alexametrics

Dituduh Hasut Demo Rusuh, Admin FB STM Se-Jabodetabek Dijerat UU ITE

Erick Tanjung | Muhammad Yasir
Dituduh Hasut Demo Rusuh, Admin FB STM Se-Jabodetabek Dijerat UU ITE
Konfrensi pers penetapan admin akun Facebook STM Se-Jabodetabek dan Instagram @panjang.umur.perlawanan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/10/2020). [Suara.com/Yasir]

Mereka yang masih berstatus sebagai pelajar itu dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik/ITE.

Suara.com - Polisi menetapkan admin akun Facebook STM Se-Jabodetabek dan Instagram @panjang.umur.perlawanan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian serta penghasutan terhadap demonstran menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Mereka yang masih berstatus sebagai pelajar itu dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik/ITE.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono menyebut ketiga tersangka berinisial MLAI (16), WH (16) dan SN (17).

"Kami sudah menetapkan tiga tersangka yaitu aktor ataupun yang membuat akun," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Argo mengemukakan bahwa tersangka MLAI dan WF merupakan kreator sekaligus admin akun Facebook STM Se-Jabodetabek. Sedangkan tersangka SN merupakan admin akun Instagram @panjang.umur.perlawanan.

Baca Juga: Imbau Mahasiswa Tidak Demo, Kemendikbud: Kalau Harus Turun Jangan Anarkis

"Ada tiga tersangka (untuk admin Facebook STM Se-Jabodetabek), yaitu MLAI dan WH dan satu lagi masih kita kejar," ujarnya.

Ketiga pelajar itu dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Selain itu, dia juga dipersangkakan dengan Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

"Ini karena adalah anak berhadapan dengan hukum tentunya perlakuannya akan berbeda dengan seorang dewasa," pungkas Argo.

Ribuan Followers

Direktorat Reserse Kriminal Khusus/Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebelumnya menangkap tiga pemuda atas dugaan menyebarkan ujaran kebencian dan penghasutan demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Mereka dituduh sebagai pihak yang memprovokasi massa untuk berbuat kericuhan.

Baca Juga: Omnimbus Law, Ray Rangkuti: Rakyat Makin Kecewa ke Jokowi di Periode Kedua

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan dua pemuda dengan inisial MLAI dan WH merupakan admin akun Facebook STM Se-Jabodetabek. Menurut Yusri akun tersebut kekinian memiliki ribuan pengikut.

Komentar