Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Arief Apriadi | Suara.com

Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB
Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia
Virus Ebola (shutterstock)
  • IPMG bekerja sama dengan FKM UI untuk mencetak ahli farmasi guna merespons ancaman krisis kesehatan global.
  • Kolaborasi ini diresmikan melalui perjanjian pada Senin, 25 Mei 2026, sebagai investasi jangka panjang kesehatan nasional.
  • Mahasiswa akan mengikuti magang bersertifikat untuk mempelajari riset obat dan etika medis dari pakar farmasi internasional.

Suara.com - Di saat World Health Organization membunyikan alarm bahaya atas penyebaran virus Ebola yang telah ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern, dunia kembali diingatkan betapa rapuhnya ketahanan kesehatan global terhadap ancaman biologis baru.

Menjawab tantangan tersebut, International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG)—yang menaungi raksasa farmasi global seperti AstraZeneca, Pfizer, hingga Novartis—mengambil langkah strategis dengan menjalin kemitraan bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Kolaborasi ini bukan sekadar program magang biasa, melainkan upaya untuk mencetak generasi ahli farmasi dan kesehatan masyarakat yang mampu merespons krisis kesehatan global dengan inovasi berbasis riset di tengah ancaman wabah yang terus melintasi batas negara.

Menjawab Kesenjangan Inovasi di Tengah Krisis

Logo IPMG. [Dok. IPMG]
Logo IPMG. [Dok. IPMG]

Saat ini, kawasan Afrika, khususnya Republik Demokratik Kongo dan Uganda, tengah berjuang melawan wabah virus Ebola jenis Bundibugyo yang hingga 24 Mei 2026 telah mencatatkan ratusan kasus dengan tingkat fatalitas mengkhawatirkan.

Keterbatasan infrastruktur pencegahan infeksi dan tingginya mobilitas penduduk menjadi faktor utama ancaman penyebaran virus ke pusat-pusat populasi besar seperti Kampala dan Goma.

Di tengah situasi tersebut, IPMG menilai inovasi medis global tidak bisa hanya bertumpu pada negara maju. Diperlukan kolaborasi dengan talenta lokal di negara berkembang yang memahami ekosistem kesehatan masyarakat secara mendalam.

Membangun Fondasi Kesehatan yang Tangguh

Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Senin (25/5/2026), IPMG dan FKM UI resmi membuka jalur magang bersertifikat bagi mahasiswa agar terpapar langsung dengan ekosistem industri farmasi inovatif.

Direktur Eksekutif IPMG, Ani Triana Rahardjo, dan Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, sepakat bahwa kemitraan ini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan masa depan kesehatan yang lebih tangguh.

Ketua IPMG, Evie Yulin, menegaskan bahwa peran talenta muda sangat vital dalam menghadapi dinamika kesehatan global yang semakin tidak menentu.

“Indonesia memiliki ambisi besar untuk menjadi negara yang berdaya saing tinggi di sektor kesehatan. Oleh karena itu, IPMG mengambil langkah konkret untuk berkontribusi mencetak talenta muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya saing internasional,” ujar Evie Yulin.

Kolaborasi Strategis Hadapi Ancaman Biologis

Program ini menyediakan wadah eksklusif bagi mahasiswa untuk dibimbing langsung oleh pakar dari 24 perusahaan farmasi multinasional, termasuk perusahaan yang berada di garis depan pengembangan vaksin global.

Selain program magang, kerja sama ini juga mencakup transfer pengetahuan mengenai proses penemuan obat (drug discovery) hingga standar etika medis global.

Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati menilai sinergi ini penting untuk menghubungkan teori akademik dengan realitas industri, terutama dalam menciptakan profesional kesehatan yang adaptif dan inovatif.

“Mahasiswa kami tidak hanya mendapat pengalaman kerja nyata, tetapi juga pemahaman mendalam tentang kontribusi industri farmasi berbasis riset terhadap kesehatan masyarakat luas. Kami berharap kemitraan ini menjadi fondasi yang kuat bagi lahirnya generasi profesional kesehatan yang adaptif, inovatif, dan membawa dampak nyata bagi Indonesia,” tutur Prof. Indri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga

Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:12 WIB

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:59 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS

Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:03 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Terkini

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:49 WIB

AHY: Perjuangan Demokrat Bukan Cuma Bagi-bagi Kurban, Tapi Kebijakan Pro-Rakyat

AHY: Perjuangan Demokrat Bukan Cuma Bagi-bagi Kurban, Tapi Kebijakan Pro-Rakyat

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:39 WIB

Berani! Prancis Gugat Israel karena Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla

Berani! Prancis Gugat Israel karena Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:38 WIB

Tanda-tanda Damai Perang AS - Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian

Tanda-tanda Damai Perang AS - Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:30 WIB

Bukan Uang Pribadi, MUI Sarankan Dana Kurban 1.098 Sapi Prabowo Diaudit

Bukan Uang Pribadi, MUI Sarankan Dana Kurban 1.098 Sapi Prabowo Diaudit

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:21 WIB

Banyak Masyarakat Masih Mampu Berkurban, Golkar Sebut Ekonomi Indonesia Masih Oke

Banyak Masyarakat Masih Mampu Berkurban, Golkar Sebut Ekonomi Indonesia Masih Oke

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:15 WIB

Bahlil Sumbang Hewan Kurban ke Seluruh DPD Golkar, Totalnya Lebih dari 40 Ekor

Bahlil Sumbang Hewan Kurban ke Seluruh DPD Golkar, Totalnya Lebih dari 40 Ekor

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:05 WIB

Bukan di Kelas, Puluhan Anak PAUD Tangerang 'Geruduk' Aviary Park Demi Belajar Literasi

Bukan di Kelas, Puluhan Anak PAUD Tangerang 'Geruduk' Aviary Park Demi Belajar Literasi

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:01 WIB

Puan Maharani Kurban Sapi Limousin 1 Ton, Singgung Soal Keadilan Sosial di Idul Adha

Puan Maharani Kurban Sapi Limousin 1 Ton, Singgung Soal Keadilan Sosial di Idul Adha

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:52 WIB

Megawati dan Gereja Katedral Ikut Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Megawati dan Gereja Katedral Ikut Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:30 WIB