindahkan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Setelah imbauan tersebut tak diindahkan, akhirnya personel kepolisian melakukan upaya pembubaran paksa. Yusri memperkirakan jumlah massa aksi di sana ketika itu berkisar 400 orang.

"Petugas coba mendorong dan mereka lari ke dalam gang, macam-macam ya, ada sekitar 300-400 orang itu. Melarikan diri bahkan masuk ke GPII," beber Yusri.

Kata dia, sebanyak empat orang yang diduga massa aksi tersebut berhasil diamankan di dalam Kantor GPII. Saat ini, keempat orang tersebut telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa.

"Di situ kita amankan orang-orang tersebut, ada empat yang kita amankan," katanya.

Kendati begitu, Yusri belum dapat memastikan apakah keempat orang tersebut merupakan anggota GPII atau bukan. Dia berdalih pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

baca juga

"Masih kita dalami. Saya tidak bilang bukan, tapi karena masuk ke dalam (kantor GPII) situ, jadi itu yang kita amankan" tuturnya.

Bercak Darah

Bentrokan antara aparat kepolisian dengan massa usai aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law - Cipta Kerja pada Selasa (13/10) kemarin meluas ke sejumlah titik di Jakarta. Imbasnya, Kantor GPII di Jalan Menteng Raya Nomor 58, Jakarta Pusat rusak akibat serangan sejumlah aparat kepolisian.

Pantauan Suara.com di lokasi, Rabu (14/10) kantor GPII tampak berantakan. Barang-barang seperti meja dan bangku berserakan di mana-mana.

Bercak darah juga masih membekas di lantai di salah satu ruangan di kantor GPII. Sebagai informasi, di kompleks kantor GPII ini juga terdapat kantor PB Pelajar Islam Indonesia atau PII.

Sisa-sisa tembakan gas air mata hingga kini juga masih terasa di sekitar lokasi.

Koordinator Pusat Brigade GPII, Sapiul Aman menyebutkan bercak darah yang masih membekas di lantai itu berasal dari salah satu kader PII yang terluka dipukuli sejumlah aparat.

Merujuk pada informasi yang Saipul terima, kader PII tersebut mendapat kekerasan dari aparat kepolisian. Dia berujar, kadernya dipukul menggunakan senjata laras panjang.

"Itu darah yang berceceran dari anak PII, infonya dia dipopor. Mereka saat ini diamankan di Polda Metro Jaya," ungkap Saipul di lokasi.

Selain itu, Saipul menyebutkan setidaknya ada 16 orang anggotanya yang ditangkap oleh polisi pada Selasa malam. Di antaranya enam kader GPII dan 10 kader dari PII.

"16 orang, 6 orang kader GPII dan PII 10 kader. GPII dan PII beda organisasi, tapi kami satu rumpun," sebut dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Aksi 1310 Markas GPII Dirusak, Darah Berceceran di Tembok

Pasca Aksi 1310 Markas GPII Dirusak, Darah Berceceran di Tembok

Video | Rabu, 14 Oktober 2020 | 12:50 WIB

10 Kader PII Ditangkap Polisi saat Kantor Diserbu, Ini Nama-namanya

10 Kader PII Ditangkap Polisi saat Kantor Diserbu, Ini Nama-namanya

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 11:49 WIB

Polisi Serang Demonstran Hingga ke Kantor GPII, Darah Berceceran di Lantai

Polisi Serang Demonstran Hingga ke Kantor GPII, Darah Berceceran di Lantai

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 11:26 WIB

Koordinator Sebut Bercak Darah di Markas GPII Akibat Kader Dipopor Senjata

Koordinator Sebut Bercak Darah di Markas GPII Akibat Kader Dipopor Senjata

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 11:20 WIB

Markas GPII Rusak Digeruduk Polisi, Ada Bercak Darah di Lantai

Markas GPII Rusak Digeruduk Polisi, Ada Bercak Darah di Lantai

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 11:00 WIB

Imbas Rusuh Demo Omnibus Law: Markas GPII Dirusak, Sejumlah Kader Ditangkap

Imbas Rusuh Demo Omnibus Law: Markas GPII Dirusak, Sejumlah Kader Ditangkap

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:26 WIB

Terkini

BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat

BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:38 WIB

Santri Korban Pembakaran Akan Jalani Operasi Cangkok Kulit

Santri Korban Pembakaran Akan Jalani Operasi Cangkok Kulit

Bali | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:38 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar

OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:37 WIB

Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran

Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:37 WIB

Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final

Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:30 WIB

Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran

Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:24 WIB

Pemerintah Mau Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih, Gantikan Bank dan Pos?

Pemerintah Mau Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih, Gantikan Bank dan Pos?

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:23 WIB

Cetak Kader Penjaga Hutan, Batang Siapkan Garda Depan Konservasi Alam

Cetak Kader Penjaga Hutan, Batang Siapkan Garda Depan Konservasi Alam

Jawa Tengah | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:19 WIB

Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money

Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:15 WIB

Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak, Berkesan dan Tidak Membosankan

Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak, Berkesan dan Tidak Membosankan

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:15 WIB

×