Setahun Jokowi - Maruf, Fadli Zon: Banyak Kemunduran

Dany Garjito, Farah Nabilla

Rabu, 21 Oktober 2020 | 11:49 WIB
Setahun Jokowi - Maruf, Fadli Zon: Banyak Kemunduran
Ilustrasi Fadli Zon. (Suara.com/Ema Rohima)

Suara.com - Politisi Partai Gerindra Fadli Zon mengkritisi tiga poin yang dinilai jadi beban negara selama setahun Jokowi dan Maruf Amin menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Penilaian itu dipaparkan Fadli melalui utasan Twitter-nya yang dibuat pada Selasa (20/10/2020), tepat setahun dilantiknya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin.

Ia menilai banyak kemunduran yang dialami negara setelah setahun Jokowi menjabat periode kedua.

"Kalau diminta menilai perjalanan setahun terakhir, apalagi enam tahun terakhir, tanpa bermaksud melebih-lebihkan, cukup jelas saya melihat ada banyak sekali kemunduran yg telah kita alami"

"Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, rakyat dan negara sama-sama memikul beban yang kian berat," tulis Fadli.

Ia juga menyinggung pernyataan presiden yang merasa tidak memiliki beban.

"Tahun lalu, Presiden @jokowi mengatakan bahwa ia tak punya beban apapun di periode kedua pemerintahannya. Sayangnya, yang merasa tak punya beban sepertinya hanyalah Presiden. Sementara, rakyat dan negara bebannya justru kian bertambah," komentar Fadli.

Beban berat itu ia jabarkan dalam tiga poin. Pertama adalah beban utang negara yang dinilai terdapat salah hitung dan salah atur.

Hal ini tak luput dari posisi Indonesia yang masuk dalam 10 besar negara dengan utang tertinggi di antara negara berpendapatan menengah dan rendah yang laporannya dirilis Bank Dunia.

baca juga

Selain itu, Fadli juga menyoroti terbitnya Global Bond sebesar 4,3 miliar dolar Amerika dengan tenor 30 tahun, yang berarti jatuh tempo utang pemerintah adalah di tahun 2050.

"Jadi, jangankan mengurangi beban rakyat dan negara, pemerintahan saat ini justru sedang melarikan sebagian persoalan menjadi beban bagi anak cucu kita nanti. Warisan gunungan utang," kata Fadli.

Beban kedua adalah tentang hukum. Fadli menilai tatanan hukum di pemerintahan sekarang telah rusak.

Pola kerusakan itu, lanjut Fadli, terlihat secara jelas. Terlebih mengenai karut-marut penyusunan Omnibus Law Cipta Kerja.

"Saya melihat pola penerbitan regulasi emacam itu bukanlah bentuk terobosan hukum, melainkan bentuk perusakan hukum. Sejauh yang bisa saya pelajari, omnibus law di negara lain paling banyak mengubah 10 undang-undang,"

"Tapi, kebanyakan kurang dari itu. Itupun, ini perlu digarisbawahi, sebagian besar proses perumusan omnibus law umumnya hanya mencakup satu isu atau bidang saja, bukan menerabas berbagai bidang secara semena-mena," jelas Fadli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Pakaian Preman Tendang Brimob yang Piting Pendemo: Perwiraku Itu!

Polisi Pakaian Preman Tendang Brimob yang Piting Pendemo: Perwiraku Itu!

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 10:15 WIB

JPPI Kritik 1 Tahun Jokowi di Pendidikan: Merdeka Belajar Cuma Produk Gagal

JPPI Kritik 1 Tahun Jokowi di Pendidikan: Merdeka Belajar Cuma Produk Gagal

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:47 WIB

Satu Tahun Jokowi - Ma'ruf, Amnesty International Beri 'Rapor Merah'

Satu Tahun Jokowi - Ma'ruf, Amnesty International Beri 'Rapor Merah'

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 08:57 WIB

Setahun Jadi Presiden, Relawan Minta Jokowi Selesaikan Kasus HAM Masa Lalu

Setahun Jadi Presiden, Relawan Minta Jokowi Selesaikan Kasus HAM Masa Lalu

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 07:12 WIB

Jokowi Dituding Bungkam Kebebasan Berpendapat, Ini Kata Istana

Jokowi Dituding Bungkam Kebebasan Berpendapat, Ini Kata Istana

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 05:55 WIB

Momen Jokowi Lupa Sapa Wapres, Maruf: Saya Suka Lupa Sapa Istri Jika Tegang

Momen Jokowi Lupa Sapa Wapres, Maruf: Saya Suka Lupa Sapa Istri Jika Tegang

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Riset MMA: Personalisasi Pemasaran Berbasis AI Bisa Tingkatkan Kinerja 160 Persen

Riset MMA: Personalisasi Pemasaran Berbasis AI Bisa Tingkatkan Kinerja 160 Persen

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:57 WIB

Ibu Rumah Tangga Terlibat Peredaran Narkoba di Bogor

Ibu Rumah Tangga Terlibat Peredaran Narkoba di Bogor

Bogor | Jum'at, 06 November 2026 | 15:55 WIB

Visa Presents Livin MARKT, Hadirkan Ratusan Creative Local Brand dengan Kemudahan Belanja

Visa Presents Livin MARKT, Hadirkan Ratusan Creative Local Brand dengan Kemudahan Belanja

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 15:55 WIB

Batal Lawan Yordania, Timnas Indonesia Cari Rival Baru, Hong Kong Masih Cuek Bebek

Batal Lawan Yordania, Timnas Indonesia Cari Rival Baru, Hong Kong Masih Cuek Bebek

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:53 WIB

Pegadaian Raih Dua Penghargaan Berkat Inovasi Digital dan Strategi Pemasaran Investasi Emas

Pegadaian Raih Dua Penghargaan Berkat Inovasi Digital dan Strategi Pemasaran Investasi Emas

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:52 WIB

Tuntaskan Masalah Klasik Pesisir, BPGMN Bidik Program Jambanisasi Warga Pantura

Tuntaskan Masalah Klasik Pesisir, BPGMN Bidik Program Jambanisasi Warga Pantura

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 15:51 WIB

Pasca Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, Ini Langkah 'Bersih-bersih' yang Ditempuh Istana

Pasca Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, Ini Langkah 'Bersih-bersih' yang Ditempuh Istana

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:45 WIB

Sinopsis Trinity, Serial tentang Ancaman Nuklir dan Konspirasi Global

Sinopsis Trinity, Serial tentang Ancaman Nuklir dan Konspirasi Global

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:45 WIB

Jelang El Clasico Lawan Persija Jakarta, Persebaya Surabaya Diterpa Kabar Buruk

Jelang El Clasico Lawan Persija Jakarta, Persebaya Surabaya Diterpa Kabar Buruk

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:43 WIB

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 15:42 WIB

×