alexametrics

Jakarta Pusat Bebas Banjir, Daftar 24 Kelurahan Rawan Genangan di Ibu Kota

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Jakarta Pusat Bebas Banjir, Daftar 24 Kelurahan Rawan Genangan di Ibu Kota
Seorang bapak sambil menggendong anaknya melintasi banjir yang melanda kawasan permukiman di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2020). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]

"Jakarta Barat ada 4 titik rawan banjir, Jakarta Utara 3, Jakarta Pusat tidak ada."

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPB) DKI Jakarta menyebut Jakarta masih merupakan kawasan dengan potensi banjir.

Terhitung ada 24 titik Kelurahan di ibu kota yang rawan tergenang air jika terjadi hujan deras.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Insaf 24 titik itu tersebar di empat wilayah kota administrasi. Jika ada hujan lebat atau air kiriman dari wilayah hulu, maka banjir berpotensi tinggi bakal terjadi di tempat itu.

Jakarta Selatan menjadi kota yang memiliki Kelurahan rawan banjir terbanyak di ibu kota dengan totalnya mencapai 10 titik. Lalu Jakarta Timur di nomor dua dengan jumlah tujuh Kelurahan.

Baca Juga: Banjir dan Longsor, Ribuan Warga Jakarta Kini Tidur di Masjid hingga Musala

"Jakarta Barat ada 4 titik rawan banjir, Jakarta Utara 3, Jakarta Pusat tidak ada," kata Insaf saat dihubungi, Jumat (16/10/2020).

Kepada warga di 24 Kelurahan itu, pihaknya mengaku selalu menyampaikan peringatan dini jika ada bahaya banjir akan datang. Selain itu, imbauan juga disampaikan lewat media sosial yang berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (DSDA) terkait dengan Tinggi Muka Air (TMA) pada bendungan dan pintu-pintu air yang ada di Jakarta.

"Disampaikan melalui kanal resmi BPBD seperti medsos (Twitter, Facebook, Instagram) resmi BPBD, website dan Whatsapp group yang didalam terdapat Lurah, Camat serta OPD (organisasi perangkat daerah) terkait," jelas Insaf.

Mengantisipasi banjir, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Juaini Yusuf mengatakan pihaknya menggencarkan program pengerukan waduk dan sungai bernama grebek lumpur. Tujuannya menambah kapasitas pada saluran atau penampung air agar tidak sampai meluap ke pemukiman atau jalan.

"Kami harapkan semua yang tergenang itu hilang sama sekali dengan adanya pengerukan-pengerukan ini," pungkasnya.

Baca Juga: 129 RT di Jakarta Kebanjiran Usai Hujan Deras, Ini Daftarnya

Berikut daftar 24 Kelurahan yang rawan banjir di Jakarta:

Komentar