Terus Menerus Didemo Warga, Presiden Kirgistan Akhirnya Mengundurkan Diri

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Kamis, 15 Oktober 2020 | 17:29 WIB
Terus Menerus Didemo Warga, Presiden Kirgistan Akhirnya Mengundurkan Diri
Presiden Kirgistan, Sooronbay Jeenbekov.[Anadolu Agency]

Suara.com - Presiden Kirgistan Sooronbay Jeenbekov mengundurkan diri pada Kamis (15/10/2020), merespon meluasnya protes terkait hasil pemilihan parlemen awal bulan ini.

Menyadur Channel News Asia, Jeenbekov menyebut mundurnya dia dari jabatan adalah upaya untuk menekan kemungkinan kerusuhan yang meluas.

"Saya tidak berpegang teguh pada kekuasaan. Saya tidak ingin turun dalam sejarah Kirgistan sebagai presiden yang mengizinkan pertumpahan darah dan penembakan terhadap rakyatnya. Saya telah mengambil keputusan untuk mundur," kata Jeenbekov dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya.

Protes meletus setelah pemilu pada 4 Oktober yang dimenangkan oleh partai-partai yang dekat dengan Jeenbekov. Para oposisi mengatakan ada praktik jual beli suara.

Kendati hasil akhir pemilihan belakangan dibatalkan, tetapi hal itu tak serta merta meredakan ketegangan.

Demo Hasil Pemilu di Kirgizstan Berujung Bentrok, 120 Orang Terluka. (AFP/Vyachesvlav Oseledko)
Demo Hasil Pemilu di Kirgizstan Berujung Bentrok, 120 Orang Terluka. (AFP/Vyachesvlav Oseledko)

Lebih dari 1.200 orang terluka dan satu orang tewas dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi.

Pengunduran diri dilakukan ketika para pendukung Perdana Menteri Sadyr Japarov, yang menjalani hukuman penjara karena penyanderaan minggu lalu, berkumpul pada Kamis utnuk menuntut lengsernya Jeenbekov.

"Situasi saat ini dekat dengan konflik dua sisi. Di satu sisi, pengunjuk rasa, di sisi lain, lembaga penegak hukum," kata Jeenbekov dalam pernyataanya.

"Aparat militer dan aparat penegak hukum wajib menggunakan senjata untuk melindungi kediaman kepala negara. Dalam hal ini akan terjadi pertumpahan darah. Tidak bisa dihindari. Saya mengimbau kedua belah pihak untuk tidak mengalah pada provokasi," imbuhnya.

Jeenbekov sebelumnya mengatakan akan mengundurkan diri hanya setelah pemilihan parlemen baru diadakan dan pemilihan presiden diumumkan.

Pernyataan Jeenbekov tersebut dikeluarkan setelah pertemuannya dengan Perdana Menteri pada Rabu (14/10).

Kirgistan telah dirundung oleh volatilitas politik selama tiga dekade kemerdekaannya.

Negara berpenduduk 6,5 juta orang, kini telah menyaksikan tiga presiden digulingkan oleh kerusuhan sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Parlemen Baru Terbentuk, Presiden Kirgistan akan Mengundurkan Diri

Setelah Parlemen Baru Terbentuk, Presiden Kirgistan akan Mengundurkan Diri

News | Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:41 WIB

Presiden Jokowi Berhentikan Irwandi Yusuf Sebagai Gubernur Aceh

Presiden Jokowi Berhentikan Irwandi Yusuf Sebagai Gubernur Aceh

Sumut | Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:08 WIB

Demo Hasil Pemilu di Kirgizstan Berujung Bentrok, 120 Orang Terluka

Demo Hasil Pemilu di Kirgizstan Berujung Bentrok, 120 Orang Terluka

News | Selasa, 06 Oktober 2020 | 12:35 WIB

Terkini

Kejar Deadline Oktober! Dasco Ungkap Kunci Percepatan UU Ketenagakerjaan Baru Ada di Tangan Buruh

Kejar Deadline Oktober! Dasco Ungkap Kunci Percepatan UU Ketenagakerjaan Baru Ada di Tangan Buruh

News | Senin, 08 Juni 2026 | 10:12 WIB

Pengamat: Seskab Teddy Terlalu Sering Tampil, Komunikasi Istana Seharusnya Satu Pintu

Pengamat: Seskab Teddy Terlalu Sering Tampil, Komunikasi Istana Seharusnya Satu Pintu

News | Senin, 08 Juni 2026 | 09:42 WIB

Bupati Nonaktif Cilacap Gugat Status Tersangka, KPK Siap Hadapi

Bupati Nonaktif Cilacap Gugat Status Tersangka, KPK Siap Hadapi

News | Senin, 08 Juni 2026 | 09:33 WIB

Tsunami Filipina Terjang Sulawesi Utara dan Maluku Utara

Tsunami Filipina Terjang Sulawesi Utara dan Maluku Utara

News | Senin, 08 Juni 2026 | 09:00 WIB

Penembakan Massal Dekat Markas Inggris, Piala Dunia 2026 Diselimuti Ketakutan

Penembakan Massal Dekat Markas Inggris, Piala Dunia 2026 Diselimuti Ketakutan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 08:50 WIB

13 Wilayah Indonesia Siaga Usai Gempa Besar Filipina

13 Wilayah Indonesia Siaga Usai Gempa Besar Filipina

News | Senin, 08 Juni 2026 | 08:40 WIB

Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami karena Gempa Besar Filipina

Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami karena Gempa Besar Filipina

News | Senin, 08 Juni 2026 | 08:23 WIB

Filipina Diguncang Gempa 7,7 SR Berpotensi Tsunami, Manado Siaga

Filipina Diguncang Gempa 7,7 SR Berpotensi Tsunami, Manado Siaga

News | Senin, 08 Juni 2026 | 08:14 WIB

Sore Ini, Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Sore Ini, Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 08:06 WIB

Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Klarifikasi Isu Kondisi Ekstrem 'Bediding'

Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Klarifikasi Isu Kondisi Ekstrem 'Bediding'

News | Senin, 08 Juni 2026 | 07:59 WIB