Diskusi Menarik Rustam Vs Ulil: Aneh Jika Kaum Intelektual Dukung Revolusi

Siswanto

Kamis, 15 Oktober 2020 | 11:15 WIB
Diskusi Menarik Rustam Vs Ulil: Aneh Jika Kaum Intelektual Dukung Revolusi
Ulil Abshar Abdalla. [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Analis politik dan ekonomi Rustam Ibrahim menyebut aneh jika ada kalangan intelektual justru setuju dengan gerakan revolusi.

"Kalau revolusi menang seringkali yang diandalkan bukan pikiran, tapi senjata dan massa. Bukan kedamaian tapi kekerasan," kata Rustam.

Pandangan Rustam ditanggapi oleh cendekiawan muslim Ulil Abshar Abdalla melalui media sosial, Kamis (15/10/2020 yang menurut Ulil hal itu terlalu berlebihan.  

"Ndak usah beginilah kalau mendukung penguasa. Para intelektual, mahasiswa, dan sekitar sepuluh juta buruh Prancis pernah terlibat dalam protes besar Mei 1968 yang nyaris menggulingkan pemerintahan Presiden Charles De Gaulle. Ini pemerintahan yang dipilih secara demokratis," kata Ulil.

Ulil mengatakan juga tidak mendukung gerakan menggulingkan pemerintahan yang sah di tengah jalan. Pemerintahan yang dipilih secara demokratis, kata Ulil, harus diberi kesempatan untuk menyelesaikan "term"-nya.

"Tapi kalau pemerintahnya "ndableg" dan represif, masak rakyat ndak boleh marah dan protes?" kata dia.

Rustam sependapat dengan pandangan Ulil soal pemerintah diberi kesempatan menyelesaikan "term."

"Kalau kaum intelektual, protes dan marah tentu sangat bisa dipahami. Tapi sepertinya kaum intelektual hanya "concern" kekerasan negara dan menutup mata terhadap kekerasan dari ranah civil society. Padahal sama bahayanya," ujar Rustam.

Rustam mengukuhkan pendapatnya bahwa dirinya mendukung demokrasi dan pemimpin Indonesia sekarang dipilih secara demokratis, melalui pemilu secara langsung.

baca juga

"Kepentingan saya pemerintahan yang dipilih rakyat bertahan sampai periodenya berakhir. Saya memprediksi jika pemerintahan demokratis digulingkan, penggantinya akan lebih otoriter, bahkan bisa totaliter," kata Rustam.

Namun menurut pandangan Ulil dalam demokrasi tidak dimustahilkan adanya revolusi. Jika pemerintahan yang dipilih secara demokratis terus-menerus tak mau mendengar masukan dari rakyat, dan bertindak represif terhadap pihak yang berseberangan, "kenapa tak boleh ada protes besar atau revolusi?"

Sedangkan Rustam mengatakan memilih demokrasi karena tidak menginginkan revolusi. Demokrasi mengandalkan perubahan gradual, melalui serangkaian dialog, negosiasi, dan kompromi yang melelahkan.

"Kalaupun ada sikap "revolusioner" adalah kesabaran. Dan ayat-ayat tentang kesabaran banyak sekali dalam Al-Quran," katanya.

Rustam kemudian menambahkan dengan pengalaman revolusi dalam sejarah dunia.

"Sejarah revolusi selalu penuh darah dan air mata. Tragisnya setelah pemimpin revolusi berkuasa, maka pendukung-pendukung berbeda pendapat disingkirkan bahkan dibunuh. Makanya ada adagium: all revolutions devour their own children - semua revolusi memakan anak-anaknya sendiri - Ernst Rohm."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 06:45 WIB

Teaser 5 cm: Revolusi Hati Dirilis, Ungkap Kisah Zafran saat SMP

Teaser 5 cm: Revolusi Hati Dirilis, Ungkap Kisah Zafran saat SMP

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:10 WIB

Kisah Zafran Sebelum Film 5 cm Diangkat Lewat 5cm: Revolusi Hati, Siap Tayang Tahun Ini

Kisah Zafran Sebelum Film 5 cm Diangkat Lewat 5cm: Revolusi Hati, Siap Tayang Tahun Ini

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 13:49 WIB

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:18 WIB

8 Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi Bagi Kehidupan Sehari-hari yang Wajib Diketahui

8 Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi Bagi Kehidupan Sehari-hari yang Wajib Diketahui

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Novel Dari Hari ke Hari: Sejarah Besar Diceritakan dari Mata Seorang Bocah

Novel Dari Hari ke Hari: Sejarah Besar Diceritakan dari Mata Seorang Bocah

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Donald Trump Ultimatum Iran: Gencatan Senjata atau Kami Hantam Lebih Keras

Donald Trump Ultimatum Iran: Gencatan Senjata atau Kami Hantam Lebih Keras

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:06 WIB

Rudal Balistik Iran Hantam Pasukan AS, Timur Tengah di Ambang Perang Besar

Rudal Balistik Iran Hantam Pasukan AS, Timur Tengah di Ambang Perang Besar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:35 WIB

Iran Ngamuk Lagi, Kuwait Dibombardir Hancurkan Tanki Bahan Bakar Militer AS

Iran Ngamuk Lagi, Kuwait Dibombardir Hancurkan Tanki Bahan Bakar Militer AS

News | Senin, 13 Juli 2026 | 11:46 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×