Puluhan Paus Terdampar di Pantai Selandia Baru, Belasan Mati

Dany Garjito | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Minggu, 18 Oktober 2020 | 19:35 WIB
Puluhan Paus Terdampar di Pantai Selandia Baru, Belasan Mati
Ilustrasi paus pilot.[Unsplash/NOAA]

Suara.com - Puluhan paus pilot terdampar di pantai Pulau Utara, Selandia Baru. Departemen Konservasi pada Minggu (18/10/2020) menyatakan belasan di antaranya mati.

Menyadur Channel News Asia, sekitar 40 hingga 50 paus pilot terdampar di pantai Semenanjung Coromandel sejak Sabtu (17/10).

Tim penyelamat dan sukarelawan berupaya sepanjang hari untuk membuat sekitar 25 paus kembali berenang ke perairan.

Departemen konservasi mengatakan lima paus ditemukan mati pada sabtu malam di lokasi tempat mereka terdampar.

"Meskipun air pasang sekitar jam 9 malam pada Sabtu, memungkinkan paus yang terdampar untuk berenang kembali, tapi anggota kelompok itu terdampar lagi pagi ini," kata departemen konservasi melalui Facebook.

Relawan berupaya menyelamatkan paus-paus yang terdampar di Selandia Baru. (Twitter/Morgandonocoro)
Relawan berupaya menyelamatkan paus-paus yang terdampar di Selandia Baru. (Twitter/Morgandonocoro)

Lebih lanjut disebutkan, belasan paus yang mati ditemukan tertahan di kawasan bebatuan pada Minggu (18/10) pagi.

"Kami meyakini sebagain besar paus yang terdampar telah bergabung kembali ke dalam kelompok pagi ini dan telah didampingi ke perairan dalam," tulis departemen konservasi.

Dalam foto yang beredar di media sosial, nampak sejumlah paus terdampar di pasir pantai, ditutupi kain-kain berwarna putih.

Daren Grover, manajer umum kelompok penyelamat Proyek Jonah, mengatakan paus itu telah memisahkan diri dari kelompok utama, mengutip laporan Stuff.

“Ini bukanlah hasil yang selalu kami harapkan. Sangat menyedihkan bahwa mereka terdampar dan mati," ujarnya.

Grover menggambarkan Colville Bay sebagai lokasi yang cukup berbahaya karena airnya yang dangkal dan berlumpur. Kini, penyelamat bekerja untuk memastikan sisa polong tetap berada di air yang lebih dalam.

September lalu, hamir 400 paus mati setelah terdampat di pesisir pantai pulau Tasmania, merupakan salah satu peristiwa paus terdampar massal terbesar di dunia.

Dilansir ANTARA, pejabat Australia pada Kamis (24/9) mulai merencanakan tugas berat untuk membuang hampir 400 bangkai paus karena harapan akan ada lebih banyak paus terdampar yang selamat telah pudar.

Para ahli biologi kelautan memperingatkan bahwa tugas pembuangan bangkai paus itu akan rumit.

"Menangani lebih dari 400 paus mati adalah masalah nyata. (Itu) harus dibuang sangat jauh," kata Vanessa Pirotta, seorang ilmuwan kelautan di Universitas Macquarie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jacinda Ardern Kembali Terpilih Menjadi Perdana Menteri Selandia Baru

Jacinda Ardern Kembali Terpilih Menjadi Perdana Menteri Selandia Baru

News | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 18:28 WIB

Bukan Paus, Ini Dikonfirmasi sebagai Ikan Terbesar di Lautan

Bukan Paus, Ini Dikonfirmasi sebagai Ikan Terbesar di Lautan

Tekno | Selasa, 06 Oktober 2020 | 16:30 WIB

Hampir 400 Bangkai Paus Harus Dievakuasi dari Pulau Tasmania

Hampir 400 Bangkai Paus Harus Dievakuasi dari Pulau Tasmania

Lifestyle | Kamis, 24 September 2020 | 20:36 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB