Puluhan Orang Diamankan di Dekat Istana, Kapolda Metro: Bukan Ditangkap

Dwi Bowo Raharjo | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:38 WIB
Puluhan Orang Diamankan di Dekat Istana, Kapolda Metro: Bukan Ditangkap
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) aksi tolak UU Cipta Kerja di Jakarta. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Aparat kepolisian mengamankan sebanyak 33 orang di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020). Di kawasan tersebut, tengah ada aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law - UU Cipta Kerja yang digelar oleh sejumlah elemen masyarakat.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, mengatakan pihaknya hanya sebatas mengamankan, bukan menangkap. Sebab, mereka diduga akan buat rusuh pada aksi unjuk rasa yang bertepatan dengan setahun pemerintahan Joko Widodo - Maruf Amin.

"Sampai saat ini ada sekitar 33 orang yang kami amankan, ini kami amankan bukan kami tangkap," ujar Nana di lokasi, Selasa (20/10/2020).

Nana melanjutkan, 33 orang tersebut diamankan di kawasan Istana. Tak hanya itu, barang bukti yang mereka bawa juga sudah disita oleh kepolisian.

"Di sekitar sini, sekitar Istana saja. (Alat bukti) ini kan sedang berproses," kata Nana.

Sementara itu, Panglima Kodam Jaya, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyebut jika aksi unjuk rasa masih berlangsung damai. Pihaknya juga akan siap meneruskan aspirasi massa aksi pada pemerintah.

"Pada dasarnya TNI dan Polri dalam menghadapi demo saya rasa saya lihat ini demo aksi damai mahasiswa biasa jadi tidak ada yang anarkis. Jadi menyampaikan aspirasi saja nanti kita tampung kita sampaikan," jelas Dudung.

Sebelumnya, sejumlah remaja tanggung ditangkap aparat kepolisian di sekitar area Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Selasa (20/10/2020).

Mereka ditangkap lantaran diduga menyusup ke tengah-tengah peserta unjuk rasa massa yang tergabung dari BEM SI menggelar demonstrasi menolak RUU Cipta Kerja yang bertepatan dengan satu tahun rezim Presiden Jokowi - Wapres Maruf Amin.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, memang terlihat aparat kepolisian berpakaian preman melakukan penyisiran dari mulai Jalan Medan Merdeka Selatan hingga area Patung Kuda.

Terlihat awalnya mereka melakukan pemeriksaan terhadap massa remaja yang datang, kemudian menemukan gerombolan remaja yang dicurigai akan ikut bergabung dengan demonstran.

Polisi berpakaian preman itu awalnya memeriksa identitas para massa yang datang.

Kemudian mereka yang kedapatan memiliki identitas tak berstatus mahasiswa atau buruh kemudian diamankan.

Mereka pun terlihat digiring ke arah dalam area Monas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kocak, Demo Setahun Jokowi-Ma'ruf, Pelajar Ini Dijemput Emaknya

Kocak, Demo Setahun Jokowi-Ma'ruf, Pelajar Ini Dijemput Emaknya

Video | Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:05 WIB

Berkunjung ke Indonesia, PM Jepang Disambut Demo Satu Tahun Jokowi

Berkunjung ke Indonesia, PM Jepang Disambut Demo Satu Tahun Jokowi

Foto | Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:28 WIB

Ikutan Demo, Pelajar Ini Disoraki Warga Saat Diajak Pulang Emaknya

Ikutan Demo, Pelajar Ini Disoraki Warga Saat Diajak Pulang Emaknya

Riau | Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:21 WIB

Eksepsi Tio Pakusadewo Ditolak, Anak: Semoga Papa Sehat dan Direhab

Eksepsi Tio Pakusadewo Ditolak, Anak: Semoga Papa Sehat dan Direhab

Entertainment | Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:11 WIB

Kabareskrim hingga Pangdam Jaya Datangi Lokasi Demo Setahun Jokowi-Maruf

Kabareskrim hingga Pangdam Jaya Datangi Lokasi Demo Setahun Jokowi-Maruf

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:59 WIB

Terkini

Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata

Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata

News | Kamis, 09 April 2026 | 11:25 WIB

Sidak BGN di Cimahi: Ada Dapur MBG yang Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi

Sidak BGN di Cimahi: Ada Dapur MBG yang Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi

News | Kamis, 09 April 2026 | 11:08 WIB

Misi Artemis II Hadapi Ujian Mematikan: Detik-Detik Menembus 'Neraka' Atmosfer Bumi

Misi Artemis II Hadapi Ujian Mematikan: Detik-Detik Menembus 'Neraka' Atmosfer Bumi

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:56 WIB

CELIOS: Ambisi Biofuel Bisa Korbankan Kedaulatan Pangan di Papua

CELIOS: Ambisi Biofuel Bisa Korbankan Kedaulatan Pangan di Papua

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:55 WIB

Iran Bocorkan Rute Alternatif Selat Hormuz Anti Ranjau Laut

Iran Bocorkan Rute Alternatif Selat Hormuz Anti Ranjau Laut

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:52 WIB

Sadis! Dokter di Hawaii Dorong Istri dari Tebing, Kesaksian Anak Jadi Kunci

Sadis! Dokter di Hawaii Dorong Istri dari Tebing, Kesaksian Anak Jadi Kunci

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:46 WIB

Selat Hormuz vs Malaka: Mana yang Lebih Penting untuk Ekonomi Dunia?

Selat Hormuz vs Malaka: Mana yang Lebih Penting untuk Ekonomi Dunia?

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:45 WIB

Program Vokasi Nasional 2026 Resmi Bergulir, 10 Ribu Peserta Tahap I Mulai Pelatihan

Program Vokasi Nasional 2026 Resmi Bergulir, 10 Ribu Peserta Tahap I Mulai Pelatihan

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:43 WIB

Donald Trump Pertimbangkan Amerika Serikat Keluar dari NATO

Donald Trump Pertimbangkan Amerika Serikat Keluar dari NATO

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:39 WIB

Update Kondisi Medis Andrie Yunus, RSCM: Mata Bakal Ditutup 6 Bulan Demi Pemulihan Intensif

Update Kondisi Medis Andrie Yunus, RSCM: Mata Bakal Ditutup 6 Bulan Demi Pemulihan Intensif

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:34 WIB