Refly Harun: Sama Dengan Orde Baru, Kata Revolusi Dihindari Rezim Jokowi

Reza Gunadha, Hernawan

Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:51 WIB
Refly Harun: Sama Dengan Orde Baru, Kata Revolusi Dihindari Rezim Jokowi
Tangkapan Layar VideoRefly Harun Sebut Rezim Jokowi Sama Dengan Orba, Menghindari Kata Revolusi (YouTube Refly Harun Official).

Suara.com - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis belakangan tengah menjadi sorotan. Pasalnya, saat menyampaikan orasi di depan massa aksi unjuk rasa UU Omnibus Law Cipta Kerja, Sobri Lubis menyebutkan bahwa Habib Rizieq Shihab akan memimpin revolusi untuk menyelamatkan NKRI.

Orasi Sobri Lubis tersebut berbuntut panjang. Bareskrim Polri mengatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki ujaran itu lebih lanjut guna mencari apakah ada unsur pidana atau tidak.

Kasus ini sontak mengundang berbagai reaksi publik. Pakar Hukum dan Tata Negara Refly Harun ikut angkat bicara, mengomentari kasus yang menjerat Pimpinan FPI tersebut.

Lewat video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Refly Harun menyoroti kata revolusi. Menurutnya kata revolusi sangat dihindari oleh rezim pemerintah saat ini.

"Ketika Sobri Lubis mengatakan revolusi, kita harus pahami ada beberapa kata yang dihindari dalam rezim ini maupun sebelumnya, yakni kata revolusi," ujar Refly Harun seperti dikutip Suara.com, Selasa (20/10/2020).

Tangkapan Layar VideoRefly Harun Sebut Rezim Jokowi Sama Dengan Orba, Menghindari Kata Revolusi (YouTube Refly Harun Official).
Tangkapan Layar VideoRefly Harun Sebut Rezim Jokowi Sama Dengan Orba, Menghindari Kata Revolusi (YouTube Refly Harun Official).

Dalam videonya, Refly Harun mengutarakan latar belakang kata revolusi menjadi bermakna pemberontakan.

Menurut Refly Harun, pemerintah orde baru lah yang mengawali anggapan tersebut. Sebab, sebelumnya Bung Karno selaku Presiden Pertama RI terbilang tidak jarang menggunakan kata ini.

"Kata ini dihindari pada masa oder baru. Kalau mendengar kata revolusi maknanya berontak," tukasnya.

Lebih lanjut lagi, Refly Harun bercerita bahwa pada masa orde lama kata revolusi bermakna positif. Bung Karno kala itu menggunakannya untuk menentang neokolinialism.

baca juga

Bahkan, Bung Karno sendiri dengan bangga mengatakan bahwa dirinya adalah pemimpin revolusi.

"Jadi revousi yg dimaksud Bung Karno itu mengubah struktur secara radikal. Meskipun akhirnya Bung Karno jatuh karena memang pemerintahannya bermasalah dalam hal membangun kaki pemerintah dimana Nasakom-nya justru kontrakdisi. Di satu sisi Pancasila jadi pegangan. Namun, di sisi lain ada paradoks yang mengakui komunisme sebagai pilar RI," kata Refly Harun.

Dalam videonya, Refly Harun mengungkapkan bahwa kata revolusi mulai dihilangkan semasa Orde Baru. Pemerintahan Orde Baru memperkenalkan ujaran bahaya laten komunisme dan sebagainya.

Akan tetapi, kata revolusi kembali mencuat semasa era reformasi. Kendati begitu, sisa orde baru selama 32 tahun masih terasa sehingga revolusi selalu diartikan dengan makar atau pemberontakan.

"Jadi ketika ada kata revolusi, yang dipikirkan pasti soal makar, pemberontakan, dll. Tapi anehnya ketika Jokowi mengatakan revolusi mental tidak ada yang memprotes," tegasnya heran.

Lihat video lengkapnya disini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo Setahun Jokowi-Ma'ruf di Istana Bogor, Pelajar Ini Dijemput Emaknya

Demo Setahun Jokowi-Ma'ruf di Istana Bogor, Pelajar Ini Dijemput Emaknya

Jakarta | Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:15 WIB

Demo Besar, Massa Penolak UU Ciptaker Gelorakan Reforma Agraria Sejati

Demo Besar, Massa Penolak UU Ciptaker Gelorakan Reforma Agraria Sejati

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:56 WIB

Mahasiswa Bongkar Masa Lalu Jokowi: Dulu Bapak Ngemis-ngemis Suara ke Kami

Mahasiswa Bongkar Masa Lalu Jokowi: Dulu Bapak Ngemis-ngemis Suara ke Kami

Jakarta | Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:51 WIB

Terkini

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:06 WIB

Polda Metro Akan Periksa Anak Ruben Onsu Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

Polda Metro Akan Periksa Anak Ruben Onsu Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

News | Senin, 14 September 2026 | 13:06 WIB

4 Zodiak Paling Cocok dengan Cancer dalam Asmara, Pasangan Idaman yang Sulit Berpaling

4 Zodiak Paling Cocok dengan Cancer dalam Asmara, Pasangan Idaman yang Sulit Berpaling

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:05 WIB

Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk

Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk

News | Senin, 14 September 2026 | 13:03 WIB

Danau Sipin Kembali Bersinar, Leni Rajut Harapan Bersama Holding Ultra Mikro

Danau Sipin Kembali Bersinar, Leni Rajut Harapan Bersama Holding Ultra Mikro

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:03 WIB

Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak

Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak

Riau | Senin, 14 September 2026 | 13:02 WIB

Pantang Menyerah di Hari Ketujuh, Tim SAR Perlebar Radius Cari 5 Jurnalis hingga Ribuan Mil

Pantang Menyerah di Hari Ketujuh, Tim SAR Perlebar Radius Cari 5 Jurnalis hingga Ribuan Mil

News | Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB

Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai

Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai

Bali | Senin, 14 September 2026 | 12:55 WIB

Komnas HAM usai Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Hentikan Serangan terhadap Warga Sipil!

Komnas HAM usai Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Hentikan Serangan terhadap Warga Sipil!

News | Senin, 14 September 2026 | 12:54 WIB

×